Sunday, March 10, 2013
Tuesday, February 19, 2013
Happiness
I’m back J
Salah ya, harusnya “I’m
baaaaccckkkkk!” :p
Ga tau nih, kesambet angin
apa gue nulis yang serius beginian:p
Salah satu kerjaan gue
di kantor adalah being a (good) counselor. Harusnya sih seputar karir dan
kerjaan aja ya, dan hal2 seputar itu. Tapi kenapa akhirnya melebar, jadi masalah
keluarga, masalah cinta, masalah keuangan? Ya udahlah, terima aja itu nasib:p Prinsipnya
kan ga boleh menolak klien, hehehe..
Halloooowwww? Who are you? Get a life! Everybody has their own life...
Jangan menggantungkan
kebahagiaan hidup lo sama SIAPAPUN!
Pacar, perusaahan tempat lo kerja, teman.
Kalau lo merasa ga hepi
dengan kerjaan lo, temen2 lo, FIND a way.
Kalau lo ga hepi dengan pacar lo, FIND a way.
If life is being
unfair, kenapa lo ga cari jalan yang menurut lo fair?
Lo berhak memilih yang
terbaik buat lo.
Jadi kalau perusahaan
ga bisa bikin lo hepi, why don’t you just quit? You choose your own way!
Alih2 daripada rumpi dan mengeluh tentang your unhappiness, why don't you just look for your own happiness?
But IF you decided to
stay, you take it...for granted.
Seperti ketika berusaha
menerima pasangan hidup lo dengan segala kekurangan dan kelebihannya.. the
company you’re working for, pasti punya plus dan minus.
Kalau masih pacar,
boleh dong diputusin. Tapi kalau udah jadi suami, masa kudu cerai?
Hubungan perusahaan dan
karyawan, menurut gue, lebih mirip seperti hubungan orang pacaran. Kalau kecewa
dan ga bisa terima lagi dia apa adanya, putus aja, cari yang lain.
Sama aja kaya kerja.
Kalau lo ga bisa lagi mentolerir kantor lo, ga hepi lagi, carilah kebahagiaan
lo sendiri.
In the other side, banyak
yang pingin balik ke pacar lama, karena ternyata pacar baru ga sebaik harapan.
Hmm kadang kita emang harus kejedot ya, baru bisa bersyukur.
Sebagian teman yang
udah resign dan dapat kerjaan baru, banyak yang pingin balik. Rumput tetangga
yang dulu hijau, ternyata busuk juga pas udah jadi rumput sendiri. Prinsipnya, orang baru bisa bersyukur setelah kehilangan.
Teman yang dapat pacar baru, ada juga yang kangen pacar lama, tapi mostly hepi dengan the new one.
So kemungkinan selalu ada kan...
Dan apa itu yang
namanya “habis manis sepah dibuang”.. menurut gue ga ada.
Selama lo kerja,
perusahaan udah membayar lo, menggaji lo tiap bulan, dengan selayaknya. Kalau
suatu saat lo tidak bisa berkontribusi dengan seharusnya, atau tidak sesuai
lagi dengan misi perusahaan, adakalanya lo harus cabut. Perusahaan ga pernah
punya hutang sama lo. Jasa2 lo di masa lalu adalah sudah sepantasnya, secara lo
juga digaji gitu, loh. (lain lagi kalau perusahaan nunggak alias ga bayar gaji
lo yaaa.. kalau itu mah perusahaan ngutang namanya!)
Tapi as long as lo
dibayar teratur tiap bulannya, artinya perusahaan ga berhutang apa2 sama lo.
Kerjaan lo adalah tanggung jawab lo.
Kalau lo dirasa udah ga
bisa contribute lagi (atau malah bikin minus, wkwkwk), sepantasnya lo cabut
dengan sukarela, dengan kepala yang masih bisa diangkat tinggi.
Daripada ngedumel tiap
hari ga karuan.. Nyalahin perusahaan, nyalahin atasan, nyalahin teman2.. Hmmm
maybe you should look at yourself in the mirror. Are you choosing the right
way? Are you giving the best? If so, why everything around you going wrong?
Kalau lo udah berusaha
memberikan yang terbaik, bersikap baik, kenapa semua lini hidup lo bermasalah?
Keluarga, romance, atasan, teman2, pekerjaan?
Ah, buat yang terakhir
ini, ga pantas ya gue tulis. I hate judging, and who am I to judge? Sori, ya.
Just remind you to
fight for your happiness. You deserve to get it.
In company, in romance,
in life, go get your happiness. Not others, but yoursJ
Wednesday, September 12, 2012
Test Pack (You're My Baby)
Kemarin akhirnya gue nonton Test
Pack. Film yang udah gue nanti2kan sejak bertahun2 lalu. Suka banget sama
novelnya sejak cetakan awal (klo ga salah, covernya warna biru tua). Sialnya,
gue dah cari ke seluruh penjuru rumah gue & rumah nyokap, ga nemu tuh
novel, hiksss… (ada beberapa tersangka yang gue duga minjem buku itu, tapi ah
sudahlah:p)
Sejak nonton Perahu Kertas (PK),
gue belajar misahin novel dan film, its different anyway. Pada saat kita baca
novel, semua tergantung pada imaginasi & persepsi kita. So this time, I
told myself, don’t expect too much. Tapi tetap aja susah yah J
In my imagination, Tata is much stronger,
secara dia pengacara. Tegas, saklek, dominan. Di film, she’s working in the advertising
agency, which is dunia kreatif, dihuni oleh orang2 otak kanan. Udah pasti
emosinya yang lebih main, cocok dengan film ini. Di film, Tata lebih manja,
kolokan, imut2. Sementara Tata di buku, lebih tough, atau itu hanya bayangan
gue aja?:p
Akang (di buku jadi Kakang),
plays his role well. Secara abis liat Reza Rahadian di PK (as Remi, the smart,
energetic, high drive and passionate person), jadi jetlag liat Reza di TP, beda
banget asli! Di TP, Reza as Akang yang super sabar, phlegmatic (does he?), tapi
seperti itu juga lah Rahmat di buku.
Test Pack di buku itu… bikin
sampe merinding, nangis, tersedu2, mengharu biru… Reading this book, makes me
re-think about marriage, and wondering thousand times how my marriage would be
IF I have the same problem with Tata & Kakang, since I love kids and I really
want to have them in my life.
Test Pack di film, yes, bikin
terharu, tapiiiii… I didn’t get the same feeling dengan baca bukunya. Apa
karena imaginasi gue berlebihan ya? Atau karena sekarang gue dah married dan
punya anak, jadi dengan sendirinya, emosi gue terhadap cerita itu juga dah berbeda,
ya?
Di buku, Tata ga diceritain akan
kerja di luar negeri. Dia mondok di rumah orang tua nya. Kakang sempat datang,
meminta dia pulang, tapi Tata ga mau. CMIIW ya…
One thing for sure, angkat jempol
buat Reza & Acha, kalian keren! Kayanya kalian harus jadian, dehJ Asli kaya beneran
suami-istri gitu… Gaya becandanya,
mesra2nya, bikin siriiikkk hehehe…
Hanya ada sedikit galau gue (ceileh...) sosok Akang disitu.. Sebagai Psikolog, kok agak2 gimana gitu ya, huehehehe... Antara pose foto "gila" Akang & Shinta waktu dulu mereka kuliah, tidak tergambar di sosok Akang yang setelah nikah.
Renata as Shinta, kece banget…
Cocok banget dia meranin Shinta yang terlihat cool&angkuh sosoknya (karena
tuntutan profesi), padahal rapuh di dalam. Dia cantik sekali yaaaa, dan
baju2nya bagus banget… *mupeng. Wardrobe siapakah itu? Nanti cari tau ah:p
Uli Herdinansyah has an important
role. Karakternya asik. Bisa berperan sebagai manager skaligus best friend,
even guardian angel nya Shinta. Gue suka adegan waktu Uli bantuin Shinta
ngerapihin apartmentnya. Keliatan banget klo mereka personally &
emotionally deket. BTW amsiong itu artinya “sial” atau “ga jodoh”, hehe…
Oon alias Dokter Peni S, bikin
gemes alias kesel. Pertama, ga teliti banget sihhhh sampe2 lupa belum meriksa
Akang. Kalau itu dilakukan di awal, toh ga usah pake suntik2 Tata, atuh! Kedua,
waktu Tata periksa pertama kalinya, mo marah deh liat Dokter manggil koas2nya
untuk ikut meriksa Tata! Do you know how uncomfy to sit in that chair? Kursi
kerajaan itu sangat ga asik buat didudukin! Dan pemeriksaan yang berhubungan
dengan kehamilan & kandungan, itu sangat ga nyaman! Jadi kenapa Akang ga
boleh nemenin? Dan kenapa koas2 itu kudu dipanggil? Alex sampe komen, “Duh ga
bakal aku ijinin kamu diliatin segitu banyak orang kalo diperiksa!”
Dwi Sasono alias Heru, plays his
role well. Gue lupa pernah liat dia dimana, tapi setau gue orangnya self driven
banget (sotoy.com). Perannya kemarin itu jadi sort of anak mami yang nurut sama
emaknya, keliatan masih sayang sama Shinta tapi “terpaksa” menceraikannya karena
tuntutan ibu nya, bikin gregetan. BTW nyokapnya Heru asli nyebelin yah tampangnya,
hihihi:p
The Sutoyos! Hahaha, pasangan ini
bikin film jadi berwarna yaJ
Dan umum banget itu terjadi di pasangan yang super mature seperti mereka (udah
tua, maksudnya:p). Cinta yang memudar, kebiasan2 buruk yang ga berubah, uneg2
yang tak terungkapkan, sampai lagi2 mereka lupa kenapa dulu saling jatuh cinta
hingga akhirnya memutuskan bersama. Ini yang harus diingat2 sampe kita tiadaJ
Temennya Tata, itu siapa ya? She
looks match the roleJ
Ade Fitri, walau sebentar tapi
mencuri perhatian! Pas banget!
Tora Sudiro, sayaangggg cuma dikiiitttt
keluarnya!
And love the song!!!!!
Eh gue kepikiran, how IF Tata
yang ga bisa punya anak, ksian banget yah, ngebayangin ditanyain terus sama
mertuanya T.T
Beberapa fakta berkaitan sama
film ini :
· Gue bilang ke suami gue, “Untung pacar kamu gada
yang model, ya.” Yes, siapa yang ga insecure melihat mantan pacar suaminya se-kece
Shinta? Gue aja yang cewek, bisa naksir:p *kidding. Menurut gue, “insecurity”
itu perlu dijaga loh, karena itu bikin lo berusaha improve diri lo. Yah
memperbaiki diri ga semata2 supaya pasangan lo ga ngelirik orang lain, tapi
lebih karena lo pingin jadi orang yang lebih baik, demi pasangan loJ Kaya gue nih, pingin
keliatan kece selalu, biar suami gue ngerasa bangga punya istri kece walopun
dah 3x turun mesin, hahaha… (kalo pingin keliatan kece, jaga dong selera makan lo tuh... hahaha)
· Gue pernah punya kista di indung telur, sebesar
3cm. Waktu itu gue masih kuliah. Dan melihat sejarah menstruasi &
endometriosis gue, Dokter pernah bilang, “IF gue nanti susah punya anak, bisa
jadi karena ini.” So waktu di awal gue pacaran sama Alex, how if we don’t have
kids? And he said its ok. Married bukan karena pingin punya anak, tapi karena
ingin ngabisin hidup bersama. Oh how sweet yaaaaJ
Dan ternyata Tuhan Maha Baik, gue dikasih subur euy, sampe kudu di-stop hihhi:p
· Pelajaran yang bisa diambil dari film ini, “apa
alasan untuk kembali?” sebaiknya diganti dengan “apa alasan untuk berpisah?”
sama seperti ketika lo mikir kenapa lo mau married sama pasangan lo. Dulu lo
janji sehidup semati sama dia (either apapun bentuknya, entah itu jiab kabul atau
di depan altar), you have more than 1001 reasons to be together.. why don’t you
remember them before you decided to divorce? Mungkin karena, kadang 1001 alasan
itu udah berkurang jumlahnya, seiring perjalanan lo sama dia. But still,
remember when you said “I do”, how God make you ONE and no more TWO.
· Nonton Test Pack, bikin gue super bersyukur,
udah dikaruniai 3 anak yang super cute. Seberapa pun bandelnya mereka, ga seberapa dibandingkan air mata Tata yang
menetes whenever she saw the negative sign on the testpack, hiks… Pelajaran
berharga banget buat gue. Dikasih karunia 3 orang anak sama Tuhan, hidup mati
gue buat merekaJ
Satu hal yang gue sayangkan dari
film Test Pack was the cliché ending. Tadinya gue berharap, akan sulit buat
Tata balikkan ke Akang, in terms of dia ketemu The Sutoyos at the airport.
Waktu Akang lagi bersedih di rumahnya, dan ada suara sepatu Tata, Alex dah bilang
ke gue, “Jangan sampe Tata balik lagi dengan gampangnya…” dan ternyata beneran.
Plus ditambah Heru yang juga tiba2 balik lagi sama Shinta, there must be hidden something behind it.
So overall, I love the movie.
Great casting, beautiful wardrobe, wonderful house (asliiiii mupeng bangetttt
liat rumahnya Akang & Tata! Rumah siapa sih itu, siapa arsiteknya????),
suka sama dialog2nya, learn a lot from the story as a whole.
But again… Entah kenapa, tetap
lebih suka buku nya. Hehehe.. klo soal makanan, I’m really easy to be pleased. Tapi
klo soal buku & film, gue kok jadi riweh banget yah… Ah tapi siapa sih gue
iniii, ga ngerti film! I’m enjoying the book more than the movie, is that
wrong?
Tentang Kang Adhit & Teh Ninit ..
Gue dah nge-fans sama Kang Adhit sejak baca Gege Mencari Cinta & nonton
Jomblo di bioskop. Menurut gue, nih orang asli gila bangetJ Super kocak, buku2nya
asik J
Tapi gue belum baca Mencoba Sukses nih, Kang.. Yakin sama ancurnya dengan yang
lain2J
Sedangkan Teh Ninit, ga usah
diragukan lagi ini mah.. I love every words she wrote in her booksJ
I love this couple a lot! I love
how they twitting each other, I love how they fallin love one another… I love
their chemistry! And you know what, waktu habis nonton itu, gue liat Kang Adhit
meluk Teh Ninit and he kissed herJ
HihihiJ I’m
watching you, guysJ
*stalker:p
Too bad gue ga bawa novel2nya
mereka buat di tandatanganin! Tapi ketemu mereka dan foto sama Teh Ninit, is
something bangeetttt J
Thankyou Teh, buat kisahnya yang
indah. Every couple should learn from this novelJ
Thankyou Kang, buat dialognya
yang ciamik!
MasMonty , thankyou udah bikin film Indo
yang superb!
So here it is some unforgettable quotes in Test Pack :
- Apa adanya kamu, udah melengkapi saya --> sumprit ga bisa ga terharu, walopun udah berkali2 juga...
- Aku di samping kamu tuh ga pernah sia2. Saya nikah sama kamu, bukan karena saya pingin punya anak. Tapi karena saya sayang sama kamu --> soooo sweeettt:)
- Ketakutan suami ada macam2 : takut sama istri, ga bisa nafkahin keluarga, ga bisa didik anak2 dengan baik --> so true! Justru wondering kalau para suami ga punya ketakutan ini.... what's in their mind?
- Kalau ternyata istri Mas mandul? | Saya gapapa | Tau gitu, saya ga mutusin Mas, ya --> Makanya Jeung, pikir2 dulu sebelum putusin! Apalagi kalau karena ada orang lain #noMention:p
- Tidak subur, barbel melayang! Hahaha...
Label:
corat coret,
curcol,
film,
marriage,
non fiksi
Thursday, September 06, 2012
Something about Keyla
Beberapa bulan terakhir ini, gue seriiinggg banget nerima laporan soal Keyla. Untung aja laporan bukan dari sekolah (fiuh). Tapi dari mertua alias opa-oma nya.
Keyla nakal, selalu menentang, ga mau nurut.
Setiap dengar laporan atau liat sendiri, perasaan
langsung jadi sedih luar biasa. Ditambah perasaan bersalah.
Daddy sama Mommy salah ya, Key… Maybe we’re not the
best parents for you. Penuh emosi, kurang sabar. Kami juga memberikan 2 adik
untukmu, dalam jangka waktu yang singkat. Sayang dan perhatian yang tadinya
hanya untuk Keyla, tau2 terbagi tiga.
Pasti sangat berat buatmu ya, Key?
Kamu mungkin dewasa terlalu cepat ya, Key.
Di usia yang baru 4 tahun lebih sedikit, nakalmu udah
seperti anak 6 tahun.
Di usia setahun, dimana anak2 lain baru bisa
berceloteh yang hanya mereka sendiri yang ngerti, kamu udah bisa nyanyi, udah
bisa bicara dengan jelas, tanpa cadel.
Di usia satu setengah tahun, kamu udah bisa cerita.
Anak Mami yang satu ini memang luar biasa cerdas.
Baru di playgroup, sudah ada 2 piala dan beberapa
medali yang kamu raih di sekolah.
Betapa Mami sangat bangga sama Keyla.
Tapi di sisi lain….
Kenapa Keyla selalu melawan, dengan kata2 yang bahkan
ga pernah terpikir bakal diucapin sama anak 4 tahun?
Kenapa Keyla selalu teriak2 kalau permintaan ga
diturutin?
Kenapa Keyla suka bentak2 Mbak atau Mbak Sus, tanpa
mereka melakukan kesalahan?
Kenapa Keyla kasar sama Michael? Suka omel2in Michael,
hanya karena Michael ga sengaja senggol kaki atau tangan Keyla?
Rasio gue mengatakan, Keyla sedang mencari perhatian.
Orang tua, suster, mbak, opa oma, tante dan om, semua perhatiin adik2 Keyla.
Semua sayang Michael, yang so adorable.
Semua suka Samantha, yang lucu dan terus tersenyum. Siapa yang perhatiin Keyla?
Perhatian ke Keyla hanya formalitas.
Ah, apa ini sering terjadi di anak pertama, ya?
Gue bukan anak pertama, jadi ga tau gimana rasanya
kalo perhatian yang seharusnya ditujukan ke kita, beralih ke orang lain. Ketika
adik gue lahir, gue dah hampir 3 taun, dan gue ga inget merasa pernah
dibeda2kan apa enggak.
Teorinya sih seperti itu, ya.
Berkali2 gue membekali diri dengan buku2 dan jurnal2,
tetap gue kehabisan akal menghadapi anak gue yang satu ini. Berkali2 gue nahan
sabar, berkali2 juga kesabaran itu selalu habis. Menerapkan teori A, B, C,
bahkan sampe F (hasil bacaan), tetap ga efektif. Keyla ga berubah. Agresifitas
luar biasa, energy tingkat tinggi, pembangkang, selalu melawan, dan kurang
ajar.
Dan yang terjadi adalah, lagi2 gue omelin Keyla.
Memang akhirnya dia nurut dan patuh, itupun setelah belasan kata2 yang (sumpah)
ga pernah terpikir sama gue bakal dibilang sama dia. Berkali2 Keyla kena hukum.
Kena bentak. Diomelin. Hasilnya? Tak ada perubahan.
Sampe gue kehabisan akal dan capek sendiri. Apa yang
harus gue perbuat ya ke anak gue ini?
Dan lagi2, untuk keadaan yang gue ga tau harus
bagaimana, Dia menunggu gue, di ujung doa.
Dalam setiap keadaan marah, dan tiap kali gue berdoa,
Tuhan selalu bilang sama gue.
“Aku ga pernah jenuh menarikmu ke jalanKu. Aku ga
pernah membiarkan kamu. Berapa banyakpun kesalahanmu, Aku takkan
meninggalkanmu. Karena kamu adalah anakku. Aku ada di dalam kamu. Bahkan Aku
memikul salibmu.”
Selalu, ga pernah enggak, kata2 ini menjernihkan
pikiran gue.
Satu hal yang gue sadar, “menyerah” ga boleh ada di
kamus gue. Ini adalah anak gue. 9 bulan dia ada di perut gue, berbagi napas dan
darah dengan gue. Gue pasti bisa handle dia. Harus bisa. Gue yang melahirkan
dia. Darah gue ada di dalam tubuhnya. Pikirannya. Hatinya.
Gue belum tau bagaimana caranya. Belum tau kapan.
Belum tau dengan apa. Dengan siapa.
Tapi Mami pasti berjuang untuk kamu, Key. Menjadikanmu
anak baik. Mencintaimu tanpa syarat. Mengasihimu setulusnya. Seperti apapun
kamu.
Bukan hanya suami yang harus kita terima seutuhnya. Apa
adanya. Pun anak2. Karena anak2 itu, adalah belahan jiwa kita yang lain. Bukan
tulang rusuk memang, tapi darah dan seluruh gen kita ada disana.
So I wont give up, I wont give up. No matter what. I
will not give up. God gave me you, He knew I can take care of you. I’ll be the
best mom for you. I don’t know how, but I will. Never give up. Promise.
I love you very much, Key
Mastitis
Kejadian yang udah lama ini, telat banget gue posting.
Iya iya, gue super late. Tapi kok rasanya harus gue tulis juga ya. Demi
mencegah makin banyaknya ibu2 yang jadi korban si M ini.
Gue udah 3x kena mastitis. Yang 1 dan ke-2 itu pas
habis melahirkan. Seperti ular gigit buntut, sebabnya saling melingkar.
ASI belum lancar à baby udah haus, jadi gemes gigit2 puting à puting luka à kekeuh disusuin à puting makin luka berdarah à frekuensi nyusuin berkurang karena luka à payudara makin bengkak à ASI masih tersumbat
Mastitis 1 dan 2, akhirnya sembuh sendiri, cuma consume
pan*dol biru aja.
Mastitis ke-3 ini, muncul ketika usia Samantha 7
bulan. Puji Tuhan, udah lewat ASIX. Duh asli, kalau gue ingat2, Tuhan itu super
baik ya. Coba kalau gue kena mastitis di usia Sam 5 bulan, which is tinggal
dikit lagi dia kelar ASIX, mungkin gue bisa nangis2 darah kali. Secara nanggung bentar lagi makan, gitu loh.
Awalnya, gue mengubah frekuensi pumping gue. Entah
kenapa, memasuki bulan ke-6, Samantha malah suka kebangun malam dan minta susu.
Jadi…yang tadinya pumping di rumah waktu malam sebelum bobo, kali ini gue
bablas tidur. Dengan maksud toh malam Sam juga minta susu, jadi gue bisa kasih
ASI langsung ke dia.
Ternyataaa sodara2, inilah awal kesalahan gue.
Harusnya walaupun baby akan minta mimi di malam hari, tetap kita harus pumping
tiap 3-4 jam *jitak kepala sendiri
Berhari2 gue ga pumping malam, dan Sam emang bangun
terus.
Sampai suatu kali di weekend, dengan tujuan bakal
ngasih ASI langsung (so pagi nya gue ga pumping), siang2 PD udah mulai bengkak,
tapi belum sakit.
Sorean baru mulai sakit, dan kayanya mulai tersumbat.
Soalnya Sam mimi sambil marah2 (mungkin keluarnya dikit2 ya?). Gue tetap kekeuh
kasih langsung.
Hari itu gue kontrol pipisnya Sam, yang emang dikit
banget, beda dengan hari2 biasa. Wah, pertanda kurang cairan nih. Badan gue pun
mulai kerasa ga enak *radar mulai bunyi
Nah, gue panggil lah si Mbak Pijit yang pernah beberapa
kali mijit gue after due. Asli waktu 1x mijit, gue ga bisa nikmatin sama
sekali. Suhu badan mulai naik dan badan mulai meriang. PD gue dipijit pelan2,
sedikiiiittt aja keluar susunya.
Hari besoknya, badan makin demam, dan PD makin keras.
Puncaknya menjelang malam, suhu badan gue hampir 40
derajat, gue menggigil, PD bengkak.. Meluncur lah gue keUGD Mitra. Disana
dikasih beberapa obat, lalu di-refer ke ruang laktasi. Suster2 disana (maaf)
terus terang tidak terlalu banyak membantu. Yah mereka menjalankan prosedur aja
sih kali ya… Gue dikasih baskom berisi air panas & air dingin (seperti yang
udah2), disuruh kompres, diiringi tatapan prihatin sambil bilang “Sakit ya, Bu?”
sambil mencet2 PD gue *fiuh.. Well I expect more tadinyaJ
Anyway, sudahlah…
Habis dikompres, gue pompa, kompres, pompa lagi. Masih
tak menolong, cuma dapet 20 ml.
Akhirnya lewat midnight, gue pulang.
Besoknya, masih belum membaik. Air susu masih ga
keluar, PD masih bengkak, hanya demam aja yang udah turun (mungkin karena
obatnya kali ya).
Akhirnya setelah baca2 dan cari info (juga referensi),
gue ke Mom & Jo. Duluuuu sekali pernah, tapi tetap saja tempat ini terlihat
menakjubkanJ Baru masuk aja, rasanya udah sembuh, hehehe.. super comfyJ
Great place, great service, (wow) great price,
hehehe:p Well it was worth every cent J
30 menit kurang lebih di-massage. Entah karena tempat
yang sedemikian nyaman, entah karena therapist yang terlatih, atau karena udah
berhari2 (jadi gejala pun mulai membaik), PD agak melunak, dan ASI mulai keluar
sedikit demi sedikit.
Di sore itu juga, gue ke obgyn yang dulu membantu
persalinan gue. Yes, Dokter Sugi it isJ
Begitu gue bilang mastitis dan bilang udah dipijit,
dia bilang “Jangan dipijit, Di. Mastitis itu kan kuman. Klo dipijit, nanti
kumannya nyebar.”
“ASI nya aman kan, Dok?” tanya gue.
“Jangan dikasih ke baby lah Di, ada kumannya. Kondisi
baby kan kita ga tau, ya.”
Menurut jurnal yang gue baca, mastitis itu adalah
penumpukan ASI yang mengakibatkan ASI jadi beku/gumpal, sehingga tidak bisa
keluar dengan lancar. Iya betul ada kuman nya, tapi baby will adjust with it.
Ini saatnya baby belajar kuman.
Beberapa jurnal bilang harus dipijit supaya ASI
keluar, beberapa bilang ga boleh dipijit.
Sutralah, gue udah dipijit ini…
Ow ya, dari Dokter Sugi, gue dapat antibiotik, dan
disuruh stop obat2 lain yang diberikan oleh dokter UGD.
Besoknya keadaan dah membaik. Tapi asliiii, ASI gue
seret bangettt… Saat ini pun masih berusaha relaktasi *tarik napas panjaaangggg
2. Klo udah kerasa ga enak (keras atau bengkak) dan ASI ga bisa keluar lancar, better kompres air panas & dingin, lalu pumping
3. Mengenai pendapat boleh dipijit atau enggak, terserah masing2. Tapi gue ngerasain sendiri kalau dipijit itu ada manfaatnya, as long as yang mijit betul2 ngerti
Semoga setelah ini,.... byebye Mastitis :)
Label:
ASI,
baby,
breastfeeding,
mastitis,
menyusui,
motherhood,
samantha
Friday, July 06, 2012
Tentang Mimpi
Sahabatku mengajarkan
aku
Tentang bermimpi
Tak ada kata “terlalu
tinggi”
Untuk sebuah mimpi
Sahabatku berkata
“Hai sepasang kaki,
Jangan jemu berderap ya...
Demi meraih mimpi"
Satu, dua kali
Gagal masih akrab temani
Tapi tak membuat jera nyali
Teruslah berlari
Yang ketiga kali
Saat tersisa sedikit
saja cadangan energi
Akhirnya menoleh juga
sang mimpi
Perlahan mendekatkan
diri
Padahal mulai lelah
kaki ini
Apabila tiga kali tak
jua jera
Masih ada empat dan lima
kali
Enam dan sepuluh kali
Perjalanan masih sedikit lagi
Mudah2an bukan karena
ambisi
Hanya karena, mimpi itu
masih di hati
Dan selama Tuhan
menghendaki
Jangan pernah lepaskan
mimpi
Walaupun pernah kau
gantungkan sangat tinggi
Mengejar mimpi,
Sebelum asa mu tak lagi
berbunyi
Dan napasmu terhenti
Friday, June 29, 2012
[FF Ninelights] Nur
Liuk tubuhnya menggeliat. Senada
dengan cengkoknya, mempesona siapapun yang melihat. Nur memang penyanyi dangdut
nomor satu di desa. Sedari tadi, tepuk tangan tak henti membahana.
Nur tersentak
mendapati seorang Bapak berbaju batik muncul di belakang panggung. Seingatnya,
Bapak ini tadi duduk di barisan terdepan. Perut buncitnya menunjukkan tingkat
kemakmuran. Sungguh, Nur benci melihat tatapan melecehkan di mata itu. Senyum
remehnya. Kau tak pantas memakai batik, Pak. Apalagi jabatan yang tengah kau sandang.
Entah kenapa rakyat memilih untuk kau wakilkan.
“Hai…
bagus sekali suaramu.” Dicoleknya lengan Nur.
Nur
menahan diri untuk tak lari. Teringat pesan Bapak Kepala Desa. Orang ini harus
diperlakukan sopan. Demi turunnya dana pembangunan sekolah di desa, syukurlah
kalau Yang Mulia tersebut tergerak hatinya membangun puskesmas juga di kampung
mereka. Sulitnya berlaku sopan pada orang yang tak sopan!
“Siapa
namamu?”
Nur
masih tak menjawab. Hanya tersenyum kikuk.
“Mau
tak orbitkan jadi penyanyi? Cengkokmu hebat.” Mata jalang itu beralih ke dada
Nur. Lalu ke kaki Nur. “Luar biasa.”
Hih!
Serasa ditelanjangi. Aku penyanyi, tak minat jadi siri! Tolong, jangan
rendahkan aku seperti ini!
“Sudah
punya suami?”
Nur
menggeleng. Suami tak ada. Tapi anak ada
dua, yang ditinggal lari ibunya.
“Siapa
sih namamu?” Bapak itu mengelus lengan Nur.
“Nur…”
akhirnya ia bersuara. Berharap jawabnya cukup.
“Nur
siapa? Nurhayati?”
“Nur…”
Nur tercekat. Dada nya semakin terasa sesak.
“Nurmala?”
Nur tak tahan
lagi. “Nurman!” tukasnya, sambil mengambil saputangan yang menyumpal dada nya.
Ah!
Sudah, bongkar sajalah! Sebelum tangan si batik semakin rajin menjamah!
Jumlah kata: 241
Tuesday, May 22, 2012
Kebutuhan ASI & Jadwal Pumping
Moms & Moms to be, berikut gue mo share data kebutuhan & jadwal pumping ASI ya. Buat gue, ini matters banget, secara emak bekerja, hehe...
Kebutuhan ASIP Keyla, Michael & Samantha untunglah sama. 1 minggu sebelum cuti, gue membiasakan anak2 mimi dengan durasi waktu tertentu, berkisar 2-2.5 jam sekali. Jadi daripada mimi dikit2, prefer mimi dengan porsi yang lumayan, tapi range waktunya juga lumayan lama. Karena anak2 gue cenderung gampang gumoh sehabis mimi. So daripada tiap abis mimi dikit2 mesti gumoh, dicoba mimi pelan2, porsi agak banyak, durasi lebih lama.
Perhitungan gue tinggal kerja adalah dari jam 08.00 - 19.00
| Ditinggal kerja selama | 11 | jam |
| Jam mimi | min | max |
| 06.00 | Mimi langsung | |
| 08.30 | 120 | 150 |
| 11.00 | 120 | 150 |
| 13.30 | 120 | 150 |
| 16.00 | 120 | 150 |
| 18.00 | 120 | 150 |
| 20.30 | Mimi langsung | |
| Jadwal pumping | ||
| 02.00 | ||
| 05.00 | ||
| 10.00 | ||
| 14.00 | ||
| 17.00 | ||
| 23.00 | ||
Karena anak2 mimi 5 botol sehari @120-150 (itu dosis sekali mompa nya gue), jadi gue harus pump minimal 5x sehari, hanya untuk menuhin kebutuhan di hari itu aja (ga pake simpenan). Klo mo nyimpen, ya harus lebih.
So IF gue bisa mompa 3x sehari di kantor (which is jarang), artinya gue harus pump min 2x di rumah, dengan min porsi 120cc.
IF gue bisa mompa 2x di kantor (ini yang sering terjadi), artinya gue harus pump min 3x di rumah.
Ini untuk edisi kejar tayang loh ya, jadi pompa hari ini, untuk diminum besok nya.
Kalo weekend gue ada rencana pergi tanpa ngajak baby, gue harus akalin min stock 2 botol, dicuri2 deh di waktu2 yang padat itu, hehe..
Jadi untuk Moms yang masih cuti, hayooooo stock sebanyak2nya, sehari bisa nyimpen 1 botol aja dah bagus. Secara gue sekali pump hanya untuk 1x mimi. Untuk Moms yang hasil pump nya bisa nyampe 300cc (buat 2x mimi), bisa lebih bernapas lega. Waktu masih cuti, gue dah stock 20 botol. Tapi seiring dengan kejar tayang ini, di usia baby 5 bulan, stocknya perlahan2 abis, dan sekarang kejar tayang deh, huehehe.. salah perhitungan nih :)
Stock itu penting banget, karena lo ga tau kapan ASI lo kadang seret. Kaya gue nih, hari ini aja sekali pump cuma dapat 80 *lap keringat.
Terus, klo di tengah2 jadwal midnight pumping, si baby bangun dan minta mimi, artinya jatah ASIP juga berkurang. Seinget gue, gue pernah dalam 5 jam kebangun 3x untuk pump :p Tapi kluarnya ga banyak juga, karna gue nya panik & pusing :)
Prinsipnya, berusaha tapi ga boleh stress, nanti malah makin dikit keluarnya (duh sok ngajarin, padahal ini lagi stress juga, makanya kluarnya dikit, huehehe..)
Good Luck ya Moms, keep breastfeeding :)
Label:
ASI,
baby,
breastfeeding,
menyusui,
motherhood
Wednesday, April 25, 2012
Menyusui dengan Hati
Having #Samantha
Sectio kali ini, ajaib banget, sama sekali ga sakit!
Agak pusing dan ngantuk setelah operasi, tapi di luar
itu, everythings going very well. Ga ada nyeri, malah besoknya dah bisa duduk
dan jalan, walopun harus pelan2. Udah bisa mandi sendiri juga, cihuyyyyy!!!
Pingin cium satu2 deh dokter nya :D *impulsif
So, buat Moms yang takut sectio, pernah trauma di operasi sebelumnya, kali ini recommended banget! Gue di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dengan obgyn Dr.Sugi Suhandi, dan Dr.Loyd sebagai dokter anastesi nya. Gue cuma reko Dokter nya aja loh ya, yang lain2nya no comment:)
Belajar dari pengalaman yang lalu, kali ini, gue agak lebih pinter dikit. Begitu puting susu
luka, gue stop nyusuin langsung (ingat di 2 kehamilan sebelumnya, ketika puting luka dan dipaksa kasih susu langsung, yang ada malah gue demam, dan susu nya ga keluar pula!).
Gue decided untuk pompa aja walopun cuma kluar
beberapa tetes di hari pertama. Mo dibilang orang bakal kering kalo dipompa langsung, sutralah. Kondisi orang beda2. Kalo gue ngerasa yakin dengan dipompa, akan gue lakukan, daripada anak gue ga dapat ASI.
![]() |
| ASI utk Sam, di hari kedua .. cuma beberapa tetes aja |
Seperti yang lalu2, ASI di 2-3 hari pertama, bikin demot. Cuma keluar beberapa tetes. Untunglah dari pengalaman yang lalu2, di mana kemauan, di situ ada jalan :) Hati gue masih yakin, ASI gue hanya menunggu waktu yang tepat untuk keluar.
Di hari ke-2, gue panggil Mbok Pijit yang pernah mijit gue semasa hamil, untuk datang ke RS, mijit payudara. Secara di kehamilan 1 & 2 gue mastitis, kali ini harus ada preventif nya. Entah efek dipijit atau karena doa gue (atau kedua nya), payudara ga sebengkak dulu. Terus gue pompa dan susuin, berganti2an. Yang kanan luka, gue susuin pake yang kiri, yang kanan dipompa aja, gitu juga sebaliknya. Ketika kedua nya luka, gue pompa setiap 1 jam.
Iya, capek. Iya, bosen. Iya, pegel. Iya, dapatnya dikit. Tapi hati gue masih yakin, ASI gue mesti cukup. Samantha is one of the best gift from God, she deserve to get the best, too.
Iya, capek. Iya, bosen. Iya, pegel. Iya, dapatnya dikit. Tapi hati gue masih yakin, ASI gue mesti cukup. Samantha is one of the best gift from God, she deserve to get the best, too.
Setetes + setetes = 2 tetes, lalu 4 tetes, lalu 10 tetes, dan seterusnya. Dari 5 tetes, jadi 10 tetes, dan akhirnya di hari ke-4... mencapai 10 cc, YEAYYYY!!!! Prestasi itu, secara dasar botol udah ketutup susu semua nya, walopun cuma sebaris :)
Dan dari pekatnya ASI di hari2 awal, berharap semoga Samantha dapat kolostrum nya.
Dan dari pekatnya ASI di hari2 awal, berharap semoga Samantha dapat kolostrum nya.
![]() |
| Di hari ke-4. Pikiran positif really works :) |
Terusss pompa dan susuin...
Kadang ada perasaan "kok baby seperti ga kenyang" ya? Lagi2 hati gue yang bicara, "Hayooo pasti bisa!"
Pokoknya pompa dan susuin terussss! Dikit-dikit, menjadi bukit :)
Kadang ada perasaan "kok baby seperti ga kenyang" ya? Lagi2 hati gue yang bicara, "Hayooo pasti bisa!"
Pokoknya pompa dan susuin terussss! Dikit-dikit, menjadi bukit :)
![]() |
| 45 cc, di hari ke-7 |
![]() |
| 110 cc, 3 minggu setelah melahirkan |
Kesimpulannya, efek sectio itu gede banget. Kalau efek operasi sakit -- Ibu nya stress -- air susu ga keluar -- ibu semakin stress -- sementara hormon udah bekerja -- akhirannya payudara bengkak -- mastitis diikuti demam dan sumeng seluruh badan -- biasanya di tahap ini, mudah sekali untuk patah semangat, merasa ga mampu kasih asi, dan menganggap susu formula lah solusi nya.
Puji Tuhan yang Maha Baik, di kehamilan 1 dan 2, walopun udah sampe pada tahap "patah semangat", masih ada sisa2 keras kepala. Sometimes it helps! Ayooo Moms, mari kita menyusui dengan keras kepala :)
Mau dibilang ASI ga cukup, hayoooo kita buktikan kalo air susu kita cukup!
Mau dibilang baby haus, sementara ASI belum keluar, yah setidaknya kalopun dikasih susu formula, hanya untuk kondisi urgent aja, sampe ASI kita keluar.
Mau dibilang ASI ga kenyang, teteup kekeuh!
Tepat hari ini, usia Samantha udah 5 bulan, dan masih ASIX (yeay!!!).
Begini cara gue menyiasati :
Gue pompa 1x di jam 6 pagi, 2x di kantor (tergantung waktu nya), 1-2x di rumah (biasanya jam 11 atau 12 malam, dan jam 2 atau 3 dinihari). So, gue dapat 5 botol @100-140cc.
Selama ditinggal kerja, Samantha mimi 4-5x @ 100-140cc (banyak ya, bow!), jadi pas2an lah:)
Gue pernah stock ASI di freezer sampe 20 botol, tapi akhirnya simpanan itu habis juga, karena di awal2 kerja, jadwal pumping masih berantakan. Sekarang simpanan ASI paling 2-3 botol, alias kejar tayang. Pumping hari ini, untuk diminum besok nya. Begitu seterus nya.
ASI gue tak pernah terlalu banyak, tapi gue sangat bersyukur, masih diberi kekuatan untuk pumping, even in the middle of the night. Gue bisa nabung di weekend, karena Sabtu-Minggu kan sama2 baby, jadi nyusu langsung.
Target Menyusui?
Selama gue masih keras kepala :)
Tak ada target, karena target itu bikin gue stress. Gue ga pernah janji untuk nyusuin sampe Sam 2 taun. Gue hanya janji, gue akan berusaha memberikan yang terbaik untuk dia.
Dulu waktu gue hanya punya 1 anak, segalanya lebih mudah, karena waktu gue hanya untuk dia. Tapi sekarang, selain Samantha, gue punya Keyla & Michael, yang juga butuh perhatian gue. Gue akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk semua nya :)
Menyusui itu bukan tentang siapa yang bisa paling lama memberikan ASI untuk anaknya. Bukan tentang siapa yang ASI nya paling banyak.
Menyusui itu, tentang memberikan yang terbaik untuk anak. Tanpa target, tanpa tekanan, tanpa paksaan.
Super salut untuk ibu2 yang bisa menyusui sampe usia anak 2 taun.
Tanpa bermaksud menghakimi, sangat mengerti untuk ibu2 yang tidak bisa menyusui anaknya. Yakin banget, itu bukan karena ga mau, tapi karena banyak faktor X di luar dirinya, mis kurang didukung lingkungan, stress pasca melahirkan, kesehatan tidak memungkinkan, dll.
Menyusui itu, tentang hati :)
Share dikit lagi soal ASI
Beberapa hari lalu, kaget nya mendapati ASI dari PD kanan warna pink, dan ASI dari PD kiri warna putih. Kenapa bisa pink ya, padahal Valentine udah lewat *krik krik :p
Tanya @ID_AyahASI & @aimi_asi , ada beberapa pendapat : mungkin puting luka, so itu pinky karena bercampur darah, atau mungkin gue habis makan wortel/pepaya yang banyak beta-karoten nya.
Emang sih gue abis makan pepaya, plus setelah gue liat2, puting luka juga. Dan ternyata, bener itu udah bercampur darah. Setelah ditaro di kulkas beberapa lama, cairan darah & ASI mulai terpisah. Walopun katanya aman diberikan ke baby, tetep aja ga tega. Jadi gue tuang cairan ASI yang atas aja, untuk diminum baby. Yang udah bener2 tercampur darah, gue buang.
Sedih sih, tapi ya sudah lah. Jadi inget pernah buang 5 botol ASI karena basi, waktu itu freezer rusak T.T
Ah, ga usah sedih. Bersyukur aja untuk semua yang masih bisa didapat hingga hari ini.
Hari ini, bisa bawa pulang 320 cc untuk Samantha, its a gift :)
Mau dibilang ASI ga kenyang, teteup kekeuh!
Tepat hari ini, usia Samantha udah 5 bulan, dan masih ASIX (yeay!!!).
Begini cara gue menyiasati :
Gue pompa 1x di jam 6 pagi, 2x di kantor (tergantung waktu nya), 1-2x di rumah (biasanya jam 11 atau 12 malam, dan jam 2 atau 3 dinihari). So, gue dapat 5 botol @100-140cc.
Selama ditinggal kerja, Samantha mimi 4-5x @ 100-140cc (banyak ya, bow!), jadi pas2an lah:)
Gue pernah stock ASI di freezer sampe 20 botol, tapi akhirnya simpanan itu habis juga, karena di awal2 kerja, jadwal pumping masih berantakan. Sekarang simpanan ASI paling 2-3 botol, alias kejar tayang. Pumping hari ini, untuk diminum besok nya. Begitu seterus nya.
ASI gue tak pernah terlalu banyak, tapi gue sangat bersyukur, masih diberi kekuatan untuk pumping, even in the middle of the night. Gue bisa nabung di weekend, karena Sabtu-Minggu kan sama2 baby, jadi nyusu langsung.
Target Menyusui?
Selama gue masih keras kepala :)
Tak ada target, karena target itu bikin gue stress. Gue ga pernah janji untuk nyusuin sampe Sam 2 taun. Gue hanya janji, gue akan berusaha memberikan yang terbaik untuk dia.
Dulu waktu gue hanya punya 1 anak, segalanya lebih mudah, karena waktu gue hanya untuk dia. Tapi sekarang, selain Samantha, gue punya Keyla & Michael, yang juga butuh perhatian gue. Gue akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk semua nya :)
Menyusui itu bukan tentang siapa yang bisa paling lama memberikan ASI untuk anaknya. Bukan tentang siapa yang ASI nya paling banyak.
Menyusui itu, tentang memberikan yang terbaik untuk anak. Tanpa target, tanpa tekanan, tanpa paksaan.
Super salut untuk ibu2 yang bisa menyusui sampe usia anak 2 taun.
Tanpa bermaksud menghakimi, sangat mengerti untuk ibu2 yang tidak bisa menyusui anaknya. Yakin banget, itu bukan karena ga mau, tapi karena banyak faktor X di luar dirinya, mis kurang didukung lingkungan, stress pasca melahirkan, kesehatan tidak memungkinkan, dll.
Menyusui itu, tentang hati :)
Share dikit lagi soal ASI
![]() |
| kiri : ASI pink, kanan : ASI putih |
Tanya @ID_AyahASI & @aimi_asi , ada beberapa pendapat : mungkin puting luka, so itu pinky karena bercampur darah, atau mungkin gue habis makan wortel/pepaya yang banyak beta-karoten nya.
Emang sih gue abis makan pepaya, plus setelah gue liat2, puting luka juga. Dan ternyata, bener itu udah bercampur darah. Setelah ditaro di kulkas beberapa lama, cairan darah & ASI mulai terpisah. Walopun katanya aman diberikan ke baby, tetep aja ga tega. Jadi gue tuang cairan ASI yang atas aja, untuk diminum baby. Yang udah bener2 tercampur darah, gue buang.
Sedih sih, tapi ya sudah lah. Jadi inget pernah buang 5 botol ASI karena basi, waktu itu freezer rusak T.T
Ah, ga usah sedih. Bersyukur aja untuk semua yang masih bisa didapat hingga hari ini.
Hari ini, bisa bawa pulang 320 cc untuk Samantha, its a gift :)
Tuesday, April 24, 2012
#Samantha
Di kehamilan gue yang ke-3 ini, gada perubahan fisik
yang berarti. Ya iyalah, secara masih gendud, hehehe…
Total berat badan naik 17 kilo, new record! Record
naik berat badan yang paling kecil (waktu Key naik 21kg, waktu Michael naik
20kg), yoo jumbo!
Baju2 hamil yang tadinya dah dimasukkin ke koper
(untuk kemudian diserah terimakan ke “korban lelaki” berikutnya), gue bongkar
lagi deh, pun popok2 baby.
Si “Bapak” yang udah tau duluan kalo gue hamil itu,
bilang anak gue cowok. Hmmmm, really? So I will have another boy? Jadi nihhhh,
banyakkan yang ikut Daddy ke bengkel, daripada ikut Mommy ke salon?
Kali ini, masalah jenis kelamin ga jadi issue, since
udah ada sepasang malaikat J
Dokter mengharuskan gue sectio. Selain karena jarak
kelahiran yang terlalu dekat (dan waktu Michael sectio juga), plus plasenta previa pula.
Bulu kuduk gue sampe merinding waktu denger kata2 “Caesar”,
keinget waktu melahirkan Michael dulu, sakit nya ampuuunnn… Dipake jalan ga
bisa pula, berhari2 ga bisa angkat kaki.
Tanggal operasi ditetapkan. Karena udah pasti caesar,
so ga usah nunggu mules. Tapi kita sepakat nunggu sampe limit alias 40 week,
supaya jarak kelahiran dengan Michael ga terlalu dekat.
Suatu kali, beberapa hari sebelum due, gue control ke
Dokter. Kontraksi kecil mulai muncul, that’s why Dokter minta CTG alias periksa
detak jantung baby. Hasilnya masih baik, tapi besoknya disuruh cek lagi (inget
banget gue, itu hari Rabu).
Kamis malam, berangkat control lagi, dengan tas
darurat di bagasi mobil, seperti biasa. Pas periksa, Dokter minta CTG lagi, dan
suruh masuk malam itu juga, since kontraksi semakin sering. Iya sih, emang udah
mules dikit2 gue, tapi kirain mules2 boongan.
Huwaaa, langsung panik gue, soalnya Jumat paginya
masih ada audit di kantor (rencana nya Senin baru mulai cuti). Tapi..ya sutralah,
gue nurut kata Dokter (ga berani macem2 lagi akuuuu)
Malam itu, setelah berdoa, perasaan gue tenang banget.
Yakin kalo Tuhan akan lindungin gue.
Pagi nya, semakin tenang, karena Mami datang nungguin
gue. Alex udah nginep dari malem. Ada 2 orang ini bersama gue, takkan ada yang
tak bisa kuhadapi J
Detik2 Operasi Itu….
Bow, ternyata masuk ruang tunggu operasi dalam keadaan
sadar itu, bisa bikin lo ngamatin banyak hal.
1. Orang yang
biasa2 aja, kalo pake baju dokter atau suster, pake tutup kepala, pake
sarung tangan, point nya jadi nambah!
2. Ruangan itu dingiiiinnn banget, katanya sih supaya
steril ya.
3. Jadwal operasi Dokter dalam 1 hari itu full banget ya…
Gue sempet merhatiin jadwal operasi di whiteboard
while nunggu dibius.
4. Dokter bius gue adalah Dokter Loyd, rekomendasi Shinta
(thankyou Shin!). Katanya Dokter ini jago, ga sakit sama sekali. Ya iyalah,
baru ngeliat tampangnya aja, dah ngurangin sakitnya, bwahaha.. Yep, ganteng,
sedikit bule, muda, pintar dan baik (cupu deh lo, Yan… inget, anak dah
brapa..). Dia bilang “Bu, saya suntik ya, efek sampingnya mungkin pusing atau mual.” Informed concent yang oke banget kan?
Setelah pake tutup kepala (supaya rambut ga ganggu),
suntik tulang belakang, pasang jarum infus, selang oksigen, ready to go!
Dari lampu kaca besar di atas, gue bisa melihat
bayangan Dokter & staff2nya “ngobok” perut gue. Dan kerasa juga loh, perut
di”potong” (asli!). Menurut Dokter, memang masih kerasa, tapi saraf sakit nya
di-non aktif-kan.
Mereka “ngerjain” sambil ngobrol2 gitu (kok Dokter Boy
blom nyampe ya, katanya macet di sports club.. gue masih inget tuh mereka
ngobrol apa:p). Ga ada kesan tegang atau takut, secara mereka tiap hari
ngerjain kali yah. Sementara gue parno aja mereka bakal salah gunting atau apa,
hihihi…
Ga lama kemudian, Dokter Sugi, obgyn gue, bilang “ready,
siap dorong..”
Tau2 ada staff nya dorong perut gue dari arah atas, “siap!”
“Yap ditangkap…”
Lalu.. “Selamat yaaa…”
Hahhhh? Udah nih? Serius? Udah keluar anak gue? Gada
drama mules? Yakin?
Beberapa menit kemudian, than… I saw her.
Ah, walaupun udah ke-3 kali nya, tetap aja, I always
fall in love at the first sight with my babies. Seperti saat itu… Rasa haru itu
begitu sendu.. We finally met, my pinky
baby…. Mommy loves you J
Sayang sekali, IMD gagal karena gue keburu mual ga
karuan (nyesellll bangettttt)..
Keluar dari ruang operasi, masuk ke ruang observasi, there’s
my heroes!
Mami sama Alex masih disana, you’re my truly strength!
Entah karena ruangan yang super dingin, pengaruh obat
bius, atau apa, gue menggigil kedinginan. Mami nepuk2 pipi gue (what can I do
without you, Mom? Nothing!).
That time I promised
you again, I will love you forever, Mom…
Salah satu tanda cinta buat Mami, ikutan project Dear Mama , puji Tuhan royalti nya disumbangkan (Thankyou Kak @lalapurwono ) . Nanti surat nya aku upload juga ya:)
Keyla, Michael, sekarang kita punya Samantha. Daddy
Mommy so lucky having you three J
Subscribe to:
Posts (Atom)










