Showing posts with label liputan. Show all posts
Showing posts with label liputan. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

The Inspirational Leader : Navajo Bima


Kali ini, saya ingin bercerita tentang sosok anak muda yang hebat dan menginspirasi. Namanya Navajo Bima Hadisuwarno, atau akrab dipanggil Navajo.
Navajo adalah salah satu finalis dari Nutrifood Leadership Award 2013 (NLA) yang baru saja berlangsung bulan November lalu.
Tujuan NLA adalah mencari mahasiswa-mahasiswi yang memiliki potensi kepemimpinan. Dalam event ini, selain diberikan pelatihan yang di-design khusus, mereka juga dapat saling berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar, tentu saja untuk Indonesia.

Ketika itu, pada audisi yang dilaksanakan di Bandung, sosok Navajo sebenarnya tidak terlalu menonjol. Pembawaannya yang tenang dan pendiam, membuatnya terlihat biasa-biasa saja, di tengah lautan peserta yang dominan dan berapi-api.
Tapi seperti kata di film-film, “jagoan baru keluar belakangan”, hahaha… Sama seperti halnya Navajo. Akhirnya ia menjadi salah satu yang terpilih hingga ke tahap lima puluh besar, dan akhirnya masuk ke final. Selama tiga hari karantina dan penjurian, sosoknya menyeruak ke atas. Bukan karena paling banyak bicara. Bukan juga karena paling sering bertanya. Justru ia terlihat sederhana dalam diam, tapi ketika dia bicara, semua orang akan mendengarkan. Tidak sembarangan bicara, itu yang tepat menggambarkan sosoknya.

Navajo, saat karantina NLA 2013

Selain masalah pembawaan, sebenarnya apa sih yang menarik dari mahasiswa semester tiga ini? Yuk simak profil lengkapnya.

Navajo adalah mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran.  Ia tergabung dalam himpunan mahasiswa dan banyak organisasi lain baik di luar maupun di dalam kampus. Beberapa prestasi yang diraihnya selain menjadi mahasiswa terbaik, adalah juara di Padjajaran Model United Nations, juara Debate Competitions di International Affairs Week di Universitas Parahyangan, dan juga peraih medali emas di International Youth Green Summit, sebuah green contest bertaraf internasional,  yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.
Jadiiiii tidak diragukan lagi, anak ini pasti hebat dan pintar luar biasa, ya J

Navajo sangat tertarik pada politik, isu global dan ilmu diplomasi. Tak heran, cita-citanya adalah menjadi seorang diplomat.
Sejak kecil, Navajo terlibat aktif dalam kegiatan sosial, mulai dari lingkup perumahan seperti kerja bakti di lingkungan rumah dan sekolah bersama kedua orangtuanya, sampai mengkoordinir bantuan sosial ke panti asuhan, dan mengumpulkan buku bekas dan menyalurkannya ke pihak yang membutuhkan.
Ia juga terlibat dalam aksi sosial di berbagai tempat. Beberapa contoh kegiatannya adalah Cinta Oma (bakti sosial panti jompo), Buka Bersama dengan Pengungsi Timor, khitanan massal, adik & kakak asuh, donor darah dan lain-lain.
Di tengah kesibukannya, ia masih menyempatkan diri mengajar di panti asuhan. Saat ini, ia sedang mengkoordinir program bantuan edukasi dan eco-learning untuk anak-anak panti asuhan di sekitar Jatinangor.
Program terakhirnya bernama CERIA (Creativity of the Young Achievers), yang mengambil tema "young, green and active". Program ini berbentuk pelatihan dan workshop, diperuntukkan bagi anak-anak panti asuhan, dengan tujuan untuk memberi pengetahuan dan cara bagaimana menjaga lingkungan dengan cara menciptakan kerajinan (kreatifitas) dari sampah plastik dan botol.

Navajo dan anak2 panti 


Sebagai anak muda, Navajo memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Baginya, sosial adalah aspek kehidupan yang sifatnya luas dan bukan hanya berkaitan antar manusia, tapi juga manusia dengan lingkungan. Kita hidup di bumi, karenanya kita wajib menjaga bumi.
Dalam sebuah kompetisi di awal tahun ini, Navajo berhasil menjadi juara di kategori pollution and waste, dengan project yang diberi nama PFUZE. PFUZE adalah sebuah tas, yang bagian dalamnya terbuat  dari sampah plastik yang sudah didaur ulang. Untuk melapisi bagian dalam tas, dibutuhkan setidaknya dua puluh kantong plastik bekas yang disatukan (fused) dengan cara disetrika (dilapisi kertas kalkir supaya tidak lengket), lalu dijahit ke kain luarannya. 
Navajo memiliki mimpi untuk membesarkan usaha ini. Selain bisa mengurangi sampah plastik, PFUZE bisa memberdayakan masyarakat sekitar, dan tentu saja keuntungannya bisa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.  
Teman-teman yang tertarik membeli atau bahkan terlibat dalam proyek ini, coba deh kontak Navajo.


logo PFUZE : the smart way to reuse

penampakan PFUZE bag bagian dalam

PFUZE Bag, tetap cantik kan?

Dan ternyata, di segudang kesibukannya, ia hanya seorang anak muda biasa, yang masih membutuhkan waktu gaul dengan hang out bersama keluarga atau teman-temannya. Masih berharap punya me-time dengan menulis di blognya. Suka olah raga, cinta alam dan seni peran, penggemar berat The Killers dan Coldplay.  Masih manusia biasa kan?:p

Gimana, sudah merasa kagum, belum?
Jika hanya membaca profilnya saja sudah kagum, saya jamin, kalian akan bertambah kagum kalau bertemu langsung dan ngobrol dengannya. Awalnya saya kira ia selayaknya anak dewa, yang “wow” banget, hampir-hampir tidak menapak saking hebatnya.
Tapiiii ternyata saya salah. Navajo sangat sederhana dan rendah hati. Sosok pribadi yang menyenangkan, modest dan down to earth. Dari caranya bercerita, saya bisa melihat ketulusan dan kebaikan hatinya. Kecintaannya pada negeri, membuat saya malu. Dia yang baru berusia dua puluh tahun, sudah bisa memberikan sebanyak ini untuk Indonesia. Saya waktu seumur dia, rasanya hanya bisa main-main dan kuliah. Dan sampai seumur ini pun (umur berapa ya sayaaa, hehehe:p), masih belum bisa berbuat apa-apa juga untuk negara ini.

Sebagai seorang HR Manager, saya berjumpa dengan puluhan orang baru setiap minggunya. Menyeleksi dan memilih calon karyawan, adalah makanan sehari-hari. Dan tanpa ragu, saya mengatakan, orang-orang seperti Navajo lah yang sangat ingin saya recruit sebagai karyawan. Pintar tapi rendah hati. Hebat tapi masih membumi. Rasa peduli yang tidak semua orang punya, ketulusan yang semakin langka di jaman ini, dan kerendahan hati. Kombinasi komplit seperti es campur dengan cincau hitam, tape, kelapa dan pacar cina. Es serut dengan sirup manis di atasnya (ini kok jadi ngomongin makanan sih? Fokus, fokus!:p)

Ketika akhirnya dinobatkan menjadi first winner of Nutrifood Leadership Award 2013, dengan raut muka tidak percaya, ia pun menitikkan air mata. Berkali-kali mengatakan pada saya kalau ia bukan siapa-siapa, bukan apa-apa dibanding finalis yang lain yang juga punya segudang prestasi.  

8 besar - Nutrifood Leadership Award 2013

Navajo, saat diumumkan sebagai juara. Tidak menyangka, sampai menitikkan air mata dan tidak sanggup berkata-kata

The Winners of NLA 2013
"Tidak menyangka, karena saya merasa bukan siapa-siapa." katanya.

Mungkin karena itu kamu berbeda dari yang lain, Jo. Kamu adalah siapa-siapa yang merasa bukan siapa-siapa. Orang hebat yang merasa bukan apa-apa.

Dengan terpilihnya ia menjadi juara NLA 2013, beberapa media banyak meliput Navajo, baik media cetak maupun elektronik. Ia bahkan terpilih menjadi bintang tamu dalam tayangan Young On Top di Metro TV (simak liputannya di link barusan ya...)

Sungguh, Indonesia butuh kamu, Jo.
Terlalu banyak orang yang mengaku mencintai negeri ini, tapi tega melukainya. Mereka yang pernah bersumpah akan menjadi pelayan negara, akhirnya harus berakhir di penjara.
Indonesia tak pernah kehabisan orang pandai. Tapi orang pandai yang tau bagaimana menggunakan kepandaiannya untuk sungguh-sungguh membangun negeri, mungkin hanya beberapa. Sebagian lebih tertarik berkarya di luar negeri, sisanya hanya berusaha menyelamatkan kepentingannya sendiri.

Semoga tetap bisa menjadi inspirasi ya, Jo. Tidak lengah oleh materi dan popularitas. Tetaplah menjadi diri sendiri, Navajo yang apa adanya.

Semoga bisa menjadi diplomat kebanggaan Indonesia :)



Tuesday, November 22, 2011

#WORDISME

19 November, bisa dibilang adalah salah satu hari bersejarah dalam hidup gue.

Berawal dari keisengan gue follow twitter beberapa penulis favorit, they inform about one-day-writing-workshop (next nya disebut #wordisme). Kita diminta mengirimkan biodata plus contoh tulisan kita ke email. Dan hanya akan dipilih 300 orang beruntung yang terpilih bisa ikutan #wordisme.
Pernah beberapa kali  mendapat informasi kaya gini, tapi kali ini mata gue bener2 melotot begitu baca siapa aja narasumber nya.

There is @clara_ng (yes, she issss! Ohhhhhhhh histeris deh sejadi2nya), @salmanaristo (the best of the best scriptwriter in my humble opinion, truly the best!), @AlberthieneE (pembaca setia novel2nya, walopun belum pernah membaca biografi karangan AE, but I do fall in love with her thousand  twits), @djenarmaesaayu (salah satu penulis terjujur di dunia yang tak jujur ini), @radityadika (ah ini mah ga usah disebut2 lagi, pasti bikin ngakak punya), Ollie @salsabeela (yang satu ini bikin kagum karena selain jago nulis, jago bisnis juga:D).
Di informasi nya, tertulis kalo workshop akan diadakan di mid-akhir Nov, tempatnya juga masih dirahasiakan. Jiahhhhh, ini mah udah mendekati mbrojol (ehmmm, have I told you that I’m preggie? Again? Yes, you right, for the 3rd time:D)

Di suatu siang, dapat email ini :
S E L A M A T ! !

KAMU TERPILIH MENJADI SALAH SATU PESERTA #WORDISME, WORKSHOP MENULIS GRATIS!

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 19 November 2011, Pukul 08.00 - 17.00.

Dimohon membalas e-mail ini untuk konfirmasi kedatangan. Jika sampai tanggal 5 November 2011 kamu belum membalas e-mail ini, kami anggap kamu mengundurkan diri dan akan digantikan oleh peserta lainnya.

Rundown, tempat acara, dan nomor registrasi peserta akan diberikan tiga hari setelah kami menerima e-mail konfirmasi dari kamu.

Acara ini tidak dipungut biaya apapun. Biaya transportasi ke lokasi workshop dan akomodasi tidak ditanggung. Informasi akomodasi bagi peserta luar kota akan diberikan oleh panitia kepada mereka yang membutuhkan.

Regards,
Chicko Handoyo - @gembrit
Registrasi dan Kesekretariatan
#wordisme 2011


Iyeayyyyy, senangggg!!!
Ups, 19 Nov ya? Udah melahirkan belum, ya? Nguing nguing nguing.. hehehe.. Ya  sudahlah, biarkan Tuhan mengatur nya. Kalo gue boleh ikutan, gue akan ikutan. Kalo emang ga bisa, artinya akan ada orang yang lebih butuh workshop ini dari gue.
Reply email @gembrit soal konfirmasi peserta, gue terus terang aja bilang kalo gue would love to ikutan, tapi IF something happen, gue akan inform dia, dan please give my place to somebody else.

Dan tiba di hari ituuuu…. THE #WORDISME ITSELF!
Bertempat di gedung Gramedia di palmerah (duluuu pernah kesini untuk ambil honor nulis, hehe..), dianter Alex. Pas nyampe jam 8, wow dah penuuhhh… Sia2 rasanya nyari duduk di depan. Dah coba jalan2 ke depan-belakang (berharap ada yang kasian melihat ibu hamil 9 bulan ini, dan memberikan tempat duduk nya buat aku… “lo kira ini di bis?” hehehe).
Anyway mereka berhak di depan, namanya juga dateng duluan… So terduduklah gue di kira2 5 baris dari belakang. Entah kenapa ya, hawa nya menyenangkan banget disana. Aura positif nya nyenengin. Mungkin karena orang2nya sepaham ya, orang2 yang suka nulis. How I love the airJ

These are the speakers… (foto dari web nya Kak Ollie)



Di first session, ada mbak @petz09 dan mbak @RedaGaudiamo, both of them are PemRed, mewakili majalah. Keduanya luar biasa. Pembawaan nya menarik, isi pembicaraannya juga inspiratif. Full of spirit and motivation.
Beliau mengatakan bahwa if you want to write to one magazine, think about who’s your reader, and find the right angel to write, jadi bisa bener2 “nembak”. Nulis untuk Femina, beda dengan nulis untuk Pesona, karena audience nya pun beda. Do some researches before you write. Misalnya bacain majalah yang kita suka, dari cover depan ampe cover belakang, resapi dan jadilah si ABG pembaca, if target marketnya ABG. Jadi kita bisa menyelami pikiran, emosi dan perasaan mereka. Pakailah sepatu mereka (eh kalimat terakhir ini gue tambahin sendiri, hehe). 
Ada orang2 yang menulis sesuai dengan umurnya, tapi ada juga yang dah tuir, tapi setia menulis untuk remaja. Choose your own writing style J
Foto di bawah ini dari web nya Kak Ollie



Session kedua ada mbak AE dan moderatornya MayongJ Ah kesempatan langka nih, ketemu orang2 ini. Alih2 menyimak talk show nya, malah sibuk merhatiin nara sumber nya, hahaha… dasar norak yah gue. Sambil sesekali ngelus perut, berharap anak ini nantinya bakal se-inspiratif orang2 yang di depan.
Mbak AE, penulis biografi dari banyak orang, mulai dari celeb sampe orang2 pemerintahan such as Ibu Ani SBY.
Sejujurnya, tak pernah terpikir untuk menulis biografi. Kayanya susah bangeetttt dan ga kebayang. Salut buat mbak AE, yang bisa dengan gemilang nya merangkai untaian kata, dari hasil ribuan interview dengan subjek dan beberapa nara sumber lain, menjadi sebuah buku biografi.
Menurut gue, menulis biografi berarti menggabungkan beberapa konsep. Ada liputan pandangan mata disitu (artinya you should be a reporter, you read what you see, you write what you hear), sekaligus mengijinkan unsur emosi, perasaan, dan subjectivity bermain2 di dalam nya. Sebesar apa kita boleh membiarkan subjektifitas kita berperan ya? Bisa ga ya, menulis biografi yang objektif tentang seseorang yang ga kita suka? Million questions, sayang sekali waktunya terbatas.
Mbak AE cerita soal perjalanan KD dari dulu hingga sekarang, is she a real Diva? Find out yourself!
Soal Chrisye yang pada saat proses penulisan, ada di tahap terendah dalam kehidupannya, ketika di-vonis Dokter usia nya tinggal 6 bulan lagi. Ngebayangin pergolakan batinnya aja dah bisa bikin muka panas, apalagi kalo mendengar sendiri dari alm Chrisye ya, … belum lagi harus didengarkan berulang2, untuk kemudian menyusunnya menjadi paragraf demi paragraf yang indah dan berkesinambungan.
Juga ketika mbak AE menulis tentang Probosutejo, adik dari mantan Presiden Suharto. Ga komen kalo yang satu ini, tapi berniat bakal nyari buku nya!
Total 17 biografi yang sudah ditulisnya, di samping novel2 cihuy nya. Menurut gue pribadi, novel2 mbak AE sangat mudah dicerna. Huruf demi hurufnya terbilang biasa, tapi sangat apa adanya. Ringan tapi super menghanyutkan, seru dan bikin penasaran (jadi ingat waktu baca Jodoh Monica dan Nyonya Jetset… ga bisa merem sampe kelar!)



Dilanjutkan session 3, wewwww seru banget. Moderatornya @miund (I love her spontanity), she’s one of kinda writer and announcer. Beberapa kali gue dengar suaranya yang empuk ini, akhirnya ketemu juga sama orangnya, yeay!
Narasumber nya kali ini adalah Kak Ollie alias @salsabeela dan @radityadika . Entah karena moderatornya yang keren, atau narasumber nya yang keren abis, atau gabungan keduanya, hidup banget diskusi di session ini. Radit seperti twit nya dan bukunya, ancur banget anaknya, hahaha… Hampir setiap celetukannya bikin ketawa. Ehmmm, mami nya Radit ngidam apa ya, waktu hamil dia? Mungkin sering nonton warkop ya, abis tiap dia buka mulut, selalu lucu :D
Kak Ollie juga cool… Dari awal2nya suka nge-blog (untuk membaca kegalauan orang lain dan finally berbagi galau lewat blog juga), sampai bikin buku, sampai sekarang berbinis bikin buku (@nulisbuku), keren ya? Kok bisa kepikir aja bisnis seperti ini:)
Di sesi ini, gue belajar, kalo kegagalan itu pun bisa berbuah manis, tergantung dari cara kita nyikapinnya. Naskah buku Kak Ollie yang pertama ditolak (sama Radit, hehe), dan itu yang bikin dia berpikir, how to make this book? Akhirnya terpikir menerbitkan sendiri. Technically gue masih belum terlalu ngerti, but I’ll learn more, promiseJ Dan sekarang, Kak Ollie dah bikin lebih dari 15 buku, wow!



Session 4, ahhhhhh seruuuuuuu jugaaaa!
@clara_ng dan @djenarmaesaayu mewakili penulis novel, plus @hetih (GPU) dan @windyariestanty (Gagas Media) mewakili publishers.
Satu lagi yang gue salut dari #wordisme. Ga hanya berbagi ilmu dari satu sisi (penulis doang), tapi juga dari sisi publishers! So kita ga hanya tau how to write, tapi juga how to publish! Keren banget kan?
Puassss deh di session ini.
1 hal yang gue garis bawahi, soal mbak Djenar. Gosh, amazing banget dia! Dulu gue pernah denger, Djenar kalo mo manggung, harus minum beer. She loves beer a lot. Eh ternyata benar, di panggung itu dia minum terus. Aneh nya, gue bukannya jadi sebel ama dia, malah makin suka. Jujur banget yah mbak satu ini!
She is she, ga usah di-setting2. Gada kata jaim buat dia. Jujur, lugas, apa adanya. Ah suka banget! Dia bilang, menulis adalah hadiah buat dia sendiri. Menulis adalah untuk dia, bukan untuk publishers, bukan untuk duit. (makanya siap2 bokek kalo mo jadi penulis hehehe). Jadi ingat kelugasan nya waktu nulis 1 Perempuan 14 Laki2, awesome! @sayareza , pls kembalikan buku kuuu!
Mbak Clara, seperti bayangan gue, memukau dalam kesederhanaan nya (makin nge-fans!). Bukan tipikal penulis glamour. Daripada disebut celeb, lebih kebayang mbak satu ini seperti mami-mami pada umumnya, istri yang mengurus suami dan 2 anak perempuannya. Tapi daya khayalnya luar biasa. Jari2 nya ajaib, kalo kata gue. Tiap nulis apapun, apapun, jadinya pasti keren. Bingung ga sih, kok bisa ya ada talented person seperti itu?
Sayangnya, gue Cuma bawa 1 kumpulan cerpen nya, coba kalo bawa semua novelnya, pasti seru.
Dan gue dapat kesempatan foto sama dia dongggg *super terharu*, yeayyyy! Yeayyyy, my biggest achievement today!!!!!



Sesi terakhir, tak kalah seru, ada mas @salmanaristo . Yeayyyyyyyy, ini juga penulis favorit gue. Untaian katanya, walau terbatas di 140 karakter, kadang bikin pusing. Pusing karena terlalu kebawa emosi, hehe..
He’s a scriptwriter, dan kalo lo liat film2 buatan dia, ah keren bangetttt…. Romantis, tapi juga menusuk. Idealis, sekaligus komersil. Keren deh pokoknya…. You should see Sang Penari!!!!!!
Ada juga Aditya Gumay, si penulis lenong bocah dulu, dan terakhir nulis Emak Naik Haji. Tidak terlalu nge-fans sama beliau, tapi suka deh dengerin cara dia menjelaskan teknik2 menulis script. Dia kasih beberapa contoh kasus, yang menurut gue sih keren banget.
Ada juga Alexander Thian si @aMrazing . Jujur, sebelumnya tak tau dia. Sempat liat web nya dan baru follow Alex kira2 1 minggu sebelum acara. Ternyata orangnya lucu, gila, sableng total, ancur deh, hehehe..
Penulis scenario sinetron, yang (juga) jujur. Tidak malu mengaku kalo salah satu tujuan dia menulis untuk uang. Tidak juga takut mengaku, kalo sinetron itu (kadang) selera nya pembantu. Its about rating anyway.
Toh uang itu nanti untuk mewujudkan mimpinya yang lebih besar lagi (an inspiring way to reach another dream). Bukannya tak mau melakukan perubahan, tapi apa daya selera pasar masih belum bisa beranjak. Pernah shooting di luar negeri, tempat yang eksotis, menghabiskan milyaran rupiah, dengan scenario karya Sekar Ayu Asmara (kerennnnn!), tapi diprotes keras penggemar. Kurang adegan cakar2an dan melotot kata nya… hahaha susah ya jadi penulis! Ada idealism membubung tinggi, apa boleh buat harus dipaksa menapaki fakta.

Talk about sinetron, sebenarnya ga semua sinetron itu jelek, loh. Gue inget ada sinetron Cincin, yang soundtrack nya lagu Iwan Fals, pemerannya Ririn Dwi Ariyanti sama Dude Herlino. Sinetron yang bisa bikin gue nunggu2in tiap hari tuh. So, jangan keburu apatis sama sinetron Indo. Ga semua keluar ular, siluman, dan monyet putih kok. Ada juga yang punya nilai2 moral yang baik, dan tak bisa dipungkiri, air mata dan sometimes drama queen needed to make the stories more beautiful.
Tapiiii ga diabaikan juga, rating yang naik itu, mengakibatkan produser haus. Sinetron bagus yang tadinya cuma 8 episode, dipanjang2in sampe jadi 32 bahkan shooting nya sampe bertahun2. Padahal kalo cuma 8 eps, mungkin akan diingat orang sebagai short sinetron tapi bagus, daripada sinetron yang tak berkesudahan dari sejak Adam-Hawa dulu, hehe..
Sudahlah, ga usah menghakimi, everybody has their own choice. Terlalu banyak hakim di negara ini, tapi sedikit orang yang berusaha melakukan perubahan. Yuk mulai dari diri sendiri (seperti biasa selalu ngelantur, hahaha..)

Well, the day is filled of inspiration. Thank You God for everything. 9 jam duduk terus, tanpa sempat merasa ngantuk. Jenuh ku sedang bosan, jadi dia tak datang.

Thankyou mbak AE, kak Ollie, gembrit dan semuaaaa panitia #wordisme, yakin deh pasti capek ngatur ini-itu, secara 300 orang. Semoga diadakan lagi event2 kaya gini, tujuannya tulus mau membantu dan membangkitkan motivasi penulis2 amatir yang kadang bingung dengan passion nya sendiri. 
Thankyou buat kesempatan foto nya yaaaaa “.” Yippieeee…

PS : Kak Gembrit, sori ya repotin. Hahaha.. jadi ingat waktu gue minta ijin foto sama Mbak Clara. Waktu itu, Gembrit dah suruh gue masuk untuk ikut session selanjutnya. Dengan tampang memelas, gue bilang mo foto sama Clara dulu. "Boleh ya... kan biar kesampean nih" sambil elus2 perut gendut gue. Gembrit tanya, "Emang kapan sih melahirkannya?" Gue bilang, "Harusnya dah waktunya, tapi demi ini ditunda. Jadi harus dapet nih foto sama Mbak Clara."
Gembrit memperhatikan perut gue dengan kening berkerut2. "Oh ya udah, duduk nya dimana? Duduk dulu kali ya..." katanya panik, sepertinya takut gue keburu mules. So nice he is:)
Akhirnya gue minta foto sendiri sama Clara, soalnya ksian Gembritnya dah sibuk ngurusin yang lain2. Pas dah dapat foto, gue report, "Dah dapat fotonya Kak, sama Mbak Clara." Fiuhhhh, dia menghela napas legaaa sekali, hihihi.. Makasih ya :)

Kak Ollie, thankyou sudah diijinkan save-as dan upload beberapa foto dari blog mu yaaa…

Dan baby gue donggggg... anteng di perut, mungkin ikut dengerin ya? Hehehe, makasih ya Sayang, dah mo nunggu sampe Mommy ikut event ini. Terima kasih sudah mo ngerti kesibukan dan mimpi nya Mommy. Minggu ini Mommy needs an extra energy, thankyou for staying calm ya:*

Ini gue lagi mejeng di depan banner #WORDISME

Sama Kak Ollie, the amazing woman


W/ Mbak AE, the inspiration

Dengan mbak Djenar, kejujuran nya tak perlu dipertanyakan lagi

Dannnn... finally wif Clara Ng, my fave writer ever!


Dapat special notes juga dari mbak Clara, supaya melahirkannya suskes! Amin :)

Monday, November 21, 2011

INSPIRATION : Nutrifood Leadership Award 2011

This week is totally full with inspiration.

Diawali dari penjurian Nutrifood Leadership Award #NutriLead, yang menghadirkan 25 finalist dengan superb project, sampai Awarding nya.
Bengong nya gue, begitu mendengarkan presentasi anak2 itu. Masih kuliah, baru 20 taun, sudah bisa bikin project2 seperti itu? Waktu masih di perut, kira2 Ibu2 mereka makan apa ya, anaknya bisa kaya gitu? Mumpung baby masih di perut, gue akan ikutin, makan apapun yang dimakan ibu2 para finalis itu, hehehe...
Dari mulai alif , mahasiswa muda yang memperjuangkan pendidikan untuk daerah asalnya Banten, sampai aditya dengan gerakannya demi pejuang2 kanker (Heart you, Dit!). 
Kalo mo tau lebih jelasnya soal project masing2 peserta, follow @nutrifood yah :) *bukantwitberbayar*
Berita The Awarding ada di link ini http://health.ghiboo.com/nurtifood-leadership-award-ajang-mahasiswa-jadi-pemimpin-perubahan

Nutrifood Leadership Award 2011 - The Awarding, diadakan di Palalada Resto, Grand Indonesia. Dengan perut besar ini, gue bertekad untuk kesana, hehe...
Salah satu nara sumber nya adalah @justsilly , one of socmed publicist, pendiri @Blood4LifeID , a virtual organization yang dari awal konsisten membantu orang2 yang sakit tapi membutuhkan darah atau dana. Keren, yah?
Waktu mo ketemu dia, duh deg2an nya, bakal se-celeb apa ya dia?
Ternyataaaaaaa... hehehe.. she's just an ordinary human being, so humble:) Seorang ibu yang sangat bangga dengan anak2nya, bagaimanapun keadaan anak2 itu. Seorang pekerja sosial yang tadinya hanya ingin mengisi waktu luangnya dengan hal2 berarti, dan sekarang sangat menginspirasi banyak orang.
Ngobrol dengan mbak satu ini, bikin kita bisa berpikir positif, optimis dengan segala perubahan yang bisa terjadi, di saat negativisme merebak dimana2.
Ngaku bukan penulis, tapi blog nya selalu enak dibaca, twit nya selalu menambah semangat. Salah satu manusia jujur, yang menulis "marah" pada saat dia marah, dan menulis "sedih" pada saat dia sedih.

Dia bahkan memuji driver kantor ku, pak Muji, yang driving slowly while taking her home. Celeb yang satu ini emang beda:) Dan pastiiiii ga mau disebut celeb deh:)

Semoga semakin banyak orang2 sepertimu di dunia ya, Mbak. Yang juga mau memikirkan orang lain, even yang tak dikenal. God bless you, Mbak :)

PS : Ga mo ketinggalan donggggg, upload foto juga sama doi, hehehe...




Friday, August 19, 2011

Ketika Angka hanya sekedar Angka


Sesi Leadership Insight atau #LIGHT di kantor hari ini, menghadirkan Romo Baskoro, one of Romo di Canisius College yang famous itu. Inget dulu Dede waktu masih sekolah di CC, sering ngomongin beliau, ga nyangka sekarang ketemu secara langsung.

Gue ga membahas teori sama sekali.. klo yang kenal gue, pasti tau betapa gue benci teori hehe..
Banyak hal menarik yang dibahas, salah satu nya soal pendidikan di Indonesia, mulai dari system nya, sampe guru2nya.

Profesi “guru” dipandang sebelah mata, identik dengan pekerjaan yang gajinya kecil, dan hanya orang2 yang tak punya pilihan lah yang jadi guru. Ksian yah… hiks padahal masa depan bangsa ini, ada di tangan mereka2.
Menurut Romo Bas, nilai rata2 bahasa inggris guru2 di Jakarta adalah 3.2 (skala 1-10), dan nilai matematika nya hanya sekitar 3. Sedih banget dengernya…
Padahal seharusnya orang2 terbaik dan pintar itu jadi guru! Secara anak2 dari TK sampe kuliah itu diajar sama guru & dosen gitu loh. Klo guru nya aja telolet, gimana muridnya?
Ah jadi ingat cita2 waktu dulu, mo jadi guru TK…. “.”

Sistem pendidikan di Indonesia membuat kita selalu mendewakan angka. Ranking 1 adalah yang terbaik. Ranking 10 adalah jelek. Well, klo itu gue rasa, karna metode kuantitatif adalah salah satu cara termudah menjustifikasi sesuatu. Tapi setidaknya kita harus belajar bahwa angka itu bukan segala2nya. Anak yang nilai PMP nya bagus, bukan berarti lebih bermoral daripada yang nilai PMP nya jelek. Anak yang nilai agamanya jelek, bukan berarti dia teroris atau ga punya Tuhan.
Tapi itu lah tugas sekolah, memastikan anak2 itu mengerti apa yang diajarkan, caranya apalagi klo bukan dengan nilai? Mungkin tugas kita lah sebagai orang tua, untuk mengajarkan pendidikan moral dan agama itu, dengan tidak melihatnya dari nilai?

Contoh pertanyaan yang biasa diajukan orang tua ke anaknya,
“Belajar apa di sekolah?”
“Ada PR apa?”
“Besok ulangan apa?”
“Bisa ga ulangannya? Dapet nilai berapa?”

Apa ada yang pernah menanyakan…
“Sudah berbuat baik apa kamu hari ini?”
“Tadi di sekolah duduk di sebelah siapa?”

Jadi introspeksi… apa ya, yang gue tanyain sama Keyla tentang sekolahnya?
Gue biasanya tanya sama dia, hari ini miss ngajar apa? Keyla bagi bekal ga ke teman? Ah tapi ga bisa dipungkiri juga, gue pasti nanya tentang apa yang dia pelajari di sekolah? Udah bisa bikin huruf baru apa?
Padahal menurut Romo Bas, anak2 itu pasti bosen klo tiap hari ditanya soal sekolah.
Inspiring lesson for me… secara gue benci sekolah sejak dulu. Untung dapet nyokap kaya mami gue, yang ga terlalu mentingin angka:D

Gue beruntung bangeetttt, nyokap gue ga terlalu peduli sama nilai. Yang penting gue naik kelas, dia dah cukup hepi:p Di tengah sepupu2 gue yang pinternya ampun2 itu, yang selalu ranking 1, yang selalu dibangga2in mami papi nya, duuhhhhh beruntung banget yah gue? Walopun selalu dibanding2in sama sepupu2 yang umurnya kurang lebih sama, tapi mami ga pernah menuntut gue macem2. Mami pernah sih sedih karena nilai gue jelek, tapi kayanya Cuma sekali itu aja, hihihi…

Ketika anak dapat nilai 10, selalu dipuji, tanpa peduli apa itu hasil dia sendiri atau bukan.
Ketika anak dapat nilai 4, selalu dibilang “jelek”, diomelin, tanpa peduli kerja keras dia mendapatkan angka itu. Jangan2 dapat nilai 4 itu hasil kerja kerasnya sendiri, sementara dapat 10 itu nyontek!
Is he trying to say that process is more important than result?
Itu yang bikin anak juga selalu berorientasi utama pada angka, wong bapak ibu nya begitu. Angka, nilai, ranking adalah yang utama. Gimana cara dia mendapatkannya, ga penting. Padahal itu salah besar!

Menjadi orang tua.. banyak sekali yang harus dipelajari ya (secara mo jadi emak2 ber-anak 3).
Belajar mengalahkan ego pribadi (orang tua mana yang mo liat anaknya dikalahin sama orang lain?)
Belajar memberikan kebebasan untuk anak memilih apa yang dia suka… Biasanya apabila orang tua memilihkan sesuatu untuk anak, alasannya pasti “papa mama tau yang terbaik buat kamu”, padahal mungkin “dia tau yang terbaik untuk dirinya sendiri”.
Belajar merelakan apabila keinginan anak tak sesuai dengan keinginan orang tua. Singkatnya, membiarkan anak menjadi pelukis daripada jadi dokter. Ah, sulit ga ya itu?
Belajar tidak menilai segala sesuatu nya hanya dari nilai, dari ranking, karena itu hanya sekedar angka. Belajar menerima anak dengan seluruh nilai2nya, tidak hanya nilai raport, tapi nilai hidup.
Gimana klo anak cowok gue mo jadi penari? Gimana klo anak cewek gue mo jadi pembalap? (kok tiba2 migrain ya bayangin itu.. phhewwww). Dilema banget ya….
Coba lempar monyetnya ke Tuhan, hehehe… Han, tangkep yah! :p

Jadikan aku,
Orang tua yang baik
Yang mau mengerti keinginan anakku
Yang mau mendengarkan anakku

Pinta aku,
Untuk dapat mendidik anakku
Seperti Bapa ku mendidik aku
Seperti orang tua ku mendidik aku

Didik aku,
Menerima anakku apa adanya
Seperti Tuhan yang selalu bisa menerima
Apapun yang aku lakukan
Sesulit apapun itu

Ajari aku,
Menjadi ibu yang penuh kasih
Yang sanggup mengasihi anakku
Apapun yang dia lakukan
Bukan karena apa yang dia hasilkan

Semoga aku,
Dapat menjadi perpanjangan tangan Mu
Menjaga anak2 titipan Mu
Seperti yang Engkau mau


Monday, April 06, 2009

Rest In Peace, Om Boentjong

25 Maret 2009


Ketika lagi meeting… HP berbunyi, dari Mami. “Ci, Om Boentjong dah ga ada….” 
Hah???? Gue langsung bengong, tau2 badan lemes aja. 
Setelah sempet terisak, Mami bilang akan pulang cepet dari kantor, trus langsung ke Mitra Gading, tempat Om Boentjong dirawat. Sampe akhir Mami menutup telpon, gue ga bisa bilang apa2. Bengong sekian menit, sblom akhirnya gue telpon suami gue, yang sama kagetnya dengan gue, tapi lebih bisa mengendalikan diri. 
Hari Minggu, tanggal 22 Maret 2009, kita baru ktemu di rumah Ai di Bogor, arisan keluarga. Om Boentjong masih seger, masih ngobrol lama dengan para bapak-bapak di teras, sambil ngerokok & ketawa2. Tidak ada tanda2 sedikit pun….. (walopun ternyata almarhum udah pamit sama Ai dengan mengatakan bahwa hidupnya mungkin tak akan lama lagi… tapi semua menganggapnya bercanda aja, karna beliau emang seneng banget bercanda).  


Rabu malem, gue & Alex langsung ke RSPAD. Sampai disana, ruangan masih di-dekor, jenazah blom masuk. Gue langsung cium & meluk Ii Yuyu (istrinya), tanpa bisa bilang apa2. Dia cuma bilang “Cepet banget, Dian… hari Minggu masih ktemu, kan? Cepet banget….” Gue, bukannya menenangkan, malah ikut2an nangis ga karuan. …..


Om Boentjong adalah salah satu Uncle gue yang paling gue sayang. Dia itu deket banget sama bokap gue (alm), bisa dibilang hopeng deh…. Dari segi fisik mirip, tampang jenaka dan perut ndut…. Dengan keramahan dan kebaikan yang luar biasa…. Dan sisi humoris yang tak mudah dilupakan. Gue masih inget ketika Papi sedang koma di ICU, Om Boentjong dateng. He cried, dan dia bilang sama bokap gue, “Lo harus lawan penyakit ini… lo mesti sembuh!”


Dan pada akhirnya, ketika bokap gue passed away, Om Boentjong adalah salah satu orang yang paling peduli dengan kluarga gue. Dia sangat merhatiin mami, koko, gue, dede. Dia adalah wakil kami pada saat kami melamar & dilamar. Dia adalah juru bicara keluarga yang disegani. Waktu Ko Yudi ngelamar Ci Herlin, Om Boentjong yang jadi jubir. Ketika gue dilamar, Om Boentjong juga yang jadi wakil kluarga. Bahkan Om Boentjong juga yang ikut nganter gue waktu gue merit, ketika harus ke rumah Alex untuk sembahyang. Om Boentjong juga yang jadi juru bicara kluarga ketika Dede ngelamar Yeni. He’s like FATHER for us. No, he’s not just like father. He is our father.


Waktu dulu gue baru punya pacar…. Dia bilang sama gue, “Mana niy pacarnya, kok ga dikenalin ke Om? Om musti liat dulu, oke ga orangnya…” Dan waktu gue mo merit, Om Boentjong termasuk salah satu yang ikutan stress… (padahal yang kawin aja ga stress yah, huehehe…). Dia nanya sama gue, apa yang harus dilakukannya untuk membantu gue. “Om musti ngapain niy, Dian….” (secara dia biasanya slalu kebagian tugas klo ada yang merit) “Ga usah ngapa2in, Om, pokoknya dateng aja & enjoy pestanya… kan Dian dah pake WO, jadi sodara2 semua bebas tugas.. tugasnya cuma makan aja kok…” Tapi dasar ga bisa diem, si Om bilang akan ngitungin piring aja, supaya ga diboongin sama hotel:) 


Setelah Dede merit, Om Boentjong pernah bilang klo hutang2nya sudah lunas. Dia pernah berjanji sama Papi, untuk “menjaga” anak2nya sampai menikah. Akan “mengurus” kami sampai berkeluarga. Dan gue baru sadar… sampai terakhir, I never say thanks…. Never say thanks, to him…. Om, it might be late. Thankyou for being so care to us. Thankyou for making our daddy feel peace in his sleep. Thankyou for taking care of us. Thankyou for everything. Pergi yang tenang ya, Om…. Don’t worry about everything’s here. Ii Yuyu, Ci Lia, Ko Andry, Iin, semua akan baik2 aja. Just rest in peace. That’s it. All angels in heaven, pls take care of my uncle….just like you guys did to my daddy.


Papi, Om Boentjong dah menyusul Papi ke Surga. Ditemenin yah, Pi… Tapi awas jangan makan banyak2 yah….

Wednesday, May 07, 2008

RIP Pak Harto

REST IN PEACE
(Pak Harto, 27 Januari 2008)

Tanpa bermaksud sok nasionalis, sok tau atau idealis (secara gue ga pernah tertarik dengan politik2 di negara ini atau negara manapun), ada fenomena menarik yang bertentangan setengah mati. Gimana enggak… hari pertama gue cuti melahirkan, di smua channel TV, smuanya bahas tentang ini. 

WE HATE YOU !! 
Ga terhitung brapa orang yang menghujat Pak Harto. Mantan presiden ke-2 RI itu, yang berkuasa slama 32 taun, yang dari semenjak gue kecil blajar PSPB, nama beliau selalu dikumandangkan sbagai pahlawan yang menyelamatkan negara ini…. 32 taun, yang akhirnya harus “lengser” dengan cara tidak hormat, akibat demo yang menelan korban 5 orang mahasiswa Trisakti. 
32 taun penuh kekuasaan, berakhir dengan pidato nya yang kurang lebih mengatakan “Saya memutuskan untuk mengundurkan diri, meletakkan jabatan sbagai Presiden RI”, dan disambut gegap gempita oleh segenap rakyat, terutama mahasiswa.. dengan harapan Presiden baru akan membuat keadaan negeri ini lebih baik. (Apakah terjadi? Entah….) 
Banyak banget orang yang benci sama Pak Harto, terutama orang2 yang ngerti betapa besar KKN yang dilakukannya. Betapa berkuasanya anak2nya, betapa banyak hartanya akibat “makan” uang rakyat, blom lagi gosip2 kluarganya yang “pecah” akibat rebutan harta & kekuasaan, Ibu Tien yang katanya meninggal akibat anak2nya yang brantem, macem2. 

Sukmawati Soekarno Putri, salah seorang anak Presiden 1 RI, Soekarno, ikut diinterview. Dia jelas2 bilang, atas nama pribadi, dia sangat membenci Pak Harto, dari dulu, even sampe akhir hayatnya. Dia bilang, Pak Harto merebut kekuasaan dari Soekarno dengan cara2 tidak adil. 

Lalu ketika Soekarno meninggal, dan sesuai permintaan dengan wasiat almarhum & permintaan para istri, ingin dimakamkan di Jawa Barat (dan bukannya di Blitar sperti yang terjadi), Pak Haro tetep memakamkan di Blitar. Pak Harto juga bertindak seolah2 Soekarno yang bersalah atas peristiwa G 30 S/PKI, dan dia sendirilah pahlawannya. 
Blom lagi kasus Supersemar yang katanya palsu (entah tersimpan dimana surat itu skarang..), dan katanya Soekarno dipaksa menandatangani surat itu. “Masih sakit hati dan tidak akan memaafkan sampai kapanpun,” begitu kata Sukmawati. Bisa dimengerti? Rasanya iya. Anak siapa yang ga sebel klo bapaknya difitnah. Ayah yang begitu dibanggakan, seorang pahlawan, harus dikenal sebaliknya oleh seluruh rakyat, akibat fitnah. Gue klo jadi si Sukmawati itu, mungkin juga bakal sebel banget sama orang yang melakukan itu ke bokap gue. 

WE LOVE YOU, Pak… 
“Ganteng banget ya Bu, waktu masih muda….” 
“Dulu waktu jamannya dia, petani ga pernah kekurangan, karena dia juga dulu anak petani yang kerjanya membajak sawah. Harga pupuk cuma 25 ribu sekarung, petani semua seneng sama dia. Sekarang petani kekurangan, harga pupuk 100 ribu sekarung…” Begitu kata pembantu gue, yang nemenin gue nonton TV sharian. Polos, tapi itu curahan hatinya. 
Blom lagi gue liat (rasanya siy) dia agak berkaca2 waktu nonton acara pemakaman Pak Harto. 
 Begitu juga sbagian rakyat yang ikut melayat ke Cendana. 
“Dia Bapak saya…” 
“Mau mendoakan Bapak, biarpun sampai harus nginep2…” 
Rela sampai harus nginep, hanya untuk mendoakan Pak Harto. 
“Ya korupsi ga papa Bu, wong negara aman….” 
“Emang skarang ga pada korupsi.. lebih parah keadaannya.. udah korupsi, kerusuhan dimana2.” 
“Indonesia waktu itu malah lebih stabil dan lebih aman dari skarang…” 

Bagi sbagian rakyat kecil, yang tidak ngerti apa2, Pak Harto masih tetap pahlawan. Sosok kebapakan yang bermata ramah, slalu tersenyum, dan bertutur kata lembut. Ternyata di sekian ribu penghujatnya, masih ada orang2 yang begitu mencintainya. 

Sperti yang sudah2…. There’s always two sides of coin
Ada yang benci, ada yang suka. Ada yang murka, ada juga yang menangis ketika ditinggalkan. Tanpa bermaksud memihak siapapun, karna gue juga ga ngerti... Anyway.. di samping kesalahan besar nya, ada juga perbuatan baik yang dilakukannya. Di samping kesalahannya sehingga krisis besar2an di tahun 1997, beliau juga sukses menerapkan swasembada beras dan menggalakkan KB di Indonesia. 

Di luar korupsi besar2an, kolusi dan nepotisme nya, beliau hanyalah seorang bapak yang begitu ingin melindungi anak2 dan keluarganya. Walopun ga kenal sama Mbak Tutut, Mas Bambang dan Mas Tomy, rasanya sedih melihat mereka menangisi kepergian ayah mereka. Mereka toh orang biasa juga, yang sayang sama ayahnya. 
Dan sekarang, Jenderal besar itu sudah pergi. Membawa seribu misteri yang masih blom terpecahkan. Membungkus sidang pengadilan yang blom jelas hasilnya. Membawa pergi kebencian skaligus cinta dari masyarakat negeri ini. 

“Udah meninggal ya udah toh ya, udah dapet hukuman dari Allah. Klo ga dimaafin ya kita yang dosa,” begitu kata pembantu gue, yang sempet bikin gue bengong. 

Pikiran sederhana, tapi rasanya bener. Yang menghujat, bisa dimengerti. Yang memuja, juga bisa dipahami. Terlepas dari smua kesalahannya, rasanya lebih bijak klo bangsa ini melepas nya dengan iklas. Sebab semua udah ada jalannya. 
Jenderal besar itu sudah pergi. Biarkan dia tenang di sisi belahan jiwanya. Di pangkuan Tuhan nya.
Rest in peace.

Friday, February 23, 2007

BANJIR

Jakarta Berduka Lagi. 
Diawali di hari Kamis malem. Hujan turun deras banget. Geledek dan petir, seakan ga mo kalah, berlomba-lomba mengetuk bumi. Ada yang meninggal (karena sakit, hanyut, atau kena listrik), ribuan yang sakit (anak2 kecil sampe orang tua), ada yang terus2an menangis (memikirkan nasib sanak kluarga dan kerabat), ada yang hanya bisa diam (memikirkan usaha dan jerih payahnya selama ini lenyap seketika). Gue ga tau, cara apa yang harus ditempuh untuk mengatasi ini. Gue ga tau, karna gue bukan menteri. Bukan orang pemerintahan. Bukan orang DPR. Jauh dari itu. Yang gue tau, urusan banjir ini, jauh lebih penting daripada busway. Jauh lebih urgent daripada pembangunan MRT yang ga jelas itu (jadi ga siy tuh? Kok cuma ada besi2nya doang…). Mendingan ngurusin sampah, daripada berebut jadi gubernur tapi trus dikutuk seluruh rakyat negara ini. So daripada sibuk ngurusin Inul yang katanya tarian haram (padahal Inul orangnya polos dan baik banget), daripada ngurusin Aa Gym yang kawin lagi (woy, usil lo! Urusin aja diri lo sendiri! Ngaca dongggg…), daripada ngurusin demo majalah playboy (ayo ngakuuu.. siapa yang udah langganan majalah playboy..?).. mending urusin banjir aja tuh!!!!!!!!!

BLESSING in DISGUISE? 
Buat sbagian orang, banjir kali ini adalah blessing in disguise. Ada yang terkurung di rumah, jadi mau ga mau sempet baca buku yang sblumnya ga sempet dibaca. Ada yang dengan terpaksa jadi baikkan sama sodara nya (yang slama ini musuhan dan ga teguran, padahal serumah), ada yang jadi asik main sama anaknya (karna ga bisa kemana2 dan TV ga bisa nyala), ada yang ujiannya diundur jadi punya waktu blajar lebih banyak, ada yang bisa nemenin Oma nya yang kesepian karna kejebak di Bogor (itu gue, huehehehe:p). So, wherever you are, there’s always two sides of coin. Ada kesedihan di satu sisi, ada kegembiraan di sisi yang laen. Just follow the flow. 


un-FAIR? Iya. Life is never fair. Ada yang lagi repot2 ngungsi, ada juga yang jalan2 ke mall (siapa tuh.. huehehe.. bukan gue kok, suer deh! Gue juga kekurung di rumah kookkk..) Ada yang lagi sedih karna harus evakuasi dan ninggalin rumah dalam keadaan berantakan, ada juga yang lagi seneng2 di belahan dunia sana. Ada yang menangis karna harus menahan lapar.. ada yang sakit.. tapi ada yang (lagi2 ga adil…) lagi ketawa2 hepi di kota lain. Ada yang mo minta minyak kayu putih buat anaknya aja harus ngantri sekian jam (dan akhirnya ga dapet pula! Hiks.. keterlaluan..), tapi ada juga yang lagi pesta pora. Hidup itu tidak pernah adil. That’s why elo bisa memilih, mo ngejalanin hidup lo seperti apa. Marah2 karna hidup ini ga adil? Menyalahkan orang2 yang bahagia selagi elo sedih? (tidak seharusnya.. klo mereka yang sedih di saat elo gembira, apakah elo akan ikut sedih juga?) Buat sahabat2 gue yang kbanjiran… 


Dari lubuk hati yang terdalam, gue turut prihatin ya. So sorry to hear that, hopefully you’re all ok. Kerugian materi, jangan ditanya lagi. Yang penting, you’re with someone you love. Elo masih bisa ketemu dengan orang2 yang elo sayang. Masih bisa berkumpul dengan orang2 yang elo kasihi. Remember what I’ve told you, its ok to be sad. Klo hasil kerja dan usaha lo slama ini tiba2 hancur, elo boleh menangis. Tapi jangan putus asa, ya? Tuhan akan memberi lo kekuatan, 1000 kali lebih banyak dari biasanya. Dia akan memberi lo energi, untuk membangun semuanya, dari nol lagi. Dia ga akan ninggalin lo. Dia akan membantu lo ngelewatin smua nya ini. Mungkin beberapa hari ini, hanya awan gelap dan air menggenang yang bisa elo liat. Tapi Dia janji, Dia akan memberi lo matahari, selagi elo memupuk dan menyiram… dan tanaman itu akan tumbuh. Ga bisa bilang apa2 lagi, just God Bless You 


Buat Pak Erwin… there must be an incredible reason, why God took your little angel away, to heaven. He’ll taking good care of your baby. Hiks:(

Thursday, February 01, 2007

Leadership Scholarship

DEDICATED to : ADIK-ADIK KECIL ku


Sekalian mau ucapin terima kasih atas kesempatan yang diberikan ke Nutrifood. Kalau saya tidak mengikuti pelatihan kemarin, mungkin saya tidak akan pernah membuat mama saya senang karena menelpon untuk menanyakan kabarnya, sesuatu yang jarang saya lakukan. Saya mungkin juga selamanya tidak akan pernah mengenal nama dari tukang indomie yang mangkal di depan kost saya. I feel very grateful :)

29-31 Januari 2007
3 hari kmaren, mungkin adalah 3 hari yang sangat berharga di bulan ini. 3 hari kmaren, adalah 3 hari special, dimana gue bisa blajar begitu banyak orang2 paling luar biasa. Orang2 yang punya smangat setinggi langit, tapi tetap menapak. Orang2 yang kapasitas otaknya segede bumi, tapi masih tetap rendah hati. Orang2 yang begitu talented, tapi mau menghargai orang laen. Siapa siy orang2 ini, Yan? Elo abis kumpul2 sama ilmuwan darimana? Jadi critanya.. mereka ini adalah para finalis dari program scholarship yang gue buat. Mereka adalah mahasiswa2 yang apply ke program ini. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, terpilih 16 finalis, yang memperoleh pelatihan 3 hari tentang scholarship. Cuplikan kata2 di atas (yang ditulis miring itu), adalah salah satu email dari beberapa email dan sms yang gue trima dari peserta scholarship itu. Pas baca email itu, rasanya seneng banget. Buat yang kirim email itu (you know who you are), makasih ya, it really really really made my day:) Gue jadi muter lagi slide power point buat anak2 itu, plus lagu nya. Berkali2. Dan jadi terharu… (norak deh lo Yan.. padahal slide itu kan juga lo yang buat… ngapain ampe sedih2 sgala:p) 16 anak itu, berkali2 bilang trima kasih ke gue. Mereka ber-trima kasih karna udah terpilih jadi 16 besar, karna dikasih kesempatan untuk kenalan, dikasih training yang amazing, dan dapet kesempatan kenal dunia kerja. The reality is… bukan kalian yang harus ber-trima kasih ke gue. Tapi gue yang harus bertrima kasih sama kalian. Trima kasih, untuk membuat program ini menjadi program yang sangat indah. Trima kasih, untuk kesempatan kumpul dan berbagi dengan orang2 luar biasa sperti kalian. 3 hari kmaren, ngajarin gue untuk slalu percaya sama diri gue, untuk tetep smangat walopun entah kapan ada badai di depan gue, untuk slalu menghargai orang lain siapapun dia, untuk tetep rendah hati walopun udah achieve something yang amazing. Guys, you never know what those 3 days mean to me.

So, special thanks to : (kaya lagi nrima Oscar aja:p)
God… my Father, my pimp.. for making all this happened well.
Pak Felix, makaci udah percaya sama aku ya, Pak:) Taun depan boleh lagi ya? Tapi aku propose budget lebih gede ya.. huehehe… Manager2 perlu training kaya gini juga niy, Pak… boleh ya, boleh ya, boleh ya?
Tasha, thanks banget yaaa, udah ngurusin pritil2an acara ini. It would never happen without you! Minggu depan, ke Starbucks yuk Sha, buat gain new ideas and making another miracle happen:) Dan adik2 gue yang luar biasa ini

Stefani, dunia masih perlu banyak orang polos dan baik hati sperti kamu. Jangan pernah tercemar ya, Fan. Sampe ktemu nanti di kantor waktu kamu internship ya:)
Tino, jia yo, No. You can do it.. Salam untuk wanita2 cantik di Bangkok sana, ya (tolong bedain antara wanita dan waria:p). Buruan lulus ya, jadi ga usah nunggu September ampe masuk Nutrifood:p
Vita, yang sederhana, cuek, tapi pinter selangit. Tau ga, klo ngobrol ama kamu itu, nyenengin banget? Tetep low profile ya:) Kita tunggu kamu lulus ya Vit.. klo udah lulus, udah tau kan kudu kontak siapa?:) Willy, the charming one:) Find out what you want, and go get it! Smoga sukses dengan program scholarship nya. Go go go, Willy go! Moga2 jadi sekantor ya, Wil…
Agus, bgitu banyak hal baik dalam diri kamu. Kamu itu seperti lentera di hujan badai… Keep sharing the love… and you’ll find your Mrs. Right soon.
Martono, awalnya kalem, tapi ternyata super gila (Amitaba, Amin:p). Salah satu orang berpendirian teguh yang bikin gue kagum. That’s what a team needs for a leader… stand till the last ya!
Angel, orang yang bikin gue smangat bikin slide power point, walopun lagi masuk angin. Smangat kamu itu,.. bikin yang ngantuk jadi seger. Tetep smangat ya, Ngel… Mudah2an keinginan jadi trainer tercapai ya!
Velia, adikku yang kecil dan imut2. Sabar ya… biar belahan jiwa yang akan mencari dan menemukanmu. That one who left you, he’s the one who’ll be sorry. Kamu berhak mendapat yang lebih baik. Tetep ceria ya!
Nita, kecil2 cabe rawit.. biar kecil, energi nya bisa bikin orang sekampung jadi melek. Kagum banget sama totalitas tanpa pamrih nya. Tetep setia dengan tujuan mulia mu ya, Nit… ajak2 aku klo ke panti asuhan ya!
Karin, si siluman ular putih (huehehe…) yang sabar dan keibuan. Ayo kita bikin TK dan day care sama2! Christine, yang cantik, kalem, dan menghanyutkan. Lebih yakin dan percaya diri ya… ayo, kamu bisa! Sukses ya ujian nya.
Indra, janji latian public speaking nya dijalanin ya. Slalu yakin, klo kamu pasti bisa. 2 taun lagi, kamu pasti jadi public speaker yang super jago! Dan kita2 yang harus blajar dari kamu.
Digma, salah satu orang paling pendiam waktu awal2. Tapi di hari ketiga kok.. udah mulai keluar gila2nya. Huehehe… kamu tuh pinter banget anaknya, just believe in your own self, sure you can reach your dream. Ayo cepet lulus, biar bisa di-recruit!
Swari, yang ceria dan banyak senyum.. bikin yang udah capek jadi tetep smangat. Salah satu peserta yang paling banyak bikin ktawa. Ada2 aja deh kelakuannya, huehehe.. Kita tunggu kamu di Miss Indonesia 2010 ya. Salam untuk cumi-cumi tersayang-mu.
Michael, mudah2an 5 taun lagi, kita bisa liat nama kamu di majalah SWA, dengan title “Entrapreneur yang sukses menjalankan bisnis IT nya.”
Faisal, salah satu anak paling baik yang gue kenal. Dari awal presentasi di kampus, dia yang bantu2in gue pasang infocus (walopun akhirnya ga bisa juga:p). Sukses ya sidangnya.. sampe ktemu di Jakarta!

Plus 3 trainer yang juga luar biasa :
Mbak Thres, kaguuummm banget ama smangat nya Mbak Thres!
Mbak Nine, jaga ponakan ku baik2 yaaa.. pasti jadi anak pinter dan penuh smangat!
Mas Prima, salam buat si muka tomat ya, huehehe..

I’m the one who have to thank you (not you). 
Thank you, guys… 
To remind me how strong I am 
To remind me about my dreams 
To share me your spirit To make me feel younger (huehehe.. sumpah, gue jadi ngrasa fresh grad lagi waktu sama2 kalian!)
This program really make me want to give the best.
Buat kluarga gue (saat ini), buat kluarga gue (yang baru nanti), buat anak buah gue (Tasha, dulu waktu kamu masuk, I promised myself to improve you in every aspect.. so far berhasil ga ya?? Ayo kita perbaharui janji nya.. lets make incredible things to happen), buat tim gue (shinta & irene.. kita udah saling membangun blom ya? Lets make a greater team).


Last but not least
Buat kantor gue tercinta : tempat gue blajar dan mengenali diri gue sendiri, tempat gue menggali potensi diri, tempat gue blajar klo bisnis itu tidak harus slalu dijalankan dengan memukul orang lain, tempat gue memahami klo tujuan mulia dan niat menolong yang bener2 tulus itu bukan untuk dipublikasikan, tempat gue ngerti klo orang2 baik itu masih ada, dan tempat gue.. mencari nafkah (huehehe…) slama 5 taun trakhir ini (wah.. taun ini, lo trima senioritas, Yan! Buset… udah tua, lo!). THANK YOU!!! To believe in me to run this program, and let me finish it. (hiks.. jadi sedih.. ayo makanya smangat kerja dong, Yan!)

Thank you all, for these beautiful things.