Showing posts with label marriage. Show all posts
Showing posts with label marriage. Show all posts

Thursday, July 04, 2013

The Anniversary Solo Trip


Ingin merayakan anniversary dengan berbeda, tanggal 3-6 Mei 2013 lalu, gue dan Alex mengajak nyokap gue, plus 3 kiddos dan 2 nanny ke SOLO.
Why Solo?  Dari dulu, Alex udah suka banget dengan Solo. Sering dinas ke sana, dia udah nge-fans sama Jokowi sebelum beken seperti sekarangJ
Jadi dengan barang2 segambreng dan mobil penuh, kita melaju ke Solo. Berikut cerita dan beberapa fotonya ya…

3 Mei 2013
Berangkat jam 4 pagi (artinya bangun jam 2.30 pagi, mandi, pakein pampie kiddos dan gantiin baju mereka.. eh, ini ga perlu disebut yah:p Yang pasti, anak2 diangkut dalam keadaan tidur)
Membawa se-tas besar biscuit, cemilan dan mainan, berharap kiddos enjoying the trip.
So the long trip begin….

Menjelang siang, karena perut udah keroncongan, kita lunch di resto Pringsewu Tegal. Pringsewu ini salah satu resto yang cukup unik cara pemasarannya. Dari beratus2 meter sebelumnya, udah dikasih plang di kiri jalan, “pringsewu berapa ratus meter lagi”, jadi mau ga mau lo hafal bakal ada resto Pringsewu sebentar lagi.
Makanannya so-so (banget), tapi gue suka how they train the employee. Sigap, cepat, tau banget apa yang dijual. Bahkan ketika mereka kasih bill, udah langsung bawain uang kembalian dong J

Next nya, kita mampir di Nissin Café di Ungaran. Love this place!
Selain ada pabrik Nissin yang tertutup untuk umum, Nissin punya café dan toko biscuit yang open fpr public. Lucunya, banyak produk yang ga dijual di Jakarta (atau dijual tapi gue ga tau ya:p Terhina banget gue klo sampe ga tau, secara dunia gue dipenuhi makanan dan cemilan, hehe…)
Jadi ngeborong deh biskuit2 di sana…

Lanjut perjalanan ke Semarang.
Cita2 Alex mampir di Koh Liem kesampean. Sebenarnya jam 5 udah tutup, tapi karena gue telpon dan bilang kalau kita dari Jakarta ngebut supaya keburu makan di sana, Mbak2nya kayanya kasian, trus bilang kalau bakal ditungguin. So, Asem2, we’re comingJ
Selain Asem2 (daging sapi dengan kuah hangat yang asam), bakut nya luar biasa enak! Nyammm… Lebih enak dari bakut Mumu yang di Gading J
Tapi karena udah kesorean, I missed the happening lekker Paimo di depan Loyola L

Tiba di Solo, kita langsung check in karena udah cukup malam, sekitar jam 9-10 gitu. Gue stay di Fave Hotel di Solo Baru. Hotelnya masih baru, jadi masih bersih J
Kamarnya kecil, tapi apik. Yang jadi ganjelan cuma satu aja sih, kamar mandinya pake kaca bening bow… untung ada tirainya:p

4 Mei 2013
Pagi dibuka dengan sarapan di Soto Gading di Jl. Brigjen Sudiarto. Pas baru masuk aja, udah kecium harum kuahnya. Walaupun masih pagi, ternyata rame banget di sana. Baru tau kebiasaan orang-orang Solo (dan mungkin di beberapa kota lainnya juga), punya kebiasaan untuk sarapan bersama pagi2 sama keluarga atau teman2, baru setelah itu kerja atau aktifitas lain.
Dan sotonya, ehmmm… yummy! Soto ayam bening dengan bihun, daun bawang dan pangsit-pangsit kecil. Dipakein sambel dan sedikit kecap dan kerupuk rambak, sempurna!
Ga cukup hanya itu, beberapa piring goreng2an tersedia di atas meja, dari mulai pastel, tempe, tahu, sampai sosis solo yang beken itu. Coba deh cemplungin sosis solo ke kuahnya trus makan pelan2. Nyam!
Yang ga kalah istimewa adalah es teh manisnya. Kabarnya sih racikan, pantas ada semacam wangi rempah J

soto gading
sosis soslo




Kenyang mengisi perut, kita jalan ke Kampung Batik Laweyan.
Kawasan batik rumahan yang seru!
Kita jalan kaki dari rumah ke rumah, semuanya jual batik yang beda2. Yang terbesar di sana adalah Batik Putra Laweyan.

Dari sana, kita jalan lagi ke Fashion Village di Sukoharjo. Konon, Fashion Village di daerah ini adalah yang terlengkap, karena langsung dari pabriknya. Justru ga banyak batik dijual di sini, tapi banyak celana army look yang lucu2. Bahan yang digunakan kabarnya sama dengan yang digunakan oleh TNI.
Setelah ngeborong baju anak2 dan oleh2, now its time to lunch J

Melipir ke Ahmad Yani di Pabelan, Alex mengajak kita lunch di Gunung Sari.
Tempatnya ga besar, malah terkesan sangat kecil. Tapi makanannya dongggg… ajaib!
Itu ikan gurame goreng, udah bukan kaya ikan lagi, tapi kaya kerupuk saking garingnyaJ
Dugaan gue, digoreng dengan minyak panas dan api kecil, jadi bisa kering sampai ke daging2 dalamnya. Tapi ternyata pake kayu bakar dongggg, nyaaammm!
Ga nyangka dari cerita2 suami gue yang sering mampir ke sini kalau ke Solo, akhirnya kesampean juga bisa nyobain!
Klo enaknya kaya gini, gapapa deh dosa sekali2 makan gorengan, wkwkwk… (sekali2 apanya, maksud lo?)

gurame goreng


Balik ke hotel dan istirahat, menjelang malam kita keluar lagi dan memutuskan untuk makan Chinese food. Pingin deh nyobain Chinese food yang famous di Solo.
Berdasarkan review, akhirnya kita coba Centrum, yang terkenal dengan ngohyong ibab nya (yang ternyata gue ga terlalu doyan sih:p). Centrum ini tipikal resto Chinese food lama, yang munkin makanannya enak, ya. Tapi yang kita pesan ga begitu sip, secara kita pesan puyonghai tapi yang keluar kok malah telur dadar, wkwkwk…

Mengobati kekecewaan makan malam, kita melaju ke Nini Thowong, tempat makan es beken di Solo. Segala macam es ada, dan namanya pun lucu2. Dari mulai es nangka, es teler, es campur, sampai es mega mendung. Basically padu-padan buah dan es serut dengan sirop dan toping yang macam2 aja sih, tapi rasanya tetap enak, dan pastinya segerJ

5 Mei 2013
Our anniversary J
Hari bersejarah (ceileh..) dibuka dengan sarapan (ya iyalah, lo pikir?) Timlo Bu Sastro di depan Pasar Gede. Walopun lokasinya di depan pasar, dan di seberangnya ada timbunan sampah, ramai kali timlo ini.
Khas timlo pada umumnya, kuah di Bu Sastro ini gurih bangeetttt… Sampe2 gue nambah kuah J Enak dimakan panas2 dengan asap ngepul, sama nasi anget, lengkap deh hari lo!
Diiringi live music pulaJ


timlo maknyus :)


Dari situ, kita ke Keraton Surakarta.
Gue selalu suka gedung2 bersejarah. Seperti gue nge-fans dengan kisah2 wayang yang bukunya udah kuning2 punya nyokap gue, gue bisa kegirangan kaya anak kecil kalau ngunjungin tempat-tempat kaya gini. Terlepas dari mistisnya, gue merasa tempat2 ini menyimpan cerita yang luar biasa. Kaya waktu ke Ulen Sentalu di Jogja. Please please please Bapak2 pemerintah, perhatikanlah gedung2 bersejarah kaya gini! Bule aja bisa menghargai kebudayaan kita dengan berkunjung dan mengagumi, masa kita yang empunya bangsa ini enggak?
Gue ga bisa menggambarkan excitement di keraton J Yang pasti, senang dan super kagum dengan benda2 di dalamnya.
Ada banyak cerita dan bagian yang mistis… Misalnya dengan berdoa di depan patung A, dipercaya akan banyak rejeki. Atau dengan foto di depan kursi B, dipercaya keluarga akan harmonis. Ada juga benda2 yang even untuk difoto aja ga boleh, apalagi disentuh.
Basically, gue percaya mistis itu ada. Percaya juga dengan dimensi lain di luar manusia. Dan gue percaya Tuhan adalah Pelindung dan Pemelihara gue dan keluarga gue, saat ini dan sampai nanti.
That’s why waktu Bapak Guide nya bilang banyak mistis di sini, sebelum masuk, gue mendoakan satu2 anak gue.
Bapak Guide itu bilang, kalau anak2 itu sangat sensitive, jauh lebih sensi daripada kita yang udah tua2 ini. Mereka lebih bisa merasa, mungkin bisa melihat. Anyway, kita disarankan untuk ga jauh2 dari si Bapak. Ya iyalah Pak, jalan jauh2 bisa kesasar, secara itu keraton gede banget J

Sepulangnya dari sana, kita sempet memutari kompleks keraton sekali lagi (by car). Gede banget ya ternyata keraton itu, lebih besar dari Keraton Jogja (am I right?)
Pulang dari sana, setelah ke Nini Thowong lagiiii (makan es lagi:p), kita ke Batik Kauman. Kompleks batik yang mirip dengan Laweyan, hanya beda tipe aja. Belanja lagiiii :p

Kelar belanja, time to lunch! (kayanya sebagian isi review ini makan semua ya:p)
Kita makan di Soto Kirana di Moh Yamin, the other famous soto in Solo.
Soto daging yang wangiiii, bumbunya kuat banget! Bahkan lo makan tanpa sambel pun, dah kerasa nikmatnya (lap bibir, apus iler:p)
Menjadi lebih sedap karena ditambah sate daging dan kerupuk putih (kerupuk karaknya abis!). Sate dagingnya itu daging tipis2 yang dibumbuin pedas, tapi asli enak!
Udah makan segambreng, pas bayar Cuma 80ribu dong… (aaaaakkk! Coba dari Jakarta ke solo tinggal nyebrang, pasti tiap hari gue mampir sana:p)

soto kirana :)


Balik ke hotel dan istirahat…
Keluar lagi untuk makan malam, setelah mampir ke Orion untuk beli Mandarijn, the ultimate of Solo.

Karena binun mau makan dimana, akhirnya masuk ke Solo Paragon, katanya mall paling besar di Solo. Puter2 binun setelah melihat Solaria (ahhh Solaria mah di Pulogadung juga ada) dan lain2, akhirnya memutuskan makan di food court. Soto dan ayam gorengnya, asli kalah dibanding soto2 jalanan yang kemarin2! Makan di mall malah paling kecewa L

Anyway, happy anniversary, Honey! *kiss
Dulu tanggal ini, enam tahun lalu, kita habis resepsi, ya… Hari ini, enam tahun kemudian, kita ada di kamar hotel  juga, dengan tiga anak mengerumuni J What a wonderful journey we have J

our first dance as husband & wife :)


6 Mei 2013
Perjalanan panjang harus diawali dengan makan dong! (alasan:p)
Makan pagi di Cak Nan, soto Madura di samping bekas bioskop Atrium di Solo Baru. Ada pilihan soto daging dan ayam. Ini juga enak dan gurih. Gue ga ngerti cara menjelaskan makanan dengan detail, apa bedanya dibanding soto2 lainnya. Tapi menurut gue, semua soto di Solo ini enak J
Dan lagi2, amazed sama harganya yang murah pisan euy!

soto cak nan :)


Setelah puas makan, kita memutuskan langsung balik Jakarta aja, secara jalannya bakal jauh banget. Muter2 dan sempat salah jalan, eh…ada plang seperti ini di jalan: GUA MARIA PERENG, GETASAN, 9 KM.
Huwaaaaa… Langsung memutuskan untuk cari.
Secara gue pingiiinnn banget ke Gua Maria pas jalan2 ini, yang kebetulan juga bulan Maria J
Dan setelah mencari2, ketemu, yeayyy!
Gue Maria ini baru dibangun bulan November 2012 lalu, jadi masih bersih dan asri banget.

us on Gua Maria Pereng


Gue selalu suka dengan lukisan dan seni “perjamuan terakhir”, dan di sini ukirannya agak beda. 
Could you find the difference?



Ga kerasa, hampir dua jam di sana, kita udah harus pulang. Melewati Semarang dan Ungaran lagi, menepi lagi di Nissin Café. Bela-beli biscuit lagi, dan decided to have lunch there, since bisa jadi baru sore bakal ketemu resto lagi.
Yah makanannya so-so, secara core business nya bukan café tapi biscuit J its so acceptable.

Jam tujuh malam, baru tiba di Tegal, dan kita  memutuskan untuk cari makan (lagi:p).
Googling lagi, nemu Chinese food Semeru di Tegal, sepertinya beken juga sih. Dan akhirnya ketemu!
Mirip2 kwetiauw2 di Jakarta gitu.

After that, menempuh perjalanan sangat panjaaaangggg ke Jakarta. Tiba di rumah jam tiga pagi, dan harus ke kantor jam tujuh pagi, so pasti zombie mode, wkwkwk…

Ah yaaa… ada satu hal penting yang gue lupa tulis.
Ada satu jalan tol (menuju dan dari Semarang), yang asli butut, jelek, gelap dan membahayakan. Di setiap berapa meter, ada pecahan atau patahan jalan. Gelapnya ga kira2, ga ada lampu. Well sepanjang gue pergi kemana2, seingat gue, ini jalan tol paling parah.
Dan setelah gue tau pengembangnya, yahhh ga heran juga sih… secara lebih memilih sibuk kampanye presiden daripada bersihin lumpur lapindo…. Ah #nomention aja yaJ
Cuma berharap semua orang yang melewatinya berhati2 dan selamat sampai di jalan.

Anyway…
The Solo Trip was awesome. Love the city (sayang ga sempet naik delman), love the food (enak2 semuaaaa), love the air, and love the driver of course, wkwkwk!

Happy Anniversary, Honey, thankyou for the lovely trip :******

Sunday, March 31, 2013

When is my ME TIME?


Seringkali gue kangen dengan masa2 gue bisa tidur malas2an di ranjang. 
Bangun siang, ngemil coklat, baca novel seharian. Tidur lagi, makan, baca lagi sampai malam.
Gue kangen masa2 gue bisa menulis seharian. Nulis apa aja. Uneg2 buat di blog, puisi2 kecil, cerpen2 lucu, atau novel yang udah sepuluh tahun ga kelar2 itu (uh jadi inget…)
I miss my “do nothing” time. I really miss it.

Yang terjadi sekarang adalah.. Gue bangun pagi dengan terburu2. Kadang ingat berdoa, kadang enggak. Nyiapin sarapan suami, nyiapin bekal Keyla, mandi terburu2, bangunin suami, mandiin Keyla, siap2in Keyla sekolah, suapin Keyla, gue siap2, antar anak2 ke rumah mertua, antar Keyla sekolah, gue ke kantor. (Sekarang dipermudah dengan anak2 dijemput Opa ke rumahnya).

Di kantor, gedebak-gedebukan seharian, tau2 udah jam 5, jam 6, kadang jam 7. Ngibrit pulang, jemput anak2, pulang. Sampai rumah, mandi, makan, boboin anak2.
What happened to my daily lives?

Gue sering menemukan diri gue kecapekan, which I wanna do is selonjoran, with a good book in my hand.
Even ketika gue bengong aja, atau waktu gue tidur, kepala gue ga bisa berhenti mikir. Tentang anak2, sekolahnya, kesehatannya, mikirin nyokap, kerjaan suami, masalah2 di kantor gue, etc. Prosesor gue yang Pentium lemot ini, makin lemot deh karena kebanyakan file wkwkwk…
Pernah juga gue ga bisa tidur sampai hampir subuh, dan di kepala gue banyak banget yang gue pikirin.
Tapi sering juga sih gue nempel bantal langsung ngorok, wkwkwk.. hahaha…
The point is… I’m missing my silent minutes.     
Selama ini, gue ga pernah bisa ninggalin anak2 hanya dengan nanny atau Mbak nya. Dan since anak2 udah di mertua gue on weekdays dari pagi sampai malam, ga mungkin dong gue titipin lagi pas weekend. Dan jujurnya, gue merasa bersalah juga sih, kalau ga spending time sama anak2 on weekend, secara pas weekdays gue pulangnya malam.
Nyokap berulang kali bilang, “Jalan2 gih, anak2 kan ada Mbaknya, atau nannynya.”
Hiks, tetap aja sulit buat gue… My parnoan is killing me. Bayangan suster menyiksa anak2, mbak2 mukulin anak2 itu keep playing in my head. Jadi akhirnya gue batal terus deh pergi.
Beberapa meeting luar kota pun gue jarang ngikut, karena kudu nginep dan ninggalin anak2. Parno dan rasa bersalah itu terus mendominasi gue.

Sampai akhirnya seorang sahabat gue bilang, “Lo tuh harus punya ME TIME juga. Biar lo ga ngerasa anak2 itu sebagai beban.”
Ah ya, benar juga.

Waktu usia Sam menginjak 1 tahun, gue ikut meeting kantor di Batam, dan ke Spore setelah itu.
Cant believe gue ga pernah keluar kota atau ke luar negri lagi setelah gue punya anak.
Dan ajaibnya, gue merasa baik2 aja. Ada perasaan kangen anak pastinya, dan perasaan bersalah itu juga ada. But I had fun, I felt fun.
Suami gue nyusul besoknya ke Spore. We both had fun, since kita ga pernah lagi pergi berdua sejak punya anak.

Salah seorang teman gue bilang, “Kunci dari parenting adalah hubungan suami-istri.”
Gue baru ngeh artinya.
Kalau hubungan lo sama suami/istri lo baik, interaksi ke anak2 juga akan baik. Hubungan suami-istri itu adalah salah satu kuncinya.
Hubungan suami/istri yang erat, bonding yang kuat, bakalan bikin lo bisa menghadapi apapun juga, termasuk masalah anak2.

Setelah itu, gue sempat beberapa kali dating, nyolong waktu di weekdays. Alex jemput gue di kantor, trus kita kabur dinner. Ga bisa yang jauh, but its ok, that’s enough for now. Yang penting ngabisin waktu berdua.
Saat weekend, kalau nyokap gue bisa jagain anak2, we’ll be very happy. Tapi kalaupun enggak, gue ngusahain 1x/bulan untuk pergi berdua suami.
Terakhir, waktu Valentine kemarin kita nonton & dinner J (Eh itu udah 1.5 bulan lalu yah?:p)
Yah, saat ini gue memang belum punya ME TIME sendiri. 
Tapi setidaknya gue punya OUR TIME sama suami gue. And for now, that’s enoughJ

Wednesday, September 12, 2012

Test Pack (You're My Baby)


Kemarin akhirnya gue nonton Test Pack. Film yang udah gue nanti2kan sejak bertahun2 lalu. Suka banget sama novelnya sejak cetakan awal (klo ga salah, covernya warna biru tua). Sialnya, gue dah cari ke seluruh penjuru rumah gue & rumah nyokap, ga nemu tuh novel, hiksss… (ada beberapa tersangka yang gue duga minjem buku itu, tapi ah sudahlah:p)

Sejak nonton Perahu Kertas (PK), gue belajar misahin novel dan film, its different anyway. Pada saat kita baca novel, semua tergantung pada imaginasi & persepsi kita. So this time, I told myself, don’t expect too much. Tapi tetap aja susah yah J

In my imagination, Tata is much stronger, secara dia pengacara. Tegas, saklek, dominan. Di film, she’s working in the advertising agency, which is dunia kreatif, dihuni oleh orang2 otak kanan. Udah pasti emosinya yang lebih main, cocok dengan film ini. Di film, Tata lebih manja, kolokan, imut2. Sementara Tata di buku, lebih tough, atau itu hanya bayangan gue aja?:p

Akang (di buku jadi Kakang), plays his role well. Secara abis liat Reza Rahadian di PK (as Remi, the smart, energetic, high drive and passionate person), jadi jetlag liat Reza di TP, beda banget asli! Di TP, Reza as Akang yang super sabar, phlegmatic (does he?), tapi seperti itu juga lah Rahmat di buku.

Test Pack di buku itu… bikin sampe merinding, nangis, tersedu2, mengharu biru… Reading this book, makes me re-think about marriage, and wondering thousand times how my marriage would be IF I have the same problem with Tata & Kakang, since I love kids and I really want to have them in my life.

Test Pack di film, yes, bikin terharu, tapiiiii… I didn’t get the same feeling dengan baca bukunya. Apa karena imaginasi gue berlebihan ya? Atau karena sekarang gue dah married dan punya anak, jadi dengan sendirinya, emosi gue terhadap cerita itu juga dah berbeda, ya?
Di buku, Tata ga diceritain akan kerja di luar negeri. Dia mondok di rumah orang tua nya. Kakang sempat datang, meminta dia pulang, tapi Tata ga mau. CMIIW ya…

One thing for sure, angkat jempol buat Reza & Acha, kalian keren! Kayanya kalian harus jadian, dehJ Asli kaya beneran suami-istri gitu…  Gaya becandanya, mesra2nya, bikin siriiikkk hehehe…
Hanya ada sedikit galau gue (ceileh...) sosok Akang disitu.. Sebagai Psikolog, kok agak2 gimana gitu ya, huehehehe... Antara pose foto "gila" Akang & Shinta waktu dulu mereka kuliah, tidak tergambar di sosok Akang yang setelah nikah. 

Renata as Shinta, kece banget… Cocok banget dia meranin Shinta yang terlihat cool&angkuh sosoknya (karena tuntutan profesi), padahal rapuh di dalam. Dia cantik sekali yaaaa, dan baju2nya bagus banget… *mupeng. Wardrobe siapakah itu? Nanti cari tau ah:p

Uli Herdinansyah has an important role. Karakternya asik. Bisa berperan sebagai manager skaligus best friend, even guardian angel nya Shinta. Gue suka adegan waktu Uli bantuin Shinta ngerapihin apartmentnya. Keliatan banget klo mereka personally & emotionally deket. BTW amsiong itu artinya “sial” atau “ga jodoh”, hehe…

Oon alias Dokter Peni S, bikin gemes alias kesel. Pertama, ga teliti banget sihhhh sampe2 lupa belum meriksa Akang. Kalau itu dilakukan di awal, toh ga usah pake suntik2 Tata, atuh! Kedua, waktu Tata periksa pertama kalinya, mo marah deh liat Dokter manggil koas2nya untuk ikut meriksa Tata! Do you know how uncomfy to sit in that chair? Kursi kerajaan itu sangat ga asik buat didudukin! Dan pemeriksaan yang berhubungan dengan kehamilan & kandungan, itu sangat ga nyaman! Jadi kenapa Akang ga boleh nemenin? Dan kenapa koas2 itu kudu dipanggil? Alex sampe komen, “Duh ga bakal aku ijinin kamu diliatin segitu banyak orang kalo diperiksa!”

Dwi Sasono alias Heru, plays his role well. Gue lupa pernah liat dia dimana, tapi setau gue orangnya self driven banget (sotoy.com). Perannya kemarin itu jadi sort of anak mami yang nurut sama emaknya, keliatan masih sayang sama Shinta tapi “terpaksa” menceraikannya karena tuntutan ibu nya, bikin gregetan. BTW nyokapnya Heru asli nyebelin yah tampangnya, hihihi:p

The Sutoyos! Hahaha, pasangan ini bikin film jadi berwarna yaJ Dan umum banget itu terjadi di pasangan yang super mature seperti mereka (udah tua, maksudnya:p). Cinta yang memudar, kebiasan2 buruk yang ga berubah, uneg2 yang tak terungkapkan, sampai lagi2 mereka lupa kenapa dulu saling jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan bersama. Ini yang harus diingat2 sampe kita tiadaJ

Temennya Tata, itu siapa ya? She looks match the roleJ
Ade Fitri, walau sebentar tapi mencuri perhatian! Pas banget!
Tora Sudiro, sayaangggg cuma dikiiitttt keluarnya!
And love the song!!!!!

Eh gue kepikiran, how IF Tata yang ga bisa punya anak, ksian banget yah, ngebayangin ditanyain terus sama mertuanya T.T

Beberapa fakta berkaitan sama film ini :
·      Gue bilang ke suami gue, “Untung pacar kamu gada yang model, ya.” Yes, siapa yang ga insecure melihat mantan pacar suaminya se-kece Shinta? Gue aja yang cewek, bisa naksir:p *kidding. Menurut gue, “insecurity” itu perlu dijaga loh, karena itu bikin lo berusaha improve diri lo. Yah memperbaiki diri ga semata2 supaya pasangan lo ga ngelirik orang lain, tapi lebih karena lo pingin jadi orang yang lebih baik, demi pasangan loJ Kaya gue nih, pingin keliatan kece selalu, biar suami gue ngerasa bangga punya istri kece walopun dah 3x turun mesin, hahaha… (kalo pingin keliatan kece, jaga dong selera makan lo tuh... hahaha)

·   Gue pernah punya kista di indung telur, sebesar 3cm. Waktu itu gue masih kuliah. Dan melihat sejarah menstruasi & endometriosis gue, Dokter pernah bilang, “IF gue nanti susah punya anak, bisa jadi karena ini.” So waktu di awal gue pacaran sama Alex, how if we don’t have kids? And he said its ok. Married bukan karena pingin punya anak, tapi karena ingin ngabisin hidup bersama. Oh how sweet yaaaaJ Dan ternyata Tuhan Maha Baik, gue dikasih subur euy, sampe kudu di-stop hihhi:p

·    Pelajaran yang bisa diambil dari film ini, “apa alasan untuk kembali?” sebaiknya diganti dengan “apa alasan untuk berpisah?” sama seperti ketika lo mikir kenapa lo mau married sama pasangan lo. Dulu lo janji sehidup semati sama dia (either apapun bentuknya, entah itu jiab kabul atau di depan altar), you have more than 1001 reasons to be together.. why don’t you remember them before you decided to divorce? Mungkin karena, kadang 1001 alasan itu udah berkurang jumlahnya, seiring perjalanan lo sama dia. But still, remember when you said “I do”, how God make you ONE and no more TWO.

·    Nonton Test Pack, bikin gue super bersyukur, udah dikaruniai 3 anak yang super cute. Seberapa pun bandelnya mereka,  ga seberapa dibandingkan air mata Tata yang menetes whenever she saw the negative sign on the testpack, hiks… Pelajaran berharga banget buat gue. Dikasih karunia 3 orang anak sama Tuhan, hidup mati gue buat merekaJ

Satu hal yang gue sayangkan dari film Test Pack was the cliché ending. Tadinya gue berharap, akan sulit buat Tata balikkan ke Akang, in terms of dia ketemu The Sutoyos at the airport. Waktu Akang lagi bersedih di rumahnya, dan ada suara sepatu Tata, Alex dah bilang ke gue, “Jangan sampe Tata balik lagi dengan gampangnya…” dan ternyata beneran. Plus ditambah Heru yang juga tiba2 balik lagi sama Shinta, there must be hidden something behind it.

So overall, I love the movie. Great casting, beautiful wardrobe, wonderful house (asliiiii mupeng bangetttt liat rumahnya Akang & Tata! Rumah siapa sih itu, siapa arsiteknya????), suka sama dialog2nya, learn a lot from the story as a whole.

But again… Entah kenapa, tetap lebih suka buku nya. Hehehe.. klo soal makanan, I’m really easy to be pleased. Tapi klo soal buku & film, gue kok jadi riweh banget yah… Ah tapi siapa sih gue iniii, ga ngerti film! I’m enjoying the book more than the movie, is that wrong?

Tentang Kang Adhit & Teh Ninit .. Gue dah nge-fans sama Kang Adhit sejak baca Gege Mencari Cinta & nonton Jomblo di bioskop. Menurut gue, nih orang asli gila bangetJ Super kocak, buku2nya asik J Tapi gue belum baca Mencoba Sukses nih, Kang.. Yakin sama ancurnya dengan yang lain2J

Sedangkan Teh Ninit, ga usah diragukan lagi ini mah.. I love every words she wrote in her booksJ

I love this couple a lot! I love how they twitting each other, I love how they fallin love one another… I love their chemistry! And you know what, waktu habis nonton itu, gue liat Kang Adhit meluk Teh Ninit and he kissed herJ HihihiJ I’m watching you, guysJ *stalker:p
Too bad gue ga bawa novel2nya mereka buat di tandatanganin! Tapi ketemu mereka dan foto sama Teh Ninit, is something bangeetttt J



Thankyou Teh, buat kisahnya yang indah. Every couple should learn from this novelJ
Thankyou Kang, buat dialognya yang ciamik!
MasMonty , thankyou udah bikin film Indo yang superb!

So here it is some unforgettable quotes in Test Pack :
  • Apa adanya kamu, udah melengkapi saya --> sumprit ga bisa ga terharu, walopun udah berkali2 juga...
  • Aku di samping kamu tuh ga pernah sia2. Saya nikah sama kamu, bukan karena saya pingin punya anak. Tapi karena saya sayang sama kamu --> soooo sweeettt:)
  • Ketakutan suami ada macam2 : takut sama istri, ga bisa nafkahin keluarga, ga bisa didik anak2 dengan baik --> so true! Justru wondering kalau para suami ga punya ketakutan ini.... what's in their mind?
  • Kalau ternyata istri Mas mandul? | Saya gapapa | Tau gitu, saya ga mutusin Mas, ya --> Makanya Jeung, pikir2 dulu sebelum putusin! Apalagi kalau karena ada orang lain #noMention:p
  • Tidak subur, barbel melayang! Hahaha...


Wednesday, October 17, 2007

THIRD HONEYMOON

THIRD HONEYMOON (Jogja – Baturaden – Cirebon, 12 – 15 Oct 2007) (Huaaaa, honeymoon lagi? Sumpeh lo?) Huehehehe.. not exactly like that kok… Kali ini jalan2nya rame2 sama kluarga.. tapi teteup aja, ada waktu2 dihabisin berdua.

Jogja

Perjalanan panjang ke Jogja dimulai hari Jumat dinihari (jem 1 pagi..). Awal2nya lancar, tapi nyampe di tol Kanci, gubrakssss... macet bangettttt! Berhubung kebelet pipis, jadi beberapa kali stop untuk pipis. Pipisnya pun antri sampe Bandung *hiperbola*. Pokoknya pipis dimanapun jadi deh.. dari mulai resto yang buka sampe tengah malem, pom bensin, sampe resto kecil yang rame nya stengah mati:p
Nyampe di Jogja, jem 11 malem (asli, di jalan 22 jem!!!), langsung ke hotel Grand Mercure. Hotelnya bagus, paduan antara modern & tradisional. Banyak ukiran2 kayu klasik yang asli top banget. Ada meja ukir kayu 3 dimensi, sampe foto2 tempoe doeloe dipajang di dinding. Pelayanan ramah & memuaskan, makan pagi nya lumayan oke (ini siy benernya yang paling penting:p), hotelnya juga bagus & asri.
Sabtu pagi, abis breakfast, jalan2 ke candi2. Thank God, jalanan sepi. Jadi bisa jalan2 santai sambil liat kota Jogja. Pertama ke Mendut, trus ke Borobudur. Nyampe Borobudur, yakin seyakin2nya gue ga akan bisa naek ke atas sampe puncak dengan perut gendut gue ini, huehehe:p So gue dengan tau dirinya, masuk ke salah satu hotel aja dan nunggu di kafe nya. Dari kafe itu, kita bisa liat candi dari deket.. seneng deh:) Thank God, gue udah pernah naik sampe ke puncak.. klo ga, pasti gue bakal penasaran setengah mati.
Dari sana, mam di Mbok Berek (katanya siy, Mbok Berek yang pertama kali berdiri di Jogja), trus ke Prambanan. Lucu yah di Prambanan.. ada sekelompok candi2 antik di sekitarnya. Jadi inget crita soal Roro Jonggrang.... (inget ga.. critanya soal pengagum nya yang dikasih syarat membuat 1000 candi, dan harus kelar sblom ayam berkokok.... masih sisa 1 candi, tapi ayam sudah berkokok...) Dari sana, ketika yang laen masih mo blanja ke Pasar Bringharjo, gue mending bobo siang aja do hotel. Masalahnya, pegel2 akibat macet kmaren blom ilang, bo.... Jadi deh gue & Alex balik ke hotel & bobo disana sampe sore:p
Pas bangun, yang blanja ternyata dah pada pulang, udah pada brenang juga.. gila yah, sgitu kebo nya gue, sampe ga sadar orang2 udah pada pulang & balik brenang:p. Trus nyari makan malem.. puter punya puter, nanya orang hotel, dimana seafood yang enak.. kita nyampe ke suatu resto yang namanya Pari-Pari. Tempatnya bagus banget (kaya di Bali.. jadi inget first honeymoon, huehehe:p), nuansa kayu & banyak lampu2 natal gitu, remang2 tapi cozy. Udah gitu, kita dapet tempat lumayan bagus, di tengah2 gitu, jadi harus lewatin batu2 dulu. Makanannya juga enak... udang, kepiting, kangkung, ikan bakar, nyam nyam... slruuupppp! Abis mam, balik ke hotel.. sempet jalan2 liat suasana hotel, trus bobo lagi:p 




Baturaden
Minggu pagi, abis breakfast, muter2 bentar nyari oleh2. Trus jalan ke Baturaden. Jalan menuju kesana, wah.. klo liat kanan-kiri lo, hamparan rumput hijau membentang sepanjang jalan. Asri banget deh.. ada sawah, pohon2 kelapa, asli, something you will not find in Jakarta, or even Bandung sekalipun. Rumah2 kayu, pohon2 tinggi, sementara di belakang sana pesona gunung dan awan membekas lembut. So inspiring! Sore2, nyampe di Baturaden. Hotelnya lumayan oke (walopun tidak sebagus yang di Jogja). Suasananya lebih pegunungan gitu.. so udara lebih sejuk, dingin:) Sayangnya, ga dapet room yang menghadap gunung atau bukit. Abis itu turun mam di restoran Pringsewu, ternyata sama dengan resto yang kita temui pas perjalanan ke Jogja (mungkin salah satu cabangnya?), salah satu tempat kita numpang pipis:p

Cirebon
Pagi2 abis breakfast di hotel, kita lanjut jalan lagi, kali ini ke Cirebon. Bener2 beruntung, jalan ga macet. Tapi sayangnya, banyak resto tutup, soalnya masih pada libur lebaran. Abis mampir beli oleh2 di Brebes, tancep gas menuju Cirebon. Mampir2 ke rumah sodara2nya Mama (disuguhin rempeyek yang enak banget.. beda banget ama klo beli.. ini asli bikinin sendiri! Hebat yah:p Orang yang tinggal di daerah tuh biasanya jauh lebih keeluargaan daripada orang2 kota. Jadi inget waktu live-in dulu di Cimahi... dan gaul2 sama ibu2 pengajian di Bekasi... bener2 rasanya dianggep anak sama mereka.. (Cuma ga tahan aja sama kamar mandinya, huehehehe *kidding* :p) Sekali lagi beruntung, soalnya jalan pulang ke Jakarta ga macet. Mungkin karna baru hari Senen yah.. coba tunda 1-2 hari lagi, udah kaya pepes di jalan tol kayanya:p Finally we’re home again... walopun capek, pegel2 dan pusing mikirin kotornya rumah, teteuuppp jalan2 asik banget. But still, menurut gue, rumah tetep yang paling enaakkkk :)
My hubby, makasih untuk jalan2nya, ya? Makasih juga untuk sabar nemenin ibu dengan perut ndut yang jalannya lama, huehehe:)
Tuhan, makasih untuk liburan yang indah ini, ya? Makasih untuk berkat Mu... untuk alam yang indah, untuk matahari, untuk makanan yang kami santap, untuk kesempatan menikmati semuanya.

Aku termenung di bawah mentari
Di antara megahnya alam ini
Menikmati indahnya kasihMu
Kurasakan damainya hatiku
SabdaMu bagai air yang mengalir
Basahi panas terik di hatiku
Menerangi semua jalanku
Kurasakan tentramnya hatiku
Jangan biarkan damai ini pergi
Jangan biarkan semuanya berlalu
Hanya padaMu Tuhan, tempatku berteduh
Dari semua kepalsuan dunia
Bilaku jauh dari diriMu
Akan kutempuh semua perjalanan
Agar selalu ada dekatMu
Biar kurasakan lembutnya kasihMu

Thursday, October 11, 2007

SECOND HONEYMOON : Bandung, Oct 6-7 2007 


Huaaaa.. akhirnya honeymoon lagi :) 
Rencana nya jalan jem 6 pagi, buyar deh.. huehehe, gara2 jem 6 justru baru bangun :p 
Thank God, Bandung sama skali ga macet.. jalanan lancar, tanpa hambatan. Rencana ke kawah putih pagi2 terpaksa batal, karna udah terlanjur siang, dan kita udah laper. Jadi akhirnya ke Rumah Strawberry untuk mam. Mesen chickhen gordon blue and sosis plus unik pernik kaya french fries & salad2 gitu, plus juice strawberry dong pastiiii.. nyam nyam. Tempatnya bagusss, sejuk, tenang, cocok buat pacaran deh:) 
Tenang dan rimbun banget, terutama karna kita termasuk tamu pertama mereka (secara mereka baru buka jem 10 dan kita nyampe sana jem 10 lewat 5 menit :p). Duduk lesehan di bale2 kayu gitu, trus pake musik Sofia Lakgreen lagi.. gimana ga asik coba :p Abis itu kita jalan2 bentar ke FO. Ga beli apa2, karna ga ada yang bagus2 amat juga. Dan berhubung ada yang bawa genderang di perut, jadi ga bisa lama2, soalnya pegel :p 






Jadi trus cek in di hotel, dan bobo siang!!! Yah maklum, namanya juga lagi hamil, bawaannya nagntuk mulu *alesan*. Bangun bobo & santai2, mandi, trus ke The Valley. Wahhh.. jauh lebih bagus daripada terakhir kali gue kesana. (Kapan ya terakhir kali kesana.. 2 taun lalu, ya ?). Untungnya kita dateng pas waktunya. Telat 30 menit aja, udah rame banget dan pastinya ga dapet duduk diluar. Nice atmosphere, great view, and beautiful partner, huehehe… Makanannya lumayan enak, pelayan2nya well trained, dan resto tertata rapi & bersih. Boleh niy kapan2 cobain hotelnya The Valley :p Balik dari The Valley, kita ke Ci-Walk. Awalnya sekedar mo tau aja siy.. tapi trus nyampe sana, tertarik buat nonton. Gila ya, ABG-ABG disana tuh pada dressed up semua! Gue jadi ngrasa jadi cewek dusun darimana gitu.. walopun tetep sok PD dengan perut buncitku, huehehe:p 


Kita nonton Hating Alison Ashley (ABG banget yahhhh…), trus nongkrong di Starbucks. Remembering the old times when God gave us second change. 


Inget waktu kita pertama kali ktemu lagi setelah 8 taun ga ktemu. Inget waktu pertama kali kita pacaran, hihihi… inget huru-hara persiapan wedding.. inget waktu kita mengucap janji nikah di altar.. huhuhu.. dan inget betapa Tuhan sangat baik sama kita, dengan memberikan semua hal baik, terutama mukjijat kecil yang skarang sedang bertumbuh. 


Besok paginya, rencana subuh2 ke kawah putih juga batal lagi, huehehe.. soalnya pas bangun masih ngantuk2 gitu. Jadi akhirnya breakfast di hotel, trus baru jalan ke Kawah Putih jem 7. Ga sia2 deh menempuh perjalanan jauh kesana.. asli bagus bangeeeettttt!!! Kawahnya warna ijo muda keputihan, nuansa lembut banget, dan udaranya sejuk:) 
Bau belerang sangat kental, tapi justru itu yang jadi cirri khasnya. Ada pasangan yang lagi foto prewedd disana… huaaaa, jadi mau foto2 lagiii! :p Ada fotografer yang mo meng-abadikan pasca wedd kita ga, ya???? *Ada siyyy, tapi perut lo itu gimana?? Banci kamera amat siyyy!* 


.. kawah putih ..


Dari kawah putih, kita ke hotel utk cek out, trus mam di Dago. Soalnya ada yang ngidam ikan goreng & nasi goreng... ayoooo siapa yang ngidam.. yang pasti bukan gue, huehehe:p Trus beli oleh2 di Kingsley (ini mah udah pasti buat si Dian) & Prima Rasa. Las but not least.. the other part or our honeymoon.. malemnya ke Gereja di Kelapa Gading. Thank God for giving us this beautiful honeymoon. Thank God for being so kind to us. We will never forget this great times we had together. 
My hubby, thankyou for the birthday present and for the honeymoon ya:) And (still), thankyou for the babyJ I love you, too. PS : Jadi deh nonton video wedding lagi, ga bosen2:)

Thursday, June 14, 2007

MR & MRS Alexandre – honeymoon

MR & MRS Alexandre – honeymoon.. feels like heaven! 


Day 1 – Bebek Bengil (Ubud), Danau Kintamani, New Matahari Bumbu Bali (Jimbaran) 
Gila.. honeymoon bener2 feels like heaven.. walopun gue blom pernah ngrasain heaven kaya apa, huehe:p Senen pagi kita nyampe, udah dijemput sama mobil travel. Supirnya namanya Pak Ketut. Awas salah spell jadi Kentut ya:p Kita lunch di Bebek Bengil. Sementara nungguin Bebeknya jadi (Crispy Duck, hmmm..), gue liat bebek2 lagi pada maen2 di sekitar sawah. Wah jadi mrasa bersalah.. i’ll eat your friend, ducky!! Makanannya benernbya so-so, tapi pemandangannya bagusss:) 




.. bebek bengil ..

Dari situ kita ke Danau Kintamani. What a lovely lake actually, tapi knapa kotor bangget ya.. banyak sampah nya. Di ujung sana, ada Abis itu, kita ke daerah Jimbaran untuk dinner. Sesuai rekomen Pak Ketut, kita mam di Matahari, resto seafood yang nyam nyam. Pesen udang bakar & cumi goreng tepung & kangkung, nikmat loh.. Dan yang paling nikmat, makannya di tepi pantai gituuu.. jadi bisa liat pesawat landing di sebelah kanan, dan denger debur ombak di depan kita. Gila, sering2 kaya gini, rasanya stress bisa ilang smua:p 


Day 2 – KuDeTa, Laluciolla (Seminyak) 
Di hari kedua ini, males2an di kamar hotel… (males2an ngapain tuuhh?:p) Bangun siang, late breakfast, trus jalan2 keliling hotel. Gilaaa, Sofitel ternyata bagusss bangettt.. Pemandangannya bagus, banyak pohon2, rimbun, seger banget. Di belakang sana, laut kliatan agak ”galak”. Jadi kita renang di kolam renang aja. Kolamnya bersih, trus di bawah pepohonan gitu. Jadi ga takut item brenangnya:p 
Trus kita jalan dari Sofitel ke KuDeTa lewat jalan pantai. Wah, KuDeTa ternyata keren abis! Resto modern di tepi pantai, dengan design minimalis, yang ga pake lampu, tapi lilin semua. Suasana nya asik banget, musiknya keren & suasananya cozy. Mam snack disitu trus ngobrol2 nikmatin suasananya. Abis itu, jalan ke Laluciolla, resto Itali di Seminyak juga. Tempatnya bagusss bangeettt, remang2 pake lilin gitu, romantis deh.. pinter hubby gue nyarinya:p Trus mam enak disitu.. (tapi masakan Itali kok ga ada fettucini & lasagna yaaa, hikssss). Balik ke hotel pake jalan darat.. kok jauuhhh bangettt yaaaa? Padahal jalan pantai cuma 10 menitan. Jalan darat kira2 45 menit gitu.. sampe ngos2an & keringetan.. nyasar pula:p Dan sandal gue putus dong, bo!!!! Untung akhirnya sampe juga ke hotel, huehehe:p


Day 3 – Cruise to Lembongan Island Dijemput sekitar jem 7.30, ke Bali Hai Station. Nunggu sebentar, trus naek kapal ke Lembongan. Kapalnya gede, full of bule.. kali cuma Alex & gue orang lokalnya. Bayangin aja.. gimana ga pusing coba. Udah mabok laut (gara2 ombaknya lumayan gede), trus pusing dengerin bahasa yang beda2 di kapal. Di pojok kanan, ada sekelompok bule ngomong pake bahasa inggris. Di deket kita, ada pasangan ngobrol bahasa jepang. Di pojok kiri, ada yang ngobrol pake bahasa drama2 Bae Yong Jun gitu (=di drama korea). Untung ga ada bahasa Arab.. bisa pingsan kali ya, huehehe:p 
Berhubung gue kebo (teteup..), jadi gue bobo pules sepanjang perjalanan di laut. Sementara Alex, megangin kepala gue, plus tetep dengerin tiga ribu bahasa yang ada di kapal itu.. huehehe, ksian ya suamiku:p Nyampe di Lembongan, masih asri,.. banyak pohon kelapa, rimbun2. Kita pertama ikut Pearl Tour dulu, jadi dikasih liat dari mulai masukkin bola kecil sampe jadi pearl. Mo bliin cie & mami tapi ga jadi, soalnya harganya mahal banget, huehehe:) Dari situ, kita dengan sok tau nya nyoba diving. Udah pake peralatan lengkap dengan rompi pelampung, alat bantu oksigen & kaki katak nya, tapi pas nyemplung ke aer... dan baru 1-2 kali kena ombak, trus kelempar dengan sukses ke pasir. Berhubung tools nya berat, gue males balik lagi ke aer. Jadi gue nyerah dehhhh.. huehehe, dasar Dian pemalas! Iyalaaahhh, gue lebih mupeng liat kolam renang yang bagus ituuu daripada laut:p Pas kita balikkin diving tools, si penjaga nya sampe nanya, ”Udahan snockling nya?” Huehehehe.. ga koook paaakk, cuma action aja pake tools itu, biar kliatannya keren:) Alex masih sempet maen banana boat, tapi gue mah udah keenakan duduk2 di tepi pantai nya (males banget yah gueee!). Abis lunch seafood, kita renang2 di kolam renang nya sampe sore. 
Balik dari Lembongan naek kapak besar yang sama, kali ini duduk di atas, biar kena angin. Teteuuuppp aja gue kudu bobo deh.. soalnya mabok laut (alasan!). 


.. the lembongan ..
Nyampe di hotel, kita jalan2 ke pantai dan duduk2 males di kursi males. Critanya siy bergaya berjempur kaya bule2. Tapi apa daya, baru bentar udah bangun, karna takut item, hihihi:) Pas mo balik ke kamar, disamperin sama petugas hotel. Kita diundang ke cocktail party di hotel, free cocktail for all. Asiiiikkk.. gue pesen cocktail yang ada campuran mint nya, Alex orange. Pas baru nyampe minumannya, duh enaknya.. mana gelasnya gede lagi.. Baru minum seperempat gelas, duhhh.. kok agak2 bebayang ya? Pusing2 gitu.. trus knapa bumi rasanya bergerak? Apa gempa? Knapa orang2 ada dua? Trus knapa kulit muka gue rasanya panas? Pas Alex liat, dia ngukur denyut nadi gue... katanya cepet banget. Gue juga rasanya pusing, mual, trus deg2an banget. Jantung gue kayanya dipukul2 kaya drum gitu. Pas liat campuran cocktail nya, ternyata ada rum. Gue bau tauuu, cocktail itu ada campuran alkohol nya. Duh dasar kampung.. kena rum dikit aja, mabok.. tengil banget deh lo, Yan...Sembari jalan ke kamar, sempet muntah, coba... Ampe di kamar, rasanya ga inget apa2 lagi. Cuma ada 1 kalimat yang gue denger... pas ada room service dateng, Alex bilang, ”Nanti aja ya, Pak. Istri saya lagi istirahat.” Trus gue sempet mikir dulu… “Ow iya, gue udah merit ya.. jadi yang dimaksud Alex istrinya adalah gue.” Abis itu, semuanya gelap. 
Pas bangun2, Alex langsung kasih gue makan. Pizza, nyam nyam.. (dasar rakus, liat makanan langsung ilang deh mabok nya). Trus gue bingung.. kok ada susu ultra coklat, strawberry, vanilla, plus susu beruang di kamar hotel. Ternyata.. slama gue mabok, Alex panik, trus ke ke supermarket untuk beli susu. Dan karna dia bingung beli susu apa, akhirnya smua rasa susu dia beli, huehehehe... Dia juga beli pizza di Santa Fe (resto pizza bakar di Seminyak.. harusnya dinner di hari ini emang rencanaya disitu.. dasar gue, mengacaukan rencana aja, hiks...), karna klo orang mabok itu, harus makan, biar alkohol nya diserap makanan (gue juga baru tau:p). Ksian suami gue.. bukannya jalan2, malah ngurusin istrinya yang mabok. Abis itu dia bilang, “No more alcohol for you, even a bit!” Huehehehe…:p Skarang klo inget soal begitu banyak susu yang dia beli itu, rasanya lucuuu bangettt:p Dasar kampungan deh lo Yan, kena alkohol dikit aja langsung teler.... di desa ga pernah diajarin ya?:p 


Day 4 – Warung Made, GWK, Dreamland, Pura Uluwatu, Bumbu Bali 
Akibat insiden mabok itu (:p), kita bangun agak siang. Skalian cek out, trus kita mam di Warung Made, masih di Seminyak juga. Nyam nyam nyam.. trus jalan ke GWK, liat salah satu keajaiban dunia yang ga tau kapan kelarnya. Abis itu, ke Dreamland. Ini pantai yang paling bagus menurut gue. Airnya masih biru, pasirnya putih dan bersih, sinar matahari sempurna, bayangan2 surfer yang lagi asik bermain dengan air, gulungan ombak yang sangat ramah menyapa pengunjung. Its truly a dream land:) 


.. it's trully a dream land ..
Dari Dreamland, kita ke daerah Uluwatu, ke Pura Uluwatu. Berhubung gue pake celana pendek, kita kudu pake kain warna ungu dan diiket tali jingga. Bagus pemandangannya, kita juga liat sunset disana, walopun agak ketutup awan. Sayangnya, monyet2 bertebaran disana tuh. Duuhh.. bukannya gue ga menghargai ciptaan Tuhan, tapi gue bener2 serem dan takut liat monyet2 itu. Jadi tiap kali jalan, bawaannya ga tenang banget. Mana monyet2 itu dengan lincahnya ngambil kacamata beberapa turis, ngambil topi, pokoknya benda2 kecil gitu deh. Padahal Alex pengen banget naek sampe ke atas. Berhubung gue udah pucet cet cet cet liat monyet2 itu, akhirnya kita cabut deh:) 






Next, kita ke Uluwatu, tempat Glenn & Dewi Sandra merit. Sayang, klo kesana harus booking dulu ternyata. Jadi kita cuma sekedar masuk aja. Darisana, kita dinner di Bumbu Bali. Nyam nyam.. enak makanannya (kita pesen sate ayam dan semangkok makanan haram dicampur kecap:p). Sperti biasa, porsi untuk 4 orang, dimakan berdua.. ga heran, celana gue kok pada sempit... Ow iya.. hari ini kita juga cek out.. dan pindah dari Seminyak ke daerah Kuta:) 


Day 5 – Novotel Nusa Dua, Joger, Pasar Sukawati, Tanah Lot 
Pagi2 udah dijemput ke Novotel Nusa Dua. Critanya, kita dapet voucher 1juta dari Sofitel, tapi harus mengunjungi hotel mereka di Nusa Dua. Wah, dengan senang hati dunk:) Dari sana, cek out, trus ke Joger dan pasar Sukowati. Walopun jem agak2 mepet, kita tetep nyempetin ke Tanah Lot, walopun jaraknya dari ujung ke ujung dari Kuta:p Ga sia2 dehhhh.. disana bagusss bangettt.. masih sama sperti ingatan gue. Keajaiban Tuhan yang laen.. bisa ada Pura di tengah laut gitu.. Pura dari batu karang. Katanya disana ada ular sakti yang umurnya udah ribuan taun. Gila yaaaa.... 
.. the amazingly tanah lot ..


Dari Tanah Lot, ngebut lagi ke airport. Untung ga ketinggalan pesawat:p Akhirnyaaaa honeymoon selesai juga. Bukan liburan yang termahal.. tapi menurut gue, liburan kali ini indah banget, karna untuk pertama kali nya, gue bisa sama2 dengan suami gue slama hampir seminggu. Ada satu hal yang dibilang Alex, dan ga akan gue lupa sampe kapanpun... ”Apapun yang terjadi sama pernikahan kita nanti, aku mau kamu slalu inget honeymoon ini, and realize that I love you so much.” 
How sweet… hopefully our marriage will always sweet ya, Honey… I love you too.

MR & MRS Alexandre – the wedding itself -

5-Mei-2007 
HP gue bunyi nyaring.. artinya udah jem 5 pagi. Gue bangunin Enti (my bridesmaid, yang nginep di rumah gue) untuk siap2 ke salon sama Mami. Abis itu, dengan ga tau diri nya, gue bobo lagi dong.. huehehe.. penganten kebo! Yah kan harus nabung tenaga, hari ini bakal capek banget masalahnya.. *udah kebo, cari2 alesan lagi!* 
Photo crew nyampe rumah gue jem 6an, setelah nyasar2. Untungnya, 3 vendor yang nyampe di rumah Alex (photo, mobil, dekor), nyampe on time juga. 
Mbak Ade (make up) dateng ke rumah gue jem 6.35an. Walopun ngantuk2, tapi gue sempet senyum dan bergaya loh, pas difoto:p *maklum, banci kamera:p* 
Jem 8.30 gue kelar di-make up... my God.. look at the mirror.. is it me? Gue jadi cewek bangeetttt.. gila ya, gue bisa jadi cewek juga. Model make up pagi, lebih ayu dan keibuan, karna rambut disanggul modern, pake bunga warna pink. Make up juga tipis, tapi manglingin.. terutama karna mata gue jadi besar, huehehe:p  
Mbak Ade, ten thumbs up for youuuu :)


.. is it me? :) ..






Trus Alex dateng jemput gue. 
Ktemuan, mam misoa, buka slayer.


.. my fave kiss ..


Waktu berdoa di depan foto Papi.. rasanya udah mo nangis. Daddy, are you watching me from heaven? Me, now, standing with my soulmate, asking for your permission and prayer. Wish you were here, Dad... kiss me from heaven above… 


Setelah itu, ke rumah Alex, berdoa di depan foto Engkong & Ima, lalu di depan Papa & Mama Alex (now they’re becoming my parents too, huehehe:p). 
Ada satu hal yang bikin gue agak kaget.. Papa genggam tangan gue & Alex, matanya berkaca2, trus bilang “Alex dan Dian, menikah untuk selama2nya ya.” 
Duh rasanya udah mo banjir deh gue... 


Dari situ, kita ke Greja. Semua berlangsung lancar. Romo Susilo memberikan kotbah yang benernya udah pernah gue denger waktu merit nya Felix & Winny, tapi tetep indah di hati gue. Dia bilang, untuk memper-TAHAN-kan rumah tangga, ada 5 prinsip : Terbuka, Apa ada nya, Hargai, Ampuni & Nasehat. 
Doakan kami, supaya bisa menjalankan itu semua ya, Mo... 

.. entering the church ..
Waktu janji nikah, blom apa2 tangan gue udah gemeteran. Untuungggg Alex duluan.. klo gue duluan, bisa bengong sambil berdiri:p Sesuai keinginan kita.. sewaktu janji nikah, kita ga boleh liat buku. Ga boleh baca.. tapi harus diafalin.. dan diucapkan dengan saling memandang satu sama laen (ya ampun Yan.. romantis amat siy lo!) Alex mengucapkan janji itu, dengan sungguh2. 


”Di hadapan Tuhan, Romo, dan saudara2 terkasih.. Saya.. Michael Alexandre Sutrisno.. memilihmu, Anastasia Dian Mariani, menjadi istriku. Aku berjanji akan mencintaimu seumur hidupku, menghormatimu, setia kepadamu.. baik dalam suka maupun duka, di saat sehat maupun sakit. Aku berjanji, akan menjadi Ayah yang baik bagi anak2 yang diberikan Allah kepada kita, dan mendidik mereka menurut ajaran agama Katolik. Demikian janjiku, di hadapan Tuhan, dan Injil suci ini.”


.. and I'm officially yours ..
Denger dia ngomong kaya gitu, sambil matanya ngeliat ke mata gue, rasanya gue sampe gemeter deh.. lemes, trus kaya mo nangis gitu. Dia mengucapkan itu sambil menatap gue, dengan suara yang jelas dan tegas. Tidak ada keraguan. Persis seperti mimpi2 gue... (pernah ga gue crita, klo dalam mimpi gue, pangeran gue akan menatap gue dengan pandangan kaya gitu?) Beda sama gue, yang karna suaranya bergetar, jadi kaya orang kumur2, huehehe:p 
Asli deh.. dari awal gue ngomong aja, rasanya udah gemetar. Untung aja, ketika gue liat mata suami gue, rasanya tenang, dan semua grogi2 gue ilang dalam sekejap. Akhirnya gue bisa mengucapkan janji itu, lengkap, dengan sepenuh hati. Gila ya.. gue slalu wanti2 Alex.. jangan salah ngucapin janji nya ya! Ternyata.. gue yang grogi dan mo nangis.. sementara dia kliatan tenang banget. *Makanya Yan, jangan sok tau!* 


Abis dari Greja, kita tandatangan dokumen catatan sipil, lalu langsung ke Park Lane. Hotel sudah di-dekor, tinggal sedikit2 last touch aja


.. the park lane hotel, just for us ..


Di hotel, karna masih siang, istirahat plus bobo siang dulu *teteuuuppp aja kebo:p*. Sekitar jem 3, Mbak Ade dateng untuk retouch gue. Kali ini, rambut gue diubah jadi girly gitu. Diurai, tapi curly2, trus mahkota nya 3 garis gitu, bukan tipe crown yang biasa. 


Sekitar jem 5, setelah make up, ada Tea Pai dan gladiresik, lalu dinner. Trus ngobrol2 di ruang kluarga. Sekitar jem 7an, Peggy (WO gue), suruh siap2 untuk prosesi. Wah, kali ini.. gue kok agak2 mules yaaaa???? Huaaaa….. masalahnya ka nada slow dance sgala.. klo gue keserimpet gimana? Heels gue kan 10cm, klo gue jatoh gimana? Di depan tamu2 gitu lohhhh.. trus mana baju gue susah banget dibuat jalan, klo sampe jalannya ga bener gimana? 
Gue cuma sempet doa Salam Maria 1x, tau2 semua udah berjalan. 
Prosesi keluarga duluan. Lalu lagu Destiny nya Jim Brickman terdengar. 
Alex dateng dari bawah tangga bawa buket bunga. Gue nunggu di atas (sengaja dong.. gue ga mo naek tangga.. bisa keguling2 gue.. jalan aja susah, huehehe:p). Abis ktemu di tengah, dia kasih buketnya ke gue, gue kasih ke bridesmaid. Trus kita slow dance deh.. hihihi... Di pertengahan lagu, baru wedding kiss.. berbarengan sama confetti kelopak mawar yang diledakkan. 


.. our first dace, as husband & wife ..
Abis itu baru kita ke stage. Alex speech, trus wedding toast, lalu tamu2 dipersilakan langsung mam. Ga ada wedding cake, ga ada sambutan kluarga. Ga ada acara2 biasa yang bikin tamu2 bosen nunggu. Kita cuma ingin tamu2 nikmatin pesta sebisa mungkin. Menikmati makanan, sambil diiringi alunan piano & saxophone. 


Setelah itu, kita mingle. Sambil bagiin 30 tangkai mawar putih kepada cowok/cewek yang jomblo, dan berharap mereka akan memperoleh kebahagiaan yang sama dengan kita. Berharap mereka juga mendapatkan seseorang untuk berbagi hidup. 


Ga terasa, udah sampe di session foto. Foto2 kluarga dan temen2. Sekitar jem 10, ruang pesta udah lumayan sepi. Tinggal kluarga gue dan kluarga Alex yang masih kumpul. 
Abis beres2, kita naek ke kamar hotel. Sblom ganti baju, skali lagi, gue liat kaca. Gila,... ini gue loh. Gue dengan baju penganten gue yang indah. Rambut pirang (blom bilang ya, klo gue cat rambut, huehehehe.. surprise!), glitter berkilau2, make up natural tapi bikin pangling.. semua nya dari Tuhan:) 


Thank God, lagi2 dari Tuhan. Tuhan membantu gue dalam smua hal.. lewat perpanjangan tangan temen2 gue. Tuhan membantu gue, lewat sahabat2 gue yang begitu besar peranannya, sehingga hari ini dapat berjalan dengan lancar. 
Mulai dari Dewi, yang bikinin gue hand buket. Bukan masalah bunga nya bagus atau enggak Wi.. tapi karna yang rangkai itu elo, jadi artinya beda:) 
Peggy yang bersedia jadi WO gue (free, tanpa dibayar... sbagai hadiah pernikahan). Ga tau apa jadinya hari ini klo ga ada elo, Peg... 
Edo, yang ngurusin foto kanvas gue, sampe bolak-balik ke tukang kanvas, trus nganter ke rumah gue pula.. duhhh jadi apa klo ga ada elo yahhh.. gue bener2 thankfull deh have you as my best friend.. blom lagi dukungan moralnya… 
Edo (lagi)-Ijus-Leo, yang motret pre-wedding gueeee… waahhhh.. foto2 gue ga akan jadi sebagus itu, klo ga ada kalian! Thanks buat kerja sama nya ya... gue bener2 berharap, someday kalian bakal jadi fotografer terkenal.. aku tidak keberatan kok jadi modelnya.. hueheheh.. *dasar narsis* 


All vendors.. thanks ya, udah bantu2in Alex & aku and making our dreams come true:


Special thanks to Mbak Ade.. makacii yaaaa, Mbak! Udah bikin aku cantik sharian ini.. smua orang bilang aku cantik. Aku inget kata2 Mbak Ade,.. “Jadi pengantin itu, harus bersinar2, harus berbinar2. Klo kamu, aslinya udah berbinar.. jadi aku tinggal poles2 aja dikit...” Tapi gue yakin, tanpa make up Mbak Ade, gue ga akan secantik ini. Makaci ya, Mbak:) Tamu2 : thanks for coming yaaaaa:) 


Untuk Tuhan Yesus, Terima kasih Tuhan.. udah membuat hari ini berjalan begitu indah. Udah membuat semuanya berlangsung lancar. Tanpa hujan (sempet gerimis siang2, tapi kecil kok:p), Tuhan malah kasih matahari yang cerah. Udah membuat semua tamu menikmati makanan yang enak2 itu (smua tamu bilang makanannya enak.. dan mereka mam 3-4 porsi food stall dan buffett.. huehehehe! Ga papa deh, yang penting mereka kenyang:p). Terima kasih udah membuat binar2 di hati kami ya, Tuhan. Berkati kami ya Tuhan, supaya kami dapat memegang teguh janji nikah yang kami ucapkan di hadapan Mu. Smoga kami dapat membagikan hal2 indah yang Kau berikan kepada kami. 
We love you, God. 


Truly blessed, Alex & Dian