Thursday, November 20, 2008

”Boss lo kan baru resign. Lo harus berbenah diri Yan, biar bisa gantiin dia.” 
“I heard your boss just resigned… so are you replacing him?” 
“Mbak Dian, aku dengar atasan mu resign. Jadi Mbak naik pangkat ya?” 
”Kamu harus lebih pintar baca situasi....” (lagi2 itu, huh!!) 

Boss gue (the one that I called ”my best friend”), baru aja resign dari kantor. He moved for some purposes. He’s trying to reach his dream. Leaving his comfort zone (is it comfort? Huehehe..), and run to the better future. Banyak banget orang yang nanya sama gue, apakah gue berminat menggantikan dia? 

Well, selain menyadari kemampuan otak gue sendiri, huehehehe:p untuk beberapa orang yang mengenal gue, rasanya itu bukan pilihan bijak. Boleh bilang gue tidak berambisi, boleh bilang gue bodoh, boleh bilang gue ga ada semangat untuk berkarir... gue memang bukan wanita karir kok:) Gue cuma ibu muda (muda? Ga salah? Teteuupp merasa muda maksudnya:p), yang mencoba meng-aktualisasi-kan diri gue, mencoba menerjemahkan isi otak dan pikiran gue, lewat sebuah karya yang namanya pekerjaan. Gue tidak berminat menjadi direktur, ga berminat menjadi pemilik perusahaan (hmmm, dulu gue pernah mengkhayal jadi istri pemilik perusahaan siy, huehehehehee… my hubby, noted yahhh! Someday you will, babe..). Dibilang ga ada ambisi, ga juga… gue berambisi kok mengerjakan pekerjaan gue sebaik mungkin. Gue cukup seneng dengan posisi gue saat ini. Gue seneng dengan apa yang gue dapet sekarang ini (sumpeh lo, Yan? Ga mo naek gaji? Namanya juga manusia, huehehe..) Tapi klo sampe naik2 lagi dan menjadi semakin pusing, beban hidup bertambah (walopun isi dompet juga bertambah), dan harus menghalalkan segala cara untuk “naik”, gue memilih tidak. Kerja dengan hati, itu satu2nya cara supaya gue masih bisa menjaga keseimbangan hidup gue. Kerja sebaik mungkin, pake otak & pake hati juga. Bukan dengan speak2 aja tapi ga pernah nepatin janji. Bukan dengan menjilat orang lain untuk naik. Bukan dengan “yes, boss” hanya untuk nyenengin atasan. Bukan dengan mancaplok setiap kesempatan yang datang, klo itu merugikan orang lain. Bukan dengan menjadi munafik, bilang “iya” padahal “tidak”, atau sebaliknya. Bukan menjalankan sesuatu yang tidak LAGI sesuai dengan hati gue. Idealis? Iya. Ternyata.

Thursday, October 02, 2008

FRIEND


Gue pernah nulis di blog ini, gimana posisi atau kedudukan seseorang bisa merubah kepribadiannya. Itu gue liat pada saat gue ada di bawah, dimana gue cuma liat telapak kaki mereka2 yang di atas aja. Ga tau knapa, kok sial banget gue tau2 terlibat masalah ginian lagi, walopun tidak persis sama kejadiannya. 

”Bego luh Yan... ini adalah saat setiap orang harus menyelamatkan muka nya sendiri, tanpa harus mikirin orang lain, apalagi orang itu elu.. siapa siy lu?” 
”Jangan terlalu naif jadi orang.... siapa yang mo selamat, dia harus pinter...” 
”Proses nya ga penting, yang penting result... mo jungkir balikin orang kaya apa kek, yang penting tujuan tercapai...” 
”Lo harus pinter2 baca situasi dong, Yan...” 
”Bukan menjilat, tapi ’menjalin hubungan yang lebih baik dengan atasan, membuat atasan merasa secure, membuat atasan percaya sama kita' itu kata lainnya ya? 

Gue sedih banget lately, karna seseorang yang (gue kira) adalah bukan tipikal orang kaya gitu, ternyata kaya gitu juga. Atau dunia ini mulai berubah ya...? Semua orang berlomba menyelamatkan mukanya sendiri, ga peduli apa itu harus nginjek muka orang lain? Semua orang berlomba menjilat demi mendapatkan kedudukan dan posisi yang bagus? ”Jangan terlalu idealis.” ”Jangan keras kepala.” Begitu yang pernah seseorang bilang sama gue. Mungkin bener gue idealis. Mungkin bener gue keras kepala. Tapi gue ga bisa kerja ga pake hati. Mudah2an, tidak semua orang buta.... At least, Tuhan tidak akan buta

Wednesday, September 24, 2008

BERSEPEDA bersama TUHAN 

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. 
Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. 
Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.. 
Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. 
Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda. 
Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. 
Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. 
Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama. 
Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. 
Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. 
Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! 
Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!” 
Aku takut, khawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa ke mana?” 
Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. 
Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, “Aku takut!” 
Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku. 
Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan … orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. 
Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan … perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami. 
Kemudian, Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita.” 
Maka, aku pun melakukannya. 
Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan. 
Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. 
Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. 
Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. 
Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh … menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus. 
Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata… “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.” 

PS : Thanks to Vic:)

Friday, May 30, 2008

KEY mengubah SEGALANYA 


Kehadiran seorang anak mengubah segalanya. 
Pernah denger itu? 
Rasanya bener. Gue, yang manja, cengeng, teledor, pelupa dll dll... sejak kehadiran baby Key jadi tetep cengeng (heran!), tetep manja (trus, apa yang berubah dari lo?), tapi... gue dipaksa jadi orang yang kuat. Ya iyalah.. gimana ga kuat, tiap hari gendongin anak gue sampe dia bobo pules:p 
Sifat teledor gue masih tetep ada, tapi demi anak gue, harus berubah. Gue harus jadi orang yang bener2 bersih, steril..klo ga, ksian Key. 
Walopun pelupa, gue tetep harus inget, kapan trakhir kali dia mimi, hari ini brapa kali dia pup, trus udah brapa hari dia suhu tubuhnya agak tinggi, tanggal brapa dia harus vaksinasi, dll dll. 
Padahal biasanya, password friendster aja gue sering lupa:p 
Suami gue, tidak lain dan tidak bukan, pelan2 juga mulai berubah. Tadinya dia penyayang barang abis, sampe kadang bikin stress. Tapi sejak ada Key, dia jadi orang yang lebih sabar. Ranjang diompolin, ya udah. Mobil baru kena susu, apa boleh buat (dengan embel2 : nanti jadi bisa beli mobil lagi...minta ampun deh tuh anak!). Ga kebut2an lagi di jalan (lo baru tau Yan, klo suami lo itu mantan pembalap yang sedang menyamar?) 

Intinya, kita berdua dipaksa untuk jadi orang yang lebih dewasa demi anak kita. Yang tadinya masih suka brantem, skarang tetep suka brantem juga, huehehe...tapi bedanya brantemnya bisik2, jangan sampe didenger si Key:p Yang tadinya jalan2 berdua bisa sampe malem tanpa was2, skarang klo pergi2 pasti kepikiran Key mulu, jadi merasa bersalah. 
Tapi ada satu yang tidak berubah... kita berdua masih tetep bisa pacaran kok... dinner di luar berdua, jalan2 ke mall berdua, sementara Key dijagain oma nya. Hanya bedanya, ga bisa pulang terlalu malem, perginya ga bisa lama2, karna ada mahluk mungil yang kehausan di rumah, huehehe:p 

Spending quality times with your loved one (dalam hal ini pasangan lo), bener2 perlu. Bukannya keberatan jagain anak di rumah. Bukannya bosen pengen kluar rumah. Hanya untuk mengingatkan lo, klo masih ada orang yang bisa memperhatikan dan bisa lo perhatiin. Jujur, pertama kali jalan berdua suami gue sejak melahirkan (bener2 jalan2 ya, bukannya ke dokter atau rumah sakit), rasanya kaya kencan pertama kali, huehehe… rasanya kangen banget sama dia, while di rumah emang tiap hari ktemu, tapi tetep aja beda. Dan pas di mobil jalan pulang, rasanya kangen banget sama Key. Lalu kita ketawa2 deh, klo inget2 tampang Key klo lagi mo nangis, rengekan manja klo minta digendong, atau senyum dia klo pagi2 abis bobo. 

Waktu itu, gue sama Alex ke gereja, trus pulangnya mampir ke mall, sperti kebiasaan waktu pacaran dulu. Tapi kali ini, jem 8 udah nyampe rumah Mami:p Key ada di rumah Mami, berbekal asi 2 botol, setumpuk popok dan satu tas perlengkapan laen, such as sarung tangan, kaos kaki, baju, perlak, dll dll. Kaya mo pindahan aja yah, padahal cuma 5 jem:p 

Pas nyampe rumah Mami, pas gue masuk, Key liatin gue mulu, trus dia nangis kenceng, dan baru diem pas gue gendong. Mami bilang, ”Kok ngeliatinnya kaya orang kangen, yah?” Apa bener ya, dia udah bisa ngerasain kangen sama gue? Abis gue peluk, gendong, trus gue susuin, duuhhh dia seneng banget, dan ketawa2 gitu. 

Untuk para suami yang istrinya baru abis melahirkan : Ayoooo, ajak istri lo pacaran lagi. Ajak dia nonton, atau pergi ke manapun dia suka. Ajak dia makan malem di luar, sperti ketika kalian pacaran dulu. Gandeng tangannya, cium pipinya. Ingatkan dia, klo dia itu lebih cantik lagi skarang (in terms of she’s still fat now:p), apalagi karna dia udah jadi wanita sempurna, she’s a mother, you know

Untuk para istri yang baru melahirkan : Klo larangan ”jangan kluar rumah” itu udah kelar (biasanya sebulan atau 40 hari ya), pergi deh berdua sama suami lo. Elo ga perlu mrasa bersalah ninggalin anak di rumah. Asal kebutuhan baby udah tercukupi (popok, susu, baju, dll), dan baby ada yang jagain (oma yang paling bisa dipercaya), just do it. Kencan sama suami lo. Percaya deh, elo akan brasa lebih hepi. Dan ke-hepi-an lo itu, bakal nular ke anak lo. Contoh : air susu makin banyak, atau elo jadi makin sayang sama anak lo. Elo akan sadar hidup ini begitu lengkap. Ada suami lo yang sayang sama lo, orang tua yang sayang sama cucu nya, dan bayi lo yang mungil. 

Hidup ini indah ya:)
BECOMING a real WOMAN
(dedicated to my mom : I love you very very much!) 


Setelah ngrasain hamil, melahirkan, ngurus anak, ngurus kerjaan, skaligus ngurus rumah, gue baru ngrasain susahnya jadi cewek. Cewek/wanita/perempuan ternyata dituntut jadi mahluk serba bisa. Elo harus bisa jadi istri yang bisa ngurus suami lo, ibu yang bisa gede-in anak lo, karyawan yang perform di kantor, ibu rumah tangga yang oke (termasuk majikan yang baik & pengertian), dan seribu peran2 laennya (such as : temen curhat yang baik, konselor yang slalu ada buat klien lo, etc). Gue sangsi banget, gue bisa ngelaksanain itu smua.

Have I told you, kadang gue suka nangis ndiri klo malem… wondering mana bisa gue punya seribu peran kaya gitu? Pada saat badan sendiri rasanya masih amburadul, elo kudu diemin anak lo yang nangis meraung2, nyiapin makan malem suami lo, trus ada PR dari kantor, plus ternyata minyak goreng di rumah abis. Lengkap deh smua, huehehe:p 

Nyokap gue, adalah orang yang bisa melaksanakan smua perannya dengan (hampir) sempurna. Punya 3 anak, jadi karyawan yang baik di kantor, istri yang bisa ngurus suami, dan ngurus rumah juga. Gue inget.. dulu waktu masih kecil, saat smua temen2 gue klo pulang skolah disambut atau dijemput nyokapnya (waktu jaman itu, ibu2 banyakkan jadi ibu rumah tangga), gue cuma nebeng tante gue, atau dijemput pembantu.. rasanya sediiihhh banget. Nyokap gue ngakalin itu dengan telpon gue sehari entah brapa kali, dan selepas pulang kantor, ga ada lagi waktu untuk ngurusin kantor.. smua waktu diabisin ma kluarga, sampe waktu bobo. 

Jadi cewek, ternyata berat ya…. Beda sama cowok, yang sbagian besar peran sbagai kepala kluarga & pencari nafkah (I didn’t say it was easy to be a man. Yakin kok, sama sulitnya, tapi dipandang dari sisi beda. Yah, at least klo jadi cowok, ga akan disalahin klo dapur kotor atau anak nangis karna dah 3 hari ga bisa pup). 

Berikut daftar dosa cewek yang berperan ganda jadi mami/karyawati/ibu rumah tangga : 

Kulit anak merah2 akibat bentol2  mami nya ga becus mandiin anaknya 
Ruam2 akibat popok  pasti mami nya males, makanya dipakein pampers 24 jem (suer, Key cuma pake pampers klo bobo malem doang..) 
Anak nangis mulu spanjang malem  maminya pasti males bangun buat gendong 
Kerjaan kantor ga beres  emang ngapain aja? Bobo klo di kantor? 
Anak buah di kantor stress  dasar atasan nya tuh ga bisa coaching
Performance di kantor menurun  pasti gara2 dah punya baby niy... 
Sabun cuci piring abis  si nyonya rumah ga pernah ke dapur, sampe sabun abis aja ga tau 
Makanan disemutin  nyonya rumahnya males, smua dikasih ke pembantu 
Pembantu minta brenti  majikan nya pelit 

Huhuhu... my God, ternyata jadi istri, ibu, plus nyonya rumah tuh susah amat yaaaaa.... rasanya gue stress, mo nangis klo bayangin itu smua. Blom lagi ngurus suami & ngurus diri lo ndiri.... trutama klo lo ga mo lagi liat sapi atau kudanil ndut tiap kali ngaca:p 

Pernah satu hari... rasanya semua serba amburadul. Hari itu entah knapa Keyla super rewel. Nangis mulu, ga mo ditaro. Digendong terus, harus jalan pula.. jadi digoyang2 gitu, baru diem dia. Udah bobo pules, tapi pas ditaro, langsung bangun lagi & nangis. Jadi deh gue gendongin terus seharian. Ga kerasa, tau2 udah jem 4 sore. Abis mandiin Keyla, perut gue keroncongan, baru nyadar klo gue blom makan dari pagi. 

Serasa blom cukup, pembantu gue hari itu bilang dia mo pulang kampung, karna ada sodara nya yang nikah. My God, langsung lemes deh gue. Malemnya, pas Keyla udah bobo, gue langsung nangis. Rasanya amburadul banget... badan gue sakit semua, tangan pegel, perut melilit, kepala pusing, mual2, mata berkunang2, lengkap deh. Trus klo pembantu pulang gimana coba... bisa apa gue? Ngurus anak aja udah ngabisin tenaga dan waktu gue, apalagi harus ngurus rumah juga? Huhuhuhu... knapa siy serba berantakan? Gue ibu yang buruk, majikan yang ga bisa apa2, nyonya rumah yang bolot, istri yang ga perhatian juga, huhuhuhuhu.... Mana bisa gue jalanin smua itu... boro2 ngurus diri sendiri. 

Anyway... bulan demi bulan berlalu (blog ini gue tulis waktu Key lagi bobo siang dalam posisi tengkurep , jaminan bobo lama & pules:p). Ternyata, gue masih hidup, masih sehat. Ternyata dunia ga runtuh. Walopun mpot2an, rumah gue masih berdiri:p Pelan2 keadaan mulai membaik. Keyla baik2 aja, makin sering bikin ketawa dan suka sok ngerti klo diajak ngobrol:) Rumah gue ga roboh... pembantu gue ga jadi pulang, karna udah nitip uang ke sodaranya. Suami gue masih sama beratnya (klopun dia kurang gizi atau kurang diurus, gue ber-asumsi beratnya turun:p) Dan dapur gue, masih bisa berfungsi semestinya. Yah emang siy, kapan waktu tuh coklat mesis pernah abis, trus beras pernah abis sampe kosong banget... tapi udah ga separah dulu. Minyak, beras, unik pernik sarapannya Alex (roti dll), mulai bisa gue pantau. Kapan abis, yang mana yang harus beli, dll. 

Dan gue? Huehehe.. walopun rontok, gue masih bisa ktawa lebar tiap hari. Hidup gue masih sama, malah gue dikasih bonus sama Tuhan : bisa nyiumin & melukkin Key tiap hari, ngliatin dia ketawa, ngliatin betapa hepi nya dia klo dikasih mimi, nangisnya dia klo pas bajunya dilucutin (pertanda dia mo mandi:p).. God, its so amazing. Tuhan udah memberikan hadiah buat gue. Kebahagiaan memiliki anak, lengkap dengan segala perubahan yang tadinya gue pikir ga akan mampu gue lewatin. Tapi Tuhan udah mengatur semua nya. Dia tau gue akan sanggup ngelewatin ini semua. Dia tau gue bisa melakukannya. Tinggal nunggu 1 peran gue yang akan dateng : kerja. Mudah2an peran2 ini bisa berjalan seimbang, sperti nyokap gue. 

She’s a perfect mom, ecellent housewive, good employee. I love you mom, more than ever.

(RIWAYAT) MENYUSUI


Riwayat menyusui gue, bisa dibilang ga terlalu bagus. Awalnya gue optimis bisa ASI exclusive minimal 6 bulan, bahkan klo bisa 1 taun. Sejak usia kandungan 7 bulan, gue rajin massage payudara (untuk selanjutnya disebut PD, huehehe), dan menjelang kelahiran baby, udah kluar setetes2 air susu nya. Jadi ga kuatir deh, pasti air susu gue banyak. 
Hari pertama setelah melahirkan, diawali dengan inisiasi dini yang mengharukan itu (read the previous blog), tidak terlalu masalah. Tiap kali Key nangis tapi popoknya kering, artinya dia minta mimi. Agak perih di awal, tapi ga papa kok. Yang penting Key bisa mimi (ga tau udah kluar apa blom air susu nya ya), tapi pastinya dia diem kok klo dikasih, huehehe.... 
Hari kedua, makin perih di puting susu nya. Mungkin karna posisi menyusui yang salah di hari pertama dan itu berlangsung sepanjang hari (note : sepanjang hari itu, dia bisa berpuluh kali minta mimi, walopun bentar2). Malemnya, tiap kali nyusuin, air mata gue kluar mulu, ga kuat nahan perihnya. Plus kayanya ASI kluarnya masih dikit2, sementara Key udah aus banget, jadi dia gregetan, makin deh digigit2. Hari ketiga, kluar darah tiap kali nyusuin. Ditambah dengan badan panas-dingin dan ngilu2, gue masih niat nyusuin dia. Dapet salep untuk ngobatin luka di PD, tetep aja perih minta ampun pas nyusuin. Tiap kali mulai nyusuin, pasti gue sesegukan ga kuat nahan sakit nya, huhuhu.. (dasar cengeng lo, Yan!) Pas malem, ga kuat nyusuin lagi, sementara Key nangis2 mulu kehausan. Ditambah lagi Key kuning, jadi harus banyak mimi, biar kuningnya kluar lewat pipis. 
Akhirnya gue mutusin untuk kasih dia susu formula. Sumpah, gue sedih banget saat itu. Tuhan, kok gue jahat amat jadi ibu, ya? Udah bagus2 dikasih PD buat nyusuin, malah gue kasih dia susu formula? Huhuhu… Key minum susu formula dengan lahap. Akhirnya dia bobo tenang, dan kuningnya thank God ga tambah parah, karna dia banyak minum & banyak pipis. 

Sampe di rumah, luka di PD masih blom sembuh. Ada trauma juga mo nyusuin lagi, takut berdarah lagi. Jadi gue pompa PD gue. Perih, tapi setetes demi setetes masih bisa kluar. Awalnya 10 cc doang tiap mompa, yang jelas2 ga cukup sama skali buat Key, cuma cukup buat cuci mulut doang. Tiap 2 jem gue mompa, masing2 mompa kira2 1-1,5 jem. Capek, iya, capek banget... PD sakit, pinggang & punggung pegel. Mana gue pake acara batuk-pilek-demam (cuaca kurang bersahabat yah... yeeee, dasar lo Yan, nyalahin cuaca lagi!), tapi namanya juga demi anak:) 
Dan gue sama skali ga keberatan melakukan itu. Jadi hari2 gue di rumah, sbagian besar waktu abis buat mompa PD. Bener kata orang, makin sering dipompa, makin banyak kluarnya. Dari 10cc, 20cc, 30cc, 40, 50, hingga akhirnya bisa nyampe 60cc skali mompa. Wah rasanya hepi banget loh, ngliat air susu banyak. Tapi teteup, napsu mimi nya si Key ga bisa dikejar. Gue mompa 1 jem dapet 60cc, sementara dosisnya dia udah 80cc setiap 2-3 jem skali. Mana kadang klo gue lagi terlalu capek, cuma bisa dapet 30cc doang, yang cuma jadi pencuci mulut buat Key. Jadi akhirnya gue campur, antara ASI dan formula. Dalam hati gue, tetep ada hasrat buat nyusuin dia langsung, dan kasih ASI exclusive buat dia. Lo tau kan, kadang gue idealis banget orangnya. Walopun Alex, orang tua dan mertua gue fine2 aja ASI dicampur formula buat Key, gue tetep pengen kasih ASI full buat dia. Dan gue tau, klo gue mompa, ga akan kekejar waktunya. 
Jadi gue mulai nyusuin dia lagi. Menekan sgala rasa takut gue, dan ingetan gue akan rasa sakit itu, gue nyusuin dia lagi. Awalnya takut2. Masih sakit, tapi lama2 terbiasa dengan rasa sakit itu. Semakin sakit, karna Key udah terbiasa minum dari botol yang notabene jauh lebih gampang daripada nyusu langsung. Ga usah usaha juga, susunya turun sendiri klo di botol. Sementara klo nyusu dari PD langsung, dia harus usaha sekuat tenaga. Blom tentu kluarnya banyak (wong mompa aja perlu 1 jem buat menghasilkan 70cc:p). Kadang dia gregetan, kok kluarnya dikit banget, ga kaya biasanya (botol)... jadi dia gigit2 & tarik2 PD gue... minta ampun rasanya:p 
Tapi namanya niat, gue tetep coba dan coba, sampe akhirnya ditarik dan digigit pun rasanya udah biasa aja, paling perih2 dikit, huehehe... Gue tetep mompa 1x sehari, untuk jem 3-4 pagi klo dia bangun.. soalnya biasanya gue udah teler klo kudu nyusuin dia lagi jem segitu, jadi hasil pompa gue kasih jem2 dinihari itu. Slaen itu, gue juga dikasih ramuan2 -entah apa namanya itu- buat banyakkin air susu. Dari mulai jamu, rebusan daun katuk & daun pepaya (rasanya gilaaaa... mantep!), sampe ramuan2 cina. 

Dan 1 bulan setelah Key lahir, tepatnya 3 Maret, Key dinyatakan bebas susu formula alias mulai ASI exclusive, huehehe... Know what... nyusuin itu indah banget, loh. Perih2 itu kebales deh sama ngliatin tampang dia klo lagi nyusu. Kliatan banget dia enjoy dengan nyusuin sambil dipelukin, dibelai2 rambutnya, dibisikkin, dinyanyiin.. blom lagi klo abis nyusuin, kadang dia bersuara apa gitu.. gue anggep aja dia bilang ”makacih mami, udah dikasih cucu”, huehehe.... 

Untuk para mami baru yang baby nya hobi menggigit, sehingga PD kalian luka.. sabar yaaaa.. ada resep khusus, diolesin aja pake ASI, trus besoknya udah sembuh. Come on mommy, you can do it.. tetep dikasih ASI nya ya.. bayangin tampangnya dia waktu nyusu dengan nikmat, asli kebales tuh nyeri2:p Untuk para mami yang ASInya dikit… ayoooo tetep brusaha yaaa! Percaya ga percaya, smua datengnya dari pikiran. Percaya aja, klo ASI lo banyak. Percaya klo ASI lo akan mencukupi kebutuhan mimi si baby, dan itu akan terjadi:) Positive thinking (walopun sulit di awal2), banyak mam (itu siy gue ga usah dikasih tau lagi:p), banyak minum, banyak ketawa, dan pelukkin si baby tiap hari, ASI lo akan mengucur deras:) Untuk para mami yang kasih susu formula ke baby nya… pilihan yang sulit ya? Ga papa kok. Gue ga akan nyalahin kalian, gue yakin kalian punya alasan sendiri. Ngerti banget klo nyusuin dan mompa itu perih banget, pedih banget, bikin trauma. Yang penting baby sehat, ga kurang mimi, dan tetep deket sama si baby emotionally.. tul ga? Untuk para mami yang kasih ASI exclusive ke baby nya sampe minimal 6 bulan : SALUT! :)

Tuesday, May 13, 2008

KE DOKTER ANAK 

Sabtu, 9 Feb (penurunan berat badan abis melahirkan : 8 kg) 
Menurut jadwal, Key harus cek dokter, karna pada saat pulang, bilirubin nya masih tinggi. Untung mami bisa nemenin ke dokter, karna gue sendiri masih susah jalan cepet2. Stupid nya, dokter anak terletak di lantai 2, dan TIDAK ADA LIFT di sana (baru abis renov). Jadi deh gue naek ke lantai 2 digendong Alex (sumpah lo, digendong.. dengan berat badan lo yang segitu? Iyaaaa, abis ga ada cara laen.. daripada gue tinggal di bawah sendiri? Secara dokter udah pesen gue jangan naek tangga dulu???) Well, ke dokter anak, lucu juga. Baby lo harus dibugilin (asli, naked.. wihout pampers), timbang, ukur tinggi, baru antri. Dan di sekeliling lo itu, full of anak2. Hari itu, Key blom bisa vaksin, karna ternyata hasil lab nya bilang, kadar kuning masih cukup tinggi. So dokter kasih obat dan cek2 badannya. Ke dokter anak kedua kali, gue ga ikut karna flu berat (demam, batuk, pilek), jadi hanya Mami & Mama yang nemenin cucu nya ke dokter. 
Hasil pemeriksaan kedua Key cukup bagus, kuningnya turun normal, dan berat badannya nambah (ya iyalaahhh.. mimi nya kaya gitu:p) 
Ketiga kali, Key dijadwalkan vaksin. Agak males ke RS yang sama, gue coba ke RS laen yang menurut referensi seorang temen, punya dokter anak yang bagus. Prosesnya mirip, hanya kali ini ditimbang tanpa harus bugil (kurang valid yah?). 
Dokter kedua ini, bisa dibilang lebih muda dari dokter pertama, tapi dia bisa jawab pertanyaan kita yang cerewet dan serba ga tau apa2 ini. Maklum, orang tua baru. Menjadi orang tua Gue jadi ngerti, knapa papi dulu ngejagain gue abis2an. Gue jadi ngerti, knapa papi ngomelin pembokat gue karna gue luka2 akibat jatuh dari sepeda. Gue ngerti, knapa papi & mami susaaahhhh banget kasih gue ijin klo mo kemana2, apalagi kluar kota (jangankan kluar kota, pulang malem aja susah, kcuali pada saat udah bersuami:p). Gue jadi ngerti, knapa papi masih anter-jemput gue saat gue SMA. Gue jadi ngerti, knapa mami slalu nelponin gue klo gue blom pulang... dan nelponin gue tiap hari saat gue udah merit, hanya untuk nanya hal2 standard (lagi ngapain, udah mam blom, si mbak masak apa, dll dll). Gue jadi ngerti, stlah gue punya anak. Dulu gue bingung, knapa klo mo pergi kok minta ijinnya susah banget? Udah pastiiii.. wong anak itu, berharga banget! Liat anak lo nangis, lo bisa ikutan sedih. Liat dia sakit, lo bisa ikut ga tidur semaleman. Liat dia merengek minta digendong, walopun badan lo kerasa mo remuk saking capeknya, pasti lo ga keberatan gendong dia. Jangankan luka... liat ada bentol merah di pipinya, rasanya gemes banget, buru2 pakein minyak. Liat ada nyamuk di kamar, atau semut deket2 baby box, duuhhhhh dikejar deh tuh nyamuk sampe dapet. Huehehe... jadi inget.. suami gue pernah brisik banget di kamar. Pas gue cek, ternyata dia lagi ngejar nyamuk dan bilang, “Awas lo, jangan deket2 anak gue!” padahal nyamuk mah mana ngerti ya:p 
Anyway honey, kita udah jadi orang tua. Finally, proses itu dateng juga. Berbagai persiapan, walo udah disiapin sebaik2nya, ternyata masih banyak kurang dan bolong sana-sini. Nothing’s perfect. But we will try to be the (almost) perfect parents. We’ll give the best to our baby.

Baby Blues Syndrome

BABY BLUES SYNDROME 

Lo pasti udah pernah denger baby blues syndrome (= sindrom abis ngelahirin, ditandai dengan perasaan sedih, ga berdaya, stress, dll dll...) Awalnya gue yakin, gue ga akan ngalamin sidrom itu. Sindrom itu biasa dialami oleh cewek/ibu yang kurang dapet mentally support dari lingkungannya. Mungkin suaminya terlalu cuek, orang tua rese, mertua sok ngatur, atau financially problem sperti mikirin biaya rumah sakit, biaya beli susu, dll. 

Slama hamil, gue yakin, gue ga akan ngalamin sindrom itu. Suami gue baik, orang tua & mertua gue oke, dan walopun tidak sangat berkelebihan, gue toh ga kekurangan apapun. 

Tapi ternyata? 
Diawali ketika baru aja ngelahirin... masih di rumah sakit. Anak gue nangis meraung2, sementara gue ga bisa nyusuin karna puting susu gue luka dan berdarah. My God, rasanya sedih banget... lo tau anak lo membutuhkan sesuatu, tapi ga bisa lo kasih. Blom lagi keadaan badan gue yang rasanya rontok smua. Pegel, sakit, ngilu. Makanan yang harus bener2 dijaga (padahal gue udah bayangin, abis ngelahirin bakal makan enak2 tanpa harus pantang sperti klo lagi hamil), istirahat juga sulit karna di rumah sakit slalu ada tamu, dari pagi sampe malem. (Jangan salah tangkep ya.. gue seneng kok dijenguk banyak orang, artinya banyak yang perhatian sama gue). 

Malem pertama, dilalui dengan aman, huehehe:p Alex masih cuti, dan kita masih lumayan banyak dibantu suster2. Gue bisa nyusuin (tapi ga tau apa ASI klaur apa ga, klo kluar seberapa banyak), so keadaan masih aman terkendali. 

Malem kedua, dilalui bukan dengan aman, tapi dengan amburadul:p Puting susu gue mulai luka, karna digigit Key. Entah karna posisi menyusui yang salah, atau Key yang gemes karna ASI gue kluar dikit. Pagi sampe sore, Key kalem. Tapi malemnya, dia rewel banget.. tiap setengah jem nangis dan minta mimi. Gue masih bisa nyusuin dia. 

Malem ketiga, bisa dibilang sangat amburadul:p Puting susu gue berdarah2. Terpaksa tetep nyusuin Key, karna dia minta mimi terus. Merinding, nahan sakit dan akhirnya nangis, itu yang terjadi. Tapi teteup gue kekeuh nyusuin dia. Malemnya, bener2 rewel banget dia. Gue udah ga sanggup nyusuin lagi, karna badan gue meriang, demam, keringet dingin, dan puting susu gue sakit banget. Akhirnya gue cuma bisa bengong dan gantian gendongin dia sama Alex. Dan..., sindrom itu muncul. Gue nangis dan rasanya sedih banget. Campuran antara ga berdaya, ngrasa ga berguna, payah.... 

You know what, pas mo pulang dari RS, susternya kan bilang, ”Sampe ketemu lagi taun depan ya, Bu.” What? Next year? Another baby? Ga janji deeehhhh:p Ketika udah pulang ke rumah, sindrom itu muncul lagi. Badan gue masih meriang ditambah batuk-pilek, Key nangis minta digendong, tukang sayur yang ga lewat sehingga pembantu gue ga bisa blanja, dan ga ada makanan buat malem.. ditambah lagi sepanci ayam jahe yang kudu gue abisin dalam sehari.. its a full package deh pokoke:p 

Blom lagi perut mules2 dan darah sperti mens masih kluar. Trus ga bisa pup slama 4 hari, bikin perut gue sakit, tapi mo ngeden takut juga.. ngrasa kaya mo melahirkan lagi, huehehe:) So ternyata, the syndrome called baby blues, it does exist

Buat ibu2 yang akan atau baru aja ngelahirin, sindrom itu emang ada. Elo capek lahir-batin abis ngelahirin, dan dalam kondisi capek, pikiran negatif mudah muncul. Tapi mungkin bisa diatasin dengan slalu mikir positif. Klo ternyata susah dan sindrom itu menghampiri kalian juga, ya ditrima aja. Pasrah, sampe akhirnya dia berlalu sendiri. Tetep sayangin anak lo, tapi jangan lupa nyayangin diri lo ndiri juga. 

Buat suami2 yang istrinya akan atau baru aja ngelahirin.. sumpah, support lo perlu bangeeettt buat istri lo. Jangan pernah ninggalin dia pada saat dia baru nglahirin, jangan pernah nanya dokter brapa jaitan yang istri lo dapet (someone said.. itu sama aja dengan klo ada orang tanya, brapa cm ukuran penis lo..), jangan pernah nyalahin dia klo baby nangis atau rewel, jangan pernah bilang dia gendut, dan seribu jangan2 lainnya. Intinya, jangan biarin dia punya pikiran negatif tentang dirinya sendiri. Jangan tanya knapa dia suka bt tanpa sebab, nangis tanpa sebab, dll dll. Jangan DIHAKIMI, tapi DIMENGERTI. 

Dan buat ibu2 yang pernah ngalamin baby blues syndrome & udah ngelewatinnya... ayooooo kita bantuin temen2 yang lagi stress mo ngelahirin, atau sedih karna baru abis melahirkan. Ayooo yakinin mereka klo sindrom itu normal, dan akan segera berlalu. Ayooo yakinin mereka untuk bersyukur atas karunia besar yang baru mereka trima, yaitu bayi. 

God Bless You.

We're Coming Home

WE’RE COMING HOME!

Thu, Feb 7, 2008

Pagi itu diperiksa lagi, ternyata bilirubin Key masih sama, di angka 9.9. 
Berhubung ga tambah naik, kita diperbolehkan pulang. 
Thank God... karna ga kebayang klo gue pulang sendiri, dan Key masih di RS. 
Bisa2 gue bengong2 doang stress di rumah mikirin anak gue lagi diapain di RS. 

Abis beresin administrasi, seluruh kluarga kumpul lagi. Kluarga gue full team, kluarga Alex full team juga.. trus jadi deh kita boyongan ke rumah gue. Pas masuk rumah, lagi2 gue berkaca2 (jadi cengeng banget yah, gue???). Rasanya terharu banget deh, kali ini pulang, udah sama baby Key di pelukan gue. Apalagi pas ditaro di box nya, dengan baju serba pink (korban mode mami nya), di box dan bantal2 senada, rasanya box itu bener2 dibuat untuk dia. 




Sempet foto2 bertiga sama baby & daddy nya. We really love you, baby Key:) 



Anyway, happy chinese new year, everyone! (telat banget siyyyy!) Hari2 selanjutnya, Mami nginep di rumah gue selama 6 hari (huehehe... ga tanggung2.. ga pake jasa babysitter, pake nya jasa Oma-sitter). Gue bersyukur banget deh, ada Mami. Nyokap gue tuh telaten & sabar banget ngurusin Key. Dari mulai mandiin, bersihin,ganti popok...Trus bisa bikin Key anteng, klo dia lagi gelisah. Bisa bercanda sama Key dengan nada suara yang lucu2, padahal Key blom tentu ngerti. Gue banyak banget blajar dari nyokap gue. (Ya iyalaaahhh.. mami udah punya 3 anak gitu lohhh) 

Nyokap juga yang pertama bangun klo Key nangis malem2 minta mimi. I couldn’t do it without you, Mom...

SHE’s My ANGEL

Kelar dimandiin, Keyla (selanjutnya dipanggil Key), ditaro di box kecil tertutup, supaya anget. Gue, yang entah kenapa jadi seger banget, udah bisa ketawa2 sama pengunjung (sepupu gue udah ada yang besuk, padahal masih di ruang bersalin, blom di kamar perawatan). Lalu Key ditaro di pelukan gue, trus kita didorong deh ke kamar perawatan. Hug her for the first time (dalam keadaan bersih maksudnya), waaahhhh rasanya lebih dari apapun juga:) 
Berhubung sistem di Carolus adalah rooming-in, box Key ditaro di kamar gue, bukan di ruang baby. Emang siy, jadi ga bisa istirahat, soalnya tiap dia pipis atau nangis, harus gue liat. Tapi positif nya, jadi bisa deket sama Key 24 jem. Bisa blajar dari suster, cara ganti popok, cara bersihin klo dia pipis atau pup, cara mandiin, dll. Ada saat2 dimana gue ga berdaya beneran deh. Gue kan masih sulit bangun (jangankan bangun.. abis melahirkan, gue kudu bedrest. Setengah hari kedua baru boleh duduk, setengah hari berikutnya baru boleh belajar jalan). Jadi waktu Key nangis2 karna pipis atau pup atau mo mimi, gue cuma bisa liatin dia aja. Untung aja, Alex nginep. Wah, dia bener2 suami & daddy siaga deh. Tanpa malu2, dia nanya suster gimana cara ganti popok yang bener. Dia juga udah bisa bersihin Key klo pipis atau pup. Malah waktu jem 5 pagi Key ga mo bobo, sementara gue udah kecapean nyusuin, Alex gendong Key trus jalan2 keluar kamar, sampe suster2 pada ngomongin:) Waktu Key lagi rewel2nya (ga tau karna aus, karna perubahan suasana, atau karna badannya gatel2 alergi), Key nangis tiap setengah jem skali. Gue masih teler karna badan serasa baru abis perang, ditambah gue kcapean, jadi gue cuma bisa bengong. Alex yang bangun berkali2 buat nenangin Key. Dia gendong Key sambil digoyang2, sambil diajak bicara. Padahal gue yakin banget, dia sama capeknya kaya gue. Lah wong 2 hari ga bobo:p 
Thanks for being a good husband and a good daddy indeed. I love you, honey!

Month 9 + : SAAT – SAAT PENANTIAN

Month 9 + : SAAT – SAAT PENANTIAN 
(kenaikan berat badan dari sblom hamil : 20 kg) 

Menantikan kelahiran baby, sama sperti nyiapin merit, begitu kesimpulan gue & suami gue. Tiap minggu, ada aja yang dikejar. Bedanya, klo dulu, tiap minggu ktemu vendor A, liat vendor B, nego sama vendor C. Skarang, minggu ini beli baju & popok baby, minggu depan beli sprei & sarung bantal untuk baby box, minggu depannya beli perlak & alas ompol. 
Beda yang paling signifikan adalah, klo merit kita udah tau tanggal pastinya, so at least ada yang bisa dikontrol (kcuali cuaca, itu mah berserah aja:p) Sedangkan melahirkan, wahhh... bisa kapan aja. Pernah suatu malem gue rasanya mulessss bangetttt, sampe2 gue pikir, ini dia saatnya. Tapi cuma 1 menit aja, trus brenti. Stlah tanya2 dan baca2 jurnal, ternyata itu adalah kontraksi bayangan, yang biasanya ga jauh jaraknya dengan waktu melahirkan. 
Setelah 38, lalu 39 minggu berlalu dan blom ada tanda2, dokter A bilang kepala baby udah di bawah, tapi blom masuk tulang panggul, hanya bisa nunggu, sambil berusaha banyak gerak dan melakukan senam hamil di rumah. Dokter B bilang setelah di-USG seksama, ada pengapuran di plasenta gue, yang artinya klo dibiarkan parah dan terus terjadi, bisa bikin baby ga dapet supply makanan & udara. Berdasarkan pertimbangan itu (sementara udah hampir masuk minggu ke-40), klo sampe minggu ke-40 baby ga lahir, kita memutuskan untuk caesar, skalian mengangkat kista udah bercokol di indung telur gue selama beberapa taun terakhir. 
Operasi caesar disepakati dilakukan tanggal 5 Februari. Huehehe.. iya dong, biar sama kaya mom & dad & wedding date kami, plus biar masih bisa dapet babi api, jadi deh dilakukan tanggal 5. 

Sat, Feb 02 – Sun, Feb 03 : SHE finally BORN 
Hari itu, gue ga punya firasat apa2. Di pikiran kita masih sesuai rencana awal, yaitu operasi Caesar tanggal hari Selasa, 5 Feb. Kita udah nyusun rencana, untuk masuk rumah sakit hari Senin sore, dan operasi akan dilaksanakan Selasa pagi jem 8. So, nothing to be worried. 
Gue akan ditangani oleh Dokter senior yang pengalamannya udah ga diragukan lagi. Sabtu pagi, salah seorang sahabatnya Alex, Tirta, telp. Dia bilang, “Dian kan bakal Caesar hari Selasa, jadi mending weekend ini lo puasin jalan2 deh, Lex.” 
Sabtu malemnya, kita jalan2 ke Senayan City. Liat pameran mobil, muter2 di Debenhams, mam enak, pokoknya sperti pacaran dulu, cuma bedanya skarang gue udah ndut banget, huehehe:) Kita jalan dari ujung ke ujung (sambil berharap biar bisa gampang ngelahirinnya), naek tangga (bukan eskalator dan bukan lift), nongkrong di Starbucks sambil ngabisin minuman favorit gue. 

Abis itu bobo pules:p Jem 00.30, ketika udah pules bobo, tau2... PLUP! Rasanya ada sesuatu yang meletus... Komentar gue cuma ”ups...” Begitu Alex liat celana piama gue, kok basah, dan ada darah2nya. Kita mencoba tenang, dan sperti yang diajarin waktu senam hamil, gue bersihin di kamar mandi, lalu ganti celana. Begitu kluar darah lagi, gue perhatiin darahnya. Klo itu darah berlendir, artinya jalan lahir sudah terbuka. Tapi klo darah seger (sperti darah mens), bisa jadi plasenta udah lepas. Intinya, both sama2 membutuhkan tindakan, tapi klo darah lendir, artinya prosesnya udah bener untuk bisa melahirkan normal. 

Sadar klo darah nya berlendir, Alex trus telpon Mami & Mama, dan mereka mengatakan 2 hal yang sama : Bawa Dian ke rumah sakit! :p Ujan gedeeee bangeeettt malem itu, tapi thank God ita bisa nyampe di Carolus dengan selamat. Nyampe di ruang bersalin, rasanya masih biasa2 aja. Gue masih bisa jalan jauh, di-data sama susternya, lalu masuk ruang bersalin. Pas priksa bukaan, ternyata udah bukaan 3. Gue masih bisa jalan ke kamar mandi untuk pipis, pup (dikasih obat biar bisa pup), bahkan mam roti & bubur ayam loh! Huehehe.. ga kebayang yah, di ruang bersalin bisa mam roti & bubur ayam:p Malah bisa foto2 pake hp *itu mah dasar narsis:p* 




Bukaan 4, bukaan 5, mules udah mulai terasa, tapi masih bisa ditahan. Rasanya kaya mules2 mens gitu deh. Tinggal tarik napas, buang napas, lumayan buat nahan sakit. Suster yang ngajar senam hamil pernah bilang, jangan teriak, itu akan bikin capek. Dan jangan ngejan sblom bukaan lengkap. Ternyata tidak semulus dugaan... soalnya bukaan gue majunya lama. Pas jem 6, baru bukaan 6, padahal harusnya 1 jam 1 bukaan. Akhirnya jem 6 pagi itu, Dokter meng-instrusi-kan induksi via infus. 
Hiii, agak ngeri bayanginnya, soalnya kata orang2, induksi itu emang mempercepat bukaan, tapi mulesnya bakal ampun2. Tapi yah, demi mempercepat kelahiran & mengurangi resiko bahaya pada janin, gue pasrah aja deh:p Bener aja, abis itu bukaannya jalan normal, tiap bukaan 1 jam. 
Mulai bukaan 8, mulesnya makin kerasa. Tapi teteup, tarik dan buang napas, lalu tarik lagi. Mules muncul, ilang, muncul lagi.. dan makin lama makin sering. Mata mulai kunang2, ditambah dengan kaki kram, napas yang udah tinggal senen-kemis.. tapi teteup, ngejan blom boleh. Jadi cuma narik napas, buang, narik, buang.... 
Di bukaan 9, rasanya udah ga tahan... terbata2 tapi masih sadar, gue minta Alex untuk epidural aja. Mo epidural... biar ga sakit. Alex sempet mikir, tapi finally he said no. Epidural akan bikin gue lebih sakit, sekarang dan nanti. Lagian udah bukaan 9, udah tinggal 1 bukaan lagi, tanggung. Suster udah suruh gue ngejan. 
Bukaan 10, mulesnya udah makin kerasa. Jadi deh gue ngeden sekuat2nya. Tiap kali mules, gue cuma kuat 3x ngeden. Gue inget, susternya bilang gini, ”Dia cuma kuat 3 kali aja”, trus disambung suster yang laen, ”Ga papa.. 3 kali juga udah bagus asal kuat”. Dokter pun dateng.. sementara gue trus ngeden... di kuping gue cuma ada suara Alex aja.. “Rambutnya udah kliatan tuh, Di…” Artinya tinggal dikit lagi? 

Di satu kesempatan lagi, gue ngeden sekuat2nya (rasanya itu tenaga penghabisan:p), trus ada sesuatu benda besaaarrrrr, terlepas. Gue denger Alex bilang, ”Udah lahir, udah lahir!” Trus suara tangis bayi terdengar. Ajaib... mules gue sama skali ilang (suerrr!!!), kram kaki gue ga tau kmana, mata gue ilang kunang2nya, napas gue jadi ringan banget. Lalu bayi itu diletakkan di dada gue. Tuhan, rasanya mo nangis, campuran antara lega & hepi. 

Bayi gue, yang 9 bulan di perut gue, yang gue jaga mati2an, yang tiap malem gue doain walopun blom pernah liat. Tuhan, bayi gue… huhuhu… (hiks, klo inget itu, rasanya mo nangis). Ini anak gue… Ditaro di dada gue, trus kepalanya goyang2 gitu, nyari puting susu. Diarahin sama susternya, akhirnya ktemu deh puting susu gue, trus dia mimi dengan lahapnya. Ya ampuuunnn, lucu bangeeetttt... entah ASI gue kluar apa enggak, tapi ngrasain dia mimi dari gue, untuk pertama kalinya, hiks... rasanya ajaib banget. Kira2 20-30 menit kmudian, dia dibersihin, dimandiin. Gue udah bener2 ga krasa sama skali mulesnya... (yang kerasa waktu itu : laper, huehehe  ini baru si Dian!). Trus gue bilang sama Alex, ”Namanya Keyla ya... jadi kan?” Tanpa ada perdebatan (dia ksian kali sama gue), jadi dia langsung setuju:p


Ini foto Keyla waktu baru lahir, setelah darah dan cairannya dibersihkan


.. keyla, just born ..



Month 7 - 9

Month 7
Siapa siy sapi gendut di kaca itu? (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 10.5 kg)

Pelan tapi pasti, berat badan gue merayap naik. Tau2 celana hamil gue yang dulu kegedean semua, kok skarang jadi pas yah? Padahal udah di kancingin yang paling longgar??? Pelan tapi pasti juga, tiap kali gue ngaca, pasti akhirnya jadi bengong... Ini siapa ya??? Gue.. kok kaya sapi yaaa, gendut bangettt???? Mirip2 busung lapar juga, soalnya perut gendut banget, huehehe.. 

Di bulan ke-7 ini, ga terlalu banyak masalah. Makan lancar (itu mah pastiiii..), bobo lancar.... paling kaki kram dan tulang blakang pegel2, karna beban udah mulai berat kali ya? Kaki bengkak, tapi masih oke2 aja. Ga terlalu masalah buat gue. Paling tiap malem kebangun dan jadi nangis gara2 kram nya terlalu sakit. Tapi diluar itu, rasanya tetep hepi, mo nyambut si baby:)
Here's my 7th month pregnancy pic


Month 8 – KETIKA GATAL itu TAK BOLEH DIGARUK 
(kenaikan berat badan dari sblom hamil : 14 kg) 
Di bulan ke-8 ini, gue kembali diingetkan akan jasa seorang ibu kepada anaknya. Niat gue untuk punya baby juga kembali diuji. Bukan karna gue jadi jerawatan akibat hormon brantakan.. ga terlalu pusing klo soal itu. Bukan juga karna rambut gue rontok. Tapi.... sepanjang hari, dari leher sampe kaki gue, gatel2 semua. Kulit beruntusan, keluar bentol2 kecil.. sampe gue kuatir, jangan2 gue kena cacar atau penyakit kulit sejenisnya. 
”Jangan digaruk... nanti bekasnya ga bisa ilang.” 
”Itu kan awal mula stretchmark.. itu loh, garis2 di perut semasa hamil, dan akan ada seumur hidup lo.” 
”Klo gatel2 itu, artinya si baby lagi numbuh rambut....” 
”Namanya juga peregangan kulit.. jangan digaruk, nanti bekasnya kliatan..” 

Huhuhu.. iyaaa, ga boleh digaruk.. tapi mana tahan:p Pake olive oil, pake mustella cream (yang amit2 mahalnya itu, padahal cuma 1 botol!), baby oil, sampe aer daun sirih, gue jabanin... ga ada yang sembuh, hiks... Pake aer daun sirih lumayan ngangetin, tapi ga terbukti menyembuhkan.. hanya sedikit mengurangi gatel2. Gue, sadar ga sadar, ”terpaksa” menggaruk smua gatel2 di badan gue... sampe suatu ketika gue ngaca .. my God, knapa badan gue jadi kaya gini? Garis2 merah melintang dimana2, kulit kering mengelupas dimana2.. apa yang terjadi klo garis2 melintang itu ga bisa ilang? Pernah gue ga bisa bobo sampe 3 pagi karna gatel2. Mo digaruk, takut merah2nya tambah banyak. Mo ga digaruk, nahan gatelnya sampe kluar air mata & bulu kuduk merinding semua. Akibatnya, kepala jadi pusing dan masuk angin gara2 ga bobo. 

Tau2 gue bisa nangis pas malem2... nahanin gatel yang kaya gini, lebih parah daripada sekedar mual atau pusing. Klo mual atau pusing, elo masih bisa bobo. Bisa minum air anget trus bobo. Tapi klo gatel.. dibawa bobo ga bisa, didiemin ga bisa. Maunya dipakein balsem atau minyak angin yang pedes, tapi ksian baby nya klo dia merasa kepedesan atau kepanasan. Apa bener, dia mo numbuh rambut? Kok gatelnya bisa sampe leher gue? Klo di perut doang, masih mending... Blom lagi kram2 kaki dan tulang blakang yang slalu pegel tiap harinya. Beban di perut smakin nambah, kerja tulang & kaki juga. Kaki gue jadi kaya tales Bogor, bengkak gede banget:p Udah beli sendal 1 nomor di atas nomor biasa, tapi teteup sempit:p Tidur pun ga enak. Telentang salah, karna tulang blakang jadi sakit banget. Hadap kiri salah, karna kaki lo tau2 kram. Hadap kanan salah juga, karna nindih si baby (dia lebih suka di kanan kayanya). Blom lagi gerakan si baby yang bisa kapan aja ribut:p Bobo ga pernah pules jadinya... thank God, gue kebo. Jadi kapanpun kebangun, gue ga akan terlalu sulit untuk bobo lagi:p 

But... smua itu berkurang, pada saat elo ngerasain ada gerakan di perut lo. Gatel2 itu masih terasa, tapi masih bisa ditahan waktu si baby bergerak (entah pantatnya, kakinya, atau tangannya?). Air mata masih menetes, tapi untuk alasan yang berbeda. Kram2 kaki walopun masih sanggup bikin nangis, tapi gerakan si baby membuat elo terhibur. Dia, bayi elo, yang ada di dalam perut lo, mungkin mencoba bilang, ”Sabar yah mami, aku sebentar lagi kluar kok....” atau jangan2 dia sedih karna merasa udah membuat mami nya menderita. For that beautiful reason, feels like i dont mind to be pregnant again, for my second kids, huehehe:p 

Di bulan ini, gue mulai blanja2 keperluan baby. Blanja pertama, popok, baju2 & celana newborn baby. Trus kedua, beli lotion2nya, dari mulai shampoo, sabun, baby lotion, baby cologne, selimut, alas ompol. Ketiga, baskom mandi, maternity pad, newborn pampers.... udah 3x blanja, rasanya masiihhhh aja ada yang kurang. Masih blom beli minyak telon, breast pad, guling... untungnya baby box, kasur, seprei & bumper udah ada yang beliin:p Jadi deh di kamar & rumah gue kaya kapal pecah:p Di sebelah TV ada baby box, baskom mandi yang ditindihin bantal2. Plus gue harus merelakan sbagian baju2 gue masuk koper untuk di-replace dengan baju2 baby:) 

Di week 32 ini juga, gue mulai senam hamil. Huehehe.. lucu loh... sekumpulan ibu2 ndut bergerak2 ngikutin instrukturnya. Saat itu gue tau, gue ga sendirian:) Si ibu A gatel2 tapi ga pernah kram.. si ibu B suka kram tapi tulang blakangnya ga pernah sakit.. si ibu C masih mual sampe kehamilan 8 bulan, tapi ga pernah gatel2.. walopun cuma gue yang dapet paket komplit (mual, pusing, kram, tulang blakang, kaki bengkak, gatel2). Lagian, Tuhan pasti memilih orang yang tepat untuk dikasih paket komplit itu kaaannn:p (menghibur diri) 

Month 9 
(kenaikan berat badan dari sblom hamil : 18 kg) 
Menjelang bulan 9 berjalan, teteup dengan kegendutan, ke-sensitif-an dan kegatelan gue, rasanya excited deh menyambut penghuni baru yang sekarang gerakannya udah semakin ”menggila” di perut gue. Perut gue tuh, bisa tau2 mencong kiri, mencong kanan, huehehe... Masih teteup dengan kaki kram, tulang blakang sakit, kaki bengkak dan sakit. Masih teteup dengan brantakannya rumah dan unik pernik baby dimana2. Tapi.. kali ini ada sedikit perasaan cemas menghantui. Bisa ga ya, gue melahirkan normal... sperti apa ya rasanya.. sakit banget ga ya? Sperti apa baby gue ya… apa gue akan melahirkan pagi, siang, sore atau malem? Kapan gue harus cuti yah.. gimana kerjaan gue? Gimana klo gue mules2 pada saat suami gue masih di kantor… gimana klo gue pecah ketuban pada saat di lift… dan seribu kecemasan lainnya… mengakibatkan mimpi buruk hampir slalu dateng tiap kali gue bobo. Blom lagi gue sempet kebanyakan baca buku dan denger crita aneh2, jadi ngebayangin orang yang dinding rahimnya robek, yang jahitan vagina nya lepas, pendarahan absi2an, ya ampuuuunn deh pokoknya:p Sampe akhirnya gue tiba di satu titik : KEPASRAHAN. Gue milih untuk pasrah aja sama Tuhan. Gue milih untuk menyerahkan smuanya sama Dia. Apapun yang terjadi, gue yakin Dia udah mempersiapkan smuanya untuk gue.

Month 3 - 6

Month 3 – FLEK (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 2 kg) 
7 Juli 2007 : Flek Hari itu, sahabat gue merit di Hotel Park Lane. Wah ecxited banget.. slaen itu meritnya sahabat gue, disana juga tempat gue merit. So ada kenangan indah tersendiri di tempat itu. Hotel itu masih tetap indah, dan akan slalu indah, khususnya buat gue:) 
Pulang pesta, sperti biasa mual. Tapi ketika gue pipis.. ya Tuhan, gue shock banget! Ada coklat2 di clana gue! Coklat2 itu banyak, mirip klo gue mo mens! Langsung lemes… Rasanya ga bisa ngapa2in lagi. Yang bisa gue lakukan cuma manggil suami gue, dan tiduran lemes. Apa yang terjadi.. is the baby ok? Dan sepanjang malem, gue cuma bisa berdoa dalam hati. Tuhan, aku tidak tau kesalahan apa lagi yang aku buat. Maafkan aku ya, klo aku lalai menjaga bayi kecilku. Tolong lindungi dia ya? Plis? 

Besoknya (Minggu pagi), flek nya masih kluar. Sesuai kata dokter semalem, klo Minggu masih kluar, disuruh kesana. Detak jantung masih blom terdengar. USG tidak bisa berkata apa2 juga, karna janin masih ada disana, tapi ga tau gimana kondisinya. Jadi dokter cuma ngasih obat, suruh bedrest lagi, dan 1 minggu lagi dateng ke dia lagi. Dia sempet bilang, ”Klopun ada apa2 sama janinnya, setidaknya jangan sampai membahayakan ibunya.” 
Huhuhuhu.. gue ga mau itu! Gue mau bayi gue selamat, bukan sekedar tidak membahayakan gue. Huhuhu.. rasanya itu jadi 1 minggu terlama dalam hidup gue. 

8 Juli 2007 : Pemberkatan Rumah Apa boleh buat... hari itu ada pemberkatan rumah kita. Gimanapun kondisi gue, tidak mungkin dibatalin, karna kita udah mengundang banyak orang. Mulai dari kluarga, sodara, orang2 lingkungan, sampe beberapa temen deket. Ada misa juga, dan ngundang Romo juga. Akhirnya gue cuma bisa duduk pasrah, dan berharap semua baik2 aja. Orang2 lingkungan banyak banget yang dateng, out of our expectation (makanya makanan jadi kurang, huehehe:p). Temen2 deket juga dateng, sodara2 juga. Hmmmm gue jadi hepi ktemu sama mereka. Mungkin ini cara Tuhan supaya gue hepi ya... ga kepikiran macem2.. walopun gue sempet nangis sama nyokap gue, takut si baby kenapa2. 

Month 4 – THE FIRST HEARTBEAT (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 4 kg) 
Selanjutnya, yang ada adalah perasaan was2. 1 minggu setelah bedrest gue selesai, gue ke dokter lagi. Dan detak jantung masih blom terdengar juga. Dokter suruh dateng 1 minggu lagi. Selama 1 minggu itu, yang ada adalah perasaan waspada yang luar biasa. Apa yang terjadi... my baby, are you ok? Knapa detak jantungnya blom terdengar? Padahal gue baca di buku2, di web2, 3 bulan harusnya udah terdengar. Akhirnya Alex dan gue memutuskan... klo detak jantung blom terdengar, dan gue harus istirahat tambahan, I’ll take the unpaid leave. Entah itu sebulan, dua bulan.. pokoknya we’ll do anything to save the baby. Dan kita juga udah sepakat.. apapun hasilnya, bagaimanapun kondisinya, apapun hasil periksa dokter hari ini, kita akan menerima nya. But you know... deep inside my heart, I can still feel the baby. He/she’s still alive. Cuma mungkin gue dan Alex harus bersabar… untuk dapat mendengar detak jantungnya. Pas di dokter, anehnya, gue ga deg2an lagi. Gue udah bener2 menyerahkannya sama Tuhan. And you know what… finally we can hear the heartbeat!!!!!!!! The baby’s heart is beating!! Wow.. that’s amazing… really. Hiks.. langsung deh gue berkaca2. He/she’s exist... good job, babe:) Kebayang ga lo.. ada kehidupan lain di perut lo.. ada janin yang sedang bertumbuh di rahim lo.. ada miniatur lo atau suami lo! Ada mahluk mungil, hasil buah cinta lo dan suami lo! Ada seseorang yang tidak berdaya, dan menggantungkan seluruh hidupnya sama lo! Klo elo makan, dia ikut makan. Dia minum smua yang lo minum. Dia ngrasain apa yang lo rasain... Pantesssss.. akhir2 ini klo mam ribs, kok gue doyan banget??? Itu pasti karna baby nya... *dasar! Itu emang lo aja yang rakus!* PS : Mual2 dan allday sickness nya mah teteuppp.... 
Foto ini diambil waktu married nya Koko di Gereja, 16 Sept 2007, the pregnancy was 4.5 month

.. koko's wedd ..
Month 5 – Makaaannnn…. Huehehehe:p (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 6 kg) 
Gue ga pernah lagi sulit makan. Mual udah jaranggggg bangetttt. Sebaliknya, makanan apapun rasanya bisa masuk ke perut gue. Pernah suatu kali gue kelaperan banget.. dan gue kebayang bisa mam 1 paket whooper di BK (plus big portion of french fries), mie bintang gading ukuran besar, double scoop of ice cream, beef lasagna pizza hut… hmmm nyammmm…. :p 
Here's my pic, on my 5.5 month pregnancy

.. ray's wedd ..


16 Agustus 2007 : The First Met 
Ari ini, rasanya bahagiaaaa bangettttt... Ga nyesel deh sakit2:p Sore2 ke dokter (karna udah jadwalnya..), dan di-USG. Detak jantung terdengar udah mulai keras.. kaya orang deg2an gitu, lucu deh:) Trus pas di-USG.. my God.. he/she’s there.. complete with head, hands, legs, feet.. Tangannya ga kliatan jelas, agak menempel di badan (posisi nya kaya telungkup gitu.. persis sperti yang gue liat di buku2). Dan kaki nya.. nendang2 gitu.. lucu bangeetttt :) Wahh, kok blom kerasa tendangannya ya? Kata Dokter, karna masih kecil.. klo udah 5 bulan lebih, baru bisa kerasa tendangannya. 
Duuhhh.. baru ngliat gambarnya di layar monitor yang ga gitu jelas aja, rasanya udah seneng.. klo udah lahir beneran, rasanya sperti apa, ya? Hey little baby, here’s mommy & daddy.. looking at you, love…. 

6 September 2007 : The First Move 
Rasanya hari ini patut dicatet dalam sejarah:p Besok suami gue harus ke Jogja untuk meeting kantor. Sperti biasa, tiap malem kita ajak ngobrol si baby. Alex nempelin kepalanya ke perut (gendut) gue:p ”Besok Daddy harus ke Jogja ya… kamu baik2 sama mommy ya. Hari Minggu Daddy udah pulang, bisa ngobrol sama baby lagi.” Tau2.... duk!! Wahhhh... dia bergerak! Bukan hanya bergerak.. tapi nendang! Rasanya nendang sekuat tenaga! My God... kita langsung kaget. Terserah mo dibilang norak atau kampungan, tapi gue bener2 seneng banget. 
Slama ini cuma liat di USG klo dia bergerak2.. tapi blom pernah ngerasain. Dan malem ini, tau2 dia nendang kenceng banget! Huaaaaa..... langsung deh hari itu bobo sambil tersenyum sampe pagi:p 

Month 6 – Masih makan… (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 8 kg) 
Another Worries : 8 Oktober 2007 
Tanggal 5 Oktober, gue ke dokter untuk kontrol bulanan, sambil berharap jenis kelamin bayi bisa ketauan hari ini. Ga tau knapa, dari sejak di kantor, baby gue jarang banget bergerak. Dieeemmm aja. Padahal mommy-nya lagi ulang taun... Pas USG, masih blom jelas jenis kelaminnya, blom bisa dipastikan. Tapi yang jadi concern gue bukan itu. Gue lebih concern sama tidak adanya gerakan bayi. My baby, whats up with you? Are you ok? Biasanya dia aktif, nendang kesana-kesini. Atau at least, he/she moved, at least once, seen in the monitor. Tapi knapa pas di-USG itu, dia cool banget, ya? 
“Detak jantungnya masih kenceng, Bu,” begitu kata dokter, berusaha mengurangi kekuatiran gue. Tapi tetep aja.. ibu mana yang ga kuatir klo ada apa2 terjadi sama anaknya? Apalagi anak ini masih ada di dalam perut? Btw, makan gue smakin menggila niy… gila yahhhh.. rasanya tiap 2 jem skali, gue mesti ngemil. Beli di koperasi... minum susu lah, beli kue lah, makan lontong, roti atau pastel. Mama kan tiap hari bawain gue bekal makan siang, tapi yang terjadi adalah : - Pagi gue sarapan (roti setakep & susu hamil) - Jem 10 : mam bekal Mama - Jem 12 : lunch - Jem 3 : ngemil - Jem 5 : ngemil - Jem 7 : dinner - Jem 8 : yoghurt - Jem 9 : susu hamil Gila yah, gimana ga mo jadi babi, coba?

Ini foto gue waktu hamil 6.5 bulan, mancung ya bow, perut nya?


9 MONTH (part 1)

Month 1 – TEST PACK (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 0 kg) 
Iseng2, gue beli test pack… huehehe, benernya Alex yang beli.. kebayang ga siyyyy, dia yang beli gitu loh… mungkin disangka “ini cowok pasti mo cek apa ceweknya hamil apa ga” – just in case mbak2 apotiknya ga ngliat cincin kawinnya:p 
22 Mei 2007 – pagi itu, masih di rumah mertua. Bangun jem 5 pagi, gue & Alex berjingkat-jingkat kluar kamar, trus ke kamar mandi. Baca2 petunjuk di lembaran test pack, lalu bingung2 sebentar... ”begini bukan yah cara pake nya..” ”kaya gini kali yah”... huehehe.. Urine pertama di pagi itu, ditampung di bidang datar.. trus di kedalaman tertentu, masukkin test pack nya, dan bum! Tunggu aja.. whats the sign... garis pertama muncul dengan cepet... lalu... tidak ada apa2 lagi stlah itu. Sambil menahan kecewa, kita senyum2 aja. 
Yah.. baru 2,5 minggu merit, wajar dong klo blom berhasil (masih disuruh ”belajar” dulu sama Tuhan:p). 

Tapi entah napa gue ngrasa agak sedih. Soalnya di satu sisi kecil hati gue, gue sperti ada feeling klo gue udah hamil... karna makan gue yang makin banyak? Atau gue yang tiba2 jadi sering berhati2 klo jalan? Karna kadang ada sedikit mual kaya sakit maag? Ga tau... Anyway, saat itu gue berpikir.. masih penganten baru, disuruh honeymoon dulu sama Tuhan:) Alex juga sedih, tapi ngliat gue lebih sedih, dia cuma senyum2 aja, dan bilang, “Ga papa.. emang blom waktunya. Nanti kita coba lagi…” Huehehe, coba apaaaaa tuuhhh maksudnya:p 

6 Juni 2007 Sehari sebelumnya, gue minta tolong Mami bliin test pack di apotik, tanpa bilang2 suami gue. Ada suatu perasaan... sedikiiiittt aja, untuk mencoba sekali lagi. Kali ini, sendirian aja.. supaya klo hasilnya negatif lagi, yang kecewa cuma gue sendiri. Akhirnya pagi itu... pelan2 HP gue bergetar jem 4.30. Berjingkat2 lagi (tapi kali ini sendiri), ke kamar mandi. Beralas gelas aqua kosong, kali ini sudah dengan perasaan pasrah dan menarik napas dulu sblom nya... lalu masukkin test pack nya. Satu garis muncul... udah? Pelan2, satu garis lagi muncul. Huaaa??? Ada 2 garis?? Maksudnya???? Kok garis kedua samar yah??? Huhuhuhu.. hasilnya jadi apa yah??? Hamil ga siy, gue???? 

Gue nahan diri bangetttt untuk ga crita ke Alex. Tapi test pack nya gue masukkin ke amplop, trus amplop nya gue taro di tas dia, tempat dia naro kunci kantor. Huehehehe.. klo dipikir2, kok bisa yah, gue yang bawel dan super pecicilan ini, bisa2nya nyembunyiin rahasia itu dari dia... padahal dia bisa2 baru buka tas itu sore2. 10 menit setelah nyampe kantor (Alex slalu misscall gue klo dah ampe kantor), dia telpon gue. 

Kata2 pertamanya dia, ”Kamu masukkin test pack ke tas aku yah?” dengan suara penasaran. Huehehehe.. pagi2 surprise nya udah ketauan deh.... Dan gue ga bisa nahan air mata waktu denger suara dia seneng banget. Baru abis itu dia merongrong gue dengan beberapa pertanyaan, ”Kamu test pack sendiri? Kapan? Kok ga bilang2? Siapa yang beli test pack nya?” Huehehe... denger dia begitu excited, rasanya lebih hepi daripada melihat garis kedua di test pack tadi pagi. My God, life is beautiful:) 
Tuhan, tolong jaga bayi kecil kami, ya? 

.. the legend test pack ..

Month 2 – JADI HAMIL TUH KAYA GINI..... (kenaikan berat badan dari sblom hamil : 0 kg) 
All Day Sickness 
”Lo dulu suka nyusahin nyokap lo. Lo tuh bandel. Waktu nyokap lo lagi hamilin lo, dia mual2 sharian dari pagi sampe malem. Mana lo bandel banget, di kandungan sampe 10 bulan, bikin susah aja. Pake acara sungsang, lagi!” Kata2 itu sempet terlintas di otak gue. Gimana enggak... Gue mual2, dari pagi sampe malem, bo! That morning sickness syndrome, only a joke for me.. cause I had these allday sickness! Dari pagi ampe malem, mual2, pusing, ga bisa mam, lemes, dll dll. Ya ampunnn, apa gue sgitu bandelnya waktu kecil, ya??? Mamiiiii, I’m sorry for everything I’ve done to you!! 
Jujur, awalnya gue sempet stress. Gimana enggak.. too many rules, ga boleh mam ini, ga boleh mam itu, minum susu 2x sehari (do you know that I really hate milk so much?), ga bisa mam apa2, liat sayur eneg, liat buah mual.. padahal sayur & buah itu is a must. Mo ga dimakan, nanti ksian si baby ga dapet makan. Mo dimakan, gimana caranya supaya ga mual… 
Ya ampun, jadi begini rasanya hamil? Trus kok bisa2nya ada orang punya anak sampe 5 atau 6, ya? Gubrak!! Huehehe.... 

.. 2 months pregnancy

Pingsan 
Cobaan yang paling berat adalah.. ketika suatu kali gue pingsan di kantor. Pagi itu, ga tau napa, rasanya pusing banget. Berhubung hari ini adalah jadwal gue kasih training, jadi gue kudu masuk. Dari pagi udah ga bisa mam karena mual, jadi gue cuma minum susu aja. Jem 10an, gue mam apel. Ga tau apa yang terjadi abis itu.. gue cuma inget, mo ke kamar mandi, trus tau2 pusing dan gelap. Ternyata, gue pingsan, bo!!!! Sempet ngrasa ada yang gotong2 gue siy.. rasanya kaya bobo-bobo ayam gitu. Abis itu beneran sadar, ternyata gue udah ada di klinik.. lengkap dengan orang2 mengelilingi gue. Yang terlihat waktu itu.. knapa smua orang rasanya berputar2, ya? 
Tau2, Mas Didik (petugas klinik) terdengar manggil nama gue berulang2. Tau2 gue udah disuapin sama Mbak Laksmi (giliran mam aja, inget deh!). Tau2, boss gue juga udah ada dan bilang ”Ga usah mikirin kerjaan..” (pasti disuruh Mbak Laksmi, huehehe!) 
Tau2, ada suara suami gue, manggil2 gue tepat di kuping gue, “Sayang... bangun, yuk...” I thought I was dreaming. I thought it was my imagination. Tapi ketika gue buka mata gue, its him! Its not my dream or imagination, its real! Pas liat dia, gue ga bisa bilang apa2 dan langsung nangis… My God, what did I do? Did I do something stupid that could hurt my baby? 

Begitu liat gue bangun, dan liat gue nangis, suami gue bilang, “It’s ok, honey. Ga ada apa2. Semua baik2 aja.” Kata2 itu, dan sorot matanya, yang ga akan pernah gue lupain sampe skarang.. rasanya gue jadi yakin klo smua baik2 aja. Klopun tidak baik2 aja (amit2, tok tok tok!), pastinya akan bisa kita hadapi berdua. Abis itu kita langsung ke Dokter. Thank God, dokternya ada di rumah. Dia langsung periksa gue. Tekanan darah masih agak rendah, mungkin itu yang bikin pusing. Trus gue di-USG. 

Guess what.. pas liat hasil USG nya, dokter bilang, “Puji Tuhan! Itu anaknya tuh Pak… masih keciiilll, tapi letaknya bagus dan normal. Jadi harus dijaga baik2 ya, Bu.” My God.. itu dia.. my baby.. so tiny.. still alive. Hiks, sampe ga bisa nahan air mata. 

Thanks to : Tasha, yang pertama kali menemukan gue terbaring di lantai. Remon & Roland, yang udah menggotong gue ke klinik.. gue berat ya? Huehehe.. maap yaaa:) Mas Didik, yang udah bikin gue sadar dengan alcohol dan minyak2 ramuannya… Mbak Laksmi, yang udah bangkitin semangat gue untuk makan, walopun rasanya ga karuan. Shinta, yang udah mijitin kaki gue waktu di klinik.. teler2 gitu, masih bisa ngrasain loh, Shin:p 

My hubby, yang tidak panik walopun keadaan amburadul.. you’re my truly strength. Dokter ku, terima kasih ya, udah kasih liat hadiah terindah dalam hidupku. Terutama, thanks to Jesus.. yang udah melindungi bayi kecilku.. 

Dan.. peristiwa itu.. diikuti dengan bedrest 1 minggu.

Wednesday, May 07, 2008

GIVING YOUR VIRGINITY 

Menyerahkan harta benda lo yang paling berharga (keperawanan), bukanlah hal kecil. Ketika elo setuju untuk menyerahkan itu, seharusnya udah ada komitmen dari 2 belah pihak. Dari si cowok, untuk slalu ada di sisi ceweknya. Dari si cewek, untuk slalu menjaga kepercayaan cowoknya. Tapi ketika komitmen itu dilanggar.... Klo elo adalah cowok, ... bastard! Dasar bajingan tengik.. pengecut yang ga ada nyali nya. Kemana aja lo.. giliran ada mau nya, buat nurutin napsu buaya lo itu, elo sampe maksa ngambil kegadisannya. Klo elo adalah cewek, ... pasti ada alesannya, knapa elo ngelanggar komitmen itu, padahal jelas2 kegadisan lo udah diambil. Klo alesannya adalah elo udah ga sanggup pacaran atau hidup sama cowok lo.. gue setuju. Pada saat elo menyerahkan kegadisan lo, gue yakin, elo lagi cinta mati sama dia. Tapi ketika dia udah dapet yang dia mau, dia akan berubah. Elo udah bikin 1 kesalahan dengan menyerahkan kegadisan lo ke orang yang bukan suami lo. Jadi jangan ulangin kesalahan itu lagi dengan tetep bersama dengan orang yang udah ngambil keperawanan lo, padahal orang itu ga pantes buat lo. Tapi.. klo alesannya adalah elo yang ga bisa jaga komitmen itu.. elo yang tertarik sama orang laen, atau elo yang bosen sama laki lo.. mungkin itu adalah salah lo sendiri. Pada saat elo udah matahin komitmen itu, padahal jelas2 cowok lo itu udah bersedia bersama lo, ... dan suatu saat elo minta dia balik lagi ke elo, dengan alesan dia udah ambil keperawanan lo... bukankah elo seharusnya berpikir ulang.. siapa yang dulu melanggar komitmen itu? Memberikan kegadisan lo.. ke orang yang bener2 elo sayang, ke suami lo, atau at least ke orang yang elo yakin bakal jadi penamping lo seumur hidup.. rasanya bener2 amazing. Sama seperti memberikan kado pernikahan terindah buat dia. Sama sperti ketika suami lo tau elo masih perawan, diantara 99% cewek yang udah ga prawan di dunia... buat mereka, rasanya sperti mendapat karunia indah yang tidak bisa dilukiskan. Klo cowok lo baik, dia akan menerima keadaan lo,apa adanya. Either elo masih perawan atau enggak, as long as elo sayang sama dia, dia pasti dont mind. Tapi klo elo masih perawan, rasanya seperti memberikan seluruh dunia untuk dia. Rasanya akan berbeda, trust me:) Jadi, klo elo masih perawan... jangan rusak itu. Gue ga punya hak untuk menghakimi cewek2 yang udah memberikan kegadisannya ke orang yang bukan suaminya. Walopun kolot, gue juga harus open minded. Dan gue ga menyalahkan cewek2 yang memberikan kegadisannya ke orang yang bukan suami nya. There must be some reasons to do that. One thing for sure, jangan pernah kasih kegadisan lo hanya gara2 napsu. Berikan itu ke orang yang tepat. Bisa jadi itu cowok lo (yang bener2 elo sayang, dan juga sayang sama elo), lebih bagus lagi klo itu suami lo.
Tue, Jan 29 2008

Hari kedua dari cuti 3 bulan gue, ada 1 acara TV yang menggugah hati deh. Di salah satu TV swasta yang sedang merangkak naik, judulnya Backstreet. Kata pembantu gue, “Acaranya lucu, Bu. Biasanya orang sembunyi2 pacaran, trus kasih tau orang tua atau temen2nya.” 

Yah daripada ga ada kerjaan (dvd udah abis dan barusan aja bangun bobo siang), gue nonton juga deh tuh acara. Acara ABG, mirip2 Playboy Kabel dan Katakan Cinta, reality show pertama tentang anak muda. Backstreet kali ini bercerita tentang pasangan muda (Aldi & Novi) yang pacaran ngumpet2, karna ga dikasih sama kakak2nya Novi yang (katanya) galak. 
Tugas Backstreet Host adalah mencari cara supaya finally pasangan ini dikasih ijin pacaran sama kakak2nya Novi. Profil pasangan ini adalah sebagai berikut : Novi adalah seorang gadis imut, cantik, bersih, kalem, rambutnya panjang, kerja part time di sebuah cafe. Sedangkan Aldi, adalah seorang cowok cuek berpenampilan brantakan (you know, rambut gondrong, topi kupluk, jins robek2), anak jurusan kesenian yang hobby nya maen teater. 

Solusi pertama dari host adalah menemui kakaknya Novi langsung di tempat kerjanya, dan langsung gagal.. soalnya kakaknya Novi pas liat Aldi, langsung marah2 dan narik adiknya pulang. (Ternyata, hubungan mereka udah ga disetujuin abis2an dari awal). 
Solusi kedua adalah dengan make over alias merubah penampilan Aldi habis2an. Mungkin rambutnya bisa dipotong (gue aja liatnya gerahhhh bangettt.. poni di sepanjang muka:p Tauuu dehhhh, yang abis gunting rambut:p), dan bajunya sedikit lebih rapi. Jadi deh hari itu, Novi nemenin Aldi nyari baju rapi. Blom sempet terlaksana, malemnya kakaknya Novi (kali ini kakaknya yang cowok, yang ternyata sengaja buntutin adiknya), dateng ke tempat Aldi latian teater (sialnya Novi juga ada disitu). Kakaknya marah2 (sumpah gayanya blagu banget). Aldi juga ga bisa nahan emosi, jadi mereka brantem sampe gebuk2an gitu, untung dipisahin sama temen2nya Aldi. Akhirnya Novi ditarik pulang (lagi) sama kakaknya. 

Besoknya, Aldi ktemuan sama host di sebuah cafe. Novi telpon, ngasih tau klo dia kabur dari rumah, dan sedang menuju cafe itu. Pas nyampe disana, dia langsung meluk cowoknya, dan crita dengan terbata2 klo dia kabur dari rumah, akibat brantem sama kakak2nya. Ternyata Novi (lagi2) dibuntutin kakak2nya, dan langsung naek darah begitu liat adikknya lagi sama Aldi di cafe itu. 
Kakaknya yang cowok hampir gebuk2an lagi sama Aldi, sementara kakaknya yang cewek marah2in Novi. “Lo tuh adik kita satu2nya. Kita cuma bertiga skarang.. sama Mama. Papa udah ninggalin kita dari lama. Kita cuma mau yang terbaik buat lo.” 
Novi cuma bisa nangis2 aja, sambil sesekali bilang klo ”jangan liat orang dari penampilannya.” Dan elo tau, apa yang dibilang Aldi? Abis gontok2an sama kakaknya Novi yang cowok, dia akhirnya minta waktu untuk bicara sama Novi. 
Dia bilang, “smua udah terlalu sulit untuk dilanjutin. Sampe kapanpun ga akan bisa”, jadi dia memilih untuk menyerah. “Gue sayang sama lo, tapi hidup lo akan lebih bahagia tanpa gue” bla bla bla.. yang intinya, dia memilih untuk brenti berjuang, karna merasa smua terlalu sulit. 
“Gue ga akan gangguin lo lagi, atau kluarga lo lagi.” 
Sementara kakak2nya Novi bilang “Gue pegang kata2 lo” dan “Jangan gangguin adik gue lagi,”, Novi cuma bisa nangis2 sambil ngeliatin Aldi dengan tatapan ga percaya. 
After what she has done to keep the relationship going, cowoknya segampang itu lepasin dia? Dan akhirnya, Aldi meluk Novi, untuk terakhir kalinya, katanya. Novi masih sempet bilang, “Gue sayang sama elo”, sblom kakaknya narik dia, dan nyeret dia pulang. 

Kejadian betulan ini, bikin gue teringat sama beberapa kisah yang terjadi sama orang2 yang gue kenal. Betapa sedihnya, klo orang yang elo bela2in itu, orang yang udah bikin lo menentang kluarga lo dan orang2 terdekat lo, ternyata memilih untuk ngelepasin lo. Walopun dengan alesan2 basi, sperti “lo akan nemuin orang yang lebih baik dari gue”, atau “lo terlalu baik buat gue”, atau “gue ga mo jadi batu sandungan buat lo dan kluarga lo”… that’s bullshit! 

Apapun alesannya, klo lo milih untuk lepasin orang yang lo sayang (apalagi orang itu udah berkorban banyak buat lo, termasuk ngelawan kluarganya sendiri), artinya lo ga cukup cinta sama dia. Artinya elo lebih sayang sama diri lo sendiri daripada dia. Sampe2 host nya bilang, mereka kecewa sama Aldi, karna mereka ngrasa yang dilakukan blom maksimal, baru sebatas ini aja.. but Aldi had decided to quit

Buat temen gue yang sedang berjuang meyakinkan kluarganya tentang pilihan hidupnya, terus berjuang ya. Slama lo yakin dengan pilihan lo (dan yakin lo ga cinta buta), ikutin kata hati lo aja. Buat pacarnya temen gue yang sedang berjuang meyakinkan kluarga pacarnya, jangan nyerah yaaaa. Emang itu berat, terutama klo berkaitan dengan ego dan harga diri. Dont you ever, ever let her/him go... yakinin kluarga nya klo elo pantes buat anaknya. Dan yakinin pacar lo, klo elo worth to be kept. You guys, jangan putus asa yaaaa... as long as you love each other, keep the faith inside. Just believe that true love never end:) (idealis banget yah?)