Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Friday, June 13, 2014

Book Review : (Bukan) Salah Waktu


#BukanSalahWaktu karya Nastiti Denny (Penerbit : Bentang Pustaka, 2014, 248 pages)

(dalam 496 kata)
--------------------------------------

Memiliki keseluruhan cerita yang unik, tidak salah Bentang memilihnya menjadi pemenang lomba “Wanita Dalam Cerita”.
Temanya simpel, tapi dikemas dengan cantik. 
Runut dan kaya cerita.
Rahasia masa lalu, cerita kelam keluarga, sampai politik bisnis.
Kecemasan, ketidakjujuran, hingga isu perselingkuhan.

Alurnya maju, sehingga mudah dimengerti, walau ada sesekali kembali ke masa lalu.

Luka batin akibat kisah kelam keluarga, membuat Sekar menjadi sosok yang insecure. Orang tuanya kerap bertengkar, dan akhirnya berpisah. Ibunya tidak pernah ada di rumah, Ayahnya tidak peduli,  komplit membuat Sekar merasa tidak diinginkan.
Ironisnya, Sekar mencari rasa aman dengan bersembunyi di celah sempit, seperti di sela dinding atau lemari.

Salut dengan Sekar. Ia berani melepaskan karir cemerlangnya, demi menjadi ibu rumah tangga dan bersahabat dengan dengan kunyit, bawang dan mesin cuci.
Mungkin Sekar ingin menjadi berbeda dengan Ibunya, yang lebih mengutamakan karirnya dibanding keluarga.

Sementara Ibu Yani adalah sosok dominan yang kokoh di luar, tapi kosong di dalam. Kesedihan karena ditinggal mati oleh kedua anak kandung dan ketidakharmonisan dengan suami, membuatnya tidak kalah rapuh dengan Sekar.

Prabu digambarkan (maaf) plintat-plintut, bikin gemas.
Sebenarnya banyak masalah bisa selesai kalau Prabu bersikap lebih tegas.
Kenapa Prabu tidak berjuang mempertahankan Sekar, selain membiarkan Sekar memilih?
Kadang kita ingin melepaskan yang disayanginya supaya tidak menyakitinya lebih lama. Tapi ketika kita melepaskan, justru itulah yang paling menyakitkan bagi orang yang kita sayangi itu.
Fight for Sekar, Prabu! 

Oh iya, saya suka dengan nama Sekar Melati dan Prabu Satria, Indonesia sekaliJ



cover
Covernya bagus! Kombinasi merah dan putihnya asik. Simbol jam melambangkan waktu, yang kali ini (untungnya) tidak disalahkan. Hanya saja angka-angka terlalu ramai, kurang sesuai dengan aura cerita yang sedikit muram. Nah, jam menunjukkan (hampir) pukul dua belas, hanya kebetulan, atau ada arti tersendiri?



blurb
Blurb romantis dan penuh pita-pita, menjadi salah satu daya tarik novel ini. Tapi ternyata di bukunya, hampir tak ada kalimat bertabur cinta, kecuali notes berikut dari Prabu yang berhasil membuat meleleh. 


Nggak cocok, ya? Kasih tau, dong, cocoknya sama yang mana.

Nasi goreng paling wangi yang pernah aku tahu itu buatan istriku.

Saya menemukan beberapa “what if” di sini :        
  • Sudah dua tahun menikah, tapi kok Prabu tidak tau kalau orang tua Sekar sudah berpisah?
  • Kondisi psikologis Sekar tidak diulas lebih dalam. Misalnya bagaimana Prabu seharusnya menjadi orang yang bisa membuat Sekar merasa aman dengan masa lalunya sendiri. Chemistry Sekar dengan Wira juga kurang terasa. Bagaimana Sekar bisa menyayangi anak darah daging suaminya dengan wanita lain?
  • Sekar dan Prabu tak tampak senang dengan kehamilan Sekar, atau hanya saya yang tak dapat menangkap emosinya?
  • Nampak beberapa detil berlebih, seperti ukuran luas ruangan dan lay out rumah. Juga kisah tokoh pendukung yang dapat porsi, misalnya Mbok Ijah dengan riawayat rumah tangganya, dan Rei dengan problema pekerjaannya.
  • Laras yang menghilang, Miranda yang tidak jelas kabarnya (apakah ia marah pada Sekar?), Prabu yang tiba-tiba 'curhat' pada Rei, padahal Rei pernah mengkhianatinya.. Ah, novel ini  seakan terlalu cepat habis. 


Well, ini bukan sekedar cerita cinta-cintaan.
Tapi tentang menerima seutuhnya, kejujuran dan rasa percaya, juga tentang memaafkan.
Tentang memilih, antara mempertahankan ego atau berdamai dengan masa lalu.

Overall, suka dengan buku ini.
Mbak Nastiti, ditunggu novel berikutnya!


Wednesday, January 29, 2014

Tentang 12 Tahun di Rumah Kedua


Peringatan ulang tahun Nutrifood (2 Februari), selalu punya arti lebih buat gue. Artinya umur gue di sini nambah setahun lagi:p 

2 Februari 2002
Setelah proses seleksi beberapa bulan sebelumnya, hari ini akhirnya melangkahkan kaki sebagai karyawan. Bingung setengah mati, kok sepi banget nih kantor… Pada kemana semua ya?
Ternyata oh ternyata.. most of them kebanjiran! Ingat kan, Feb 2002 itu banjir besar di Jakarta. Sebagian karyawan diungsikan ke training center kantor di daerah Sentul. Sebenarnya dari sini aja, gue udah merasakan sesuatu yang beda, sih. Perusahaan kok repot2 mau menampung karyawan (plus keluarganya) menginap di rumah kantor?

Selingan aja, ini foto gue waktu apply kerja.
Unyu dan super culun yah :p


Tiga bulan menjadi anak baru, bukan hal yang mudah buat gue. Malah sejujurnya, gue udah pingin kaburrrr dari sejak sebulan gue di sini.
Selain kerjaan yang bukan main banyaknya, gada yang ngajarin, gada mentor. Hiks…
Well, anak barunya memang ada beberapa yang masuk mirip2 gue waktunya. Tapi semua beda bagian.
Dan gue dapat 3 (iya, tiga!) department waktu itu. Sebagai anak baru yang masih unyu, menghandle 3 dept itu asli bikin pening. Gue, lulusan psikologi, yang hanya punya sedikit pengalaman 4 bulan bekerja sebagai HR, harus handle dept HR, GA, dan QA.
Sangat awam dan membingungkan, gue pun mencari orang yang bisa ditanya. Ga menemukan seorang pun yang bisa mengajari, gue pun bertanya ke boss gue (Sebut saja dia Bapak RS, the Managing Director, salah satu yang menginterview gue).
“Pak, ini saya bingung harus ngerjain apa. Ga ada prosedur apa-apa yang bisa saya baca? Ga ada job description?”
Dia pun menjawab dengan entengnya, “Lah, justru tugas kamu itu bikin prosedur dan job desc untuk semua dept.”
Sangat lugas, tapi sanggup bikin gue lemas, haha..

Bapak RS bilang sama gue, “Kenapa? Merasa ga bisa? Katanya dari kampus beken?”
Melihat tampang gue yang (mungkin) pucat pasi, dia bilang lagi, “Saya ga nyari orang pintar, yang lebih pintar dari kamu itu banyak. Tapi saya ambil kamu karena bisa dipercaya. Masa orang yang bisa dipercaya ga bisa pintar juga? Jangan bikin kecewa.”
Damn it, dedemit! Lo pikir???? Uhuk! Pingin kaburrrr!

Tapi gue lantas berpikir… Kalau gue kabur, artinya omongan si Bapak itu benar, dong. Lagian masa sih gue ga bisa?
Iya, memang susah, tapi ga dicoba ya ga tau bisa apa enggak. Iya gada yang ditanya, gada yang ngajarin, tapi kan masih ada buku dan internet?
Dan harus gue akui, Nutrifood menyediakan akses sebebas2nya buat lo cari info. Nutrifood membukakan pintu selebar-lebarnya untuk lo belajar. Lo bisa pinjam buku di library. Lo bisa browsing. Lo hanya perlu INISIATIF untuk melakukannya. Once itu ada, lo bisa lari.

Pengalaman gue magang, part time dan jadi asdos, asli berguna banget buat gue pada saat kerja. Bukan hanya bagus di CV, tapi inisiatif, kemandirian, ke-fleksibel-an, dan social skill, itu yang lebih penting daripada sekedar manjang2in CV.
Dulu gue pernah kerja di perpustakaan kampus, buat ngisi waktu plus nambah uang jajan, ga kepikiran bakal berguna di dunia kerja. Ternyataaaa gue bisa dengan cepat belajar coding saat harus minjem buku di perpust kantor. Gue bahkan membuat sistem audit kecil2an di business unit gue.
Hokinya gue dulu pernah terlibat dalam banyak organisasi. Ya Senat, ya BPM, ya UKM. Walaupun jauh berbeda, tapi mengajarkan gue banyak hal. Secara gue harus mengepalai para Satpam dan Driver. OMG! Kebayang ga sih, gue meeting dengan para Satpam? Satu ruangan, isinya penuh dengan Bapak2 kekar berseragam, sementara pemimpin meetingnya adalah gue yang super unyu gini? Hahaha...
But I took it all. And I thank God for that. God was, is, and always beside me.

Ga perlu gue certain detail ya, gimana akhirnya gue bisa melewati masa probation gue. 3 bulan penuh kebingungan. 3 bulan menjadi orang buta di hutan belukar. Ga terhitung berapa kali gue merasa stress dan pingin kabur aja:p Akhirnya, setelah melakukan presentasi di depan boss gue itu, gue dinyatakan lolos percobaan (asli, lebih takut daripada ujian sidang S1:p). Fiuh… Dan gue, masih di sini sampai sekarang:p

No guidance, no mentor, even no procedure. So what did the company give me?
TRUST. I was surprised for the (too big) trust Nutrifood gave me.  

SUPPORT. Finally I knew my first Boss is the one who support me much. Did I tell you that Bapak RS is a very nice person indeed? Memang galak, memang tegas, juga keras. Tapi itu yang mendidik mental gue sampai jadi kaya batu begini:p

FRIENDSHIP. Mungkin bukan teman senasib yang pekerjaannya sama. Tapi teman2 yang bisa ikut tertawa dan menangis bersama gue. Teman2 yang bisa lo percaya. Lo bisa pergi ke kantor dengan tenang, tanpa takut siapapun menusuk lo dari belakang.

HEART. Perusahaan ini bisa mendapatkan hati gue. Dengan kepeduliannya pada karyawan, perhatiannya, peri kemanusiaanya. Contoh kecil aja nih ya.. Nutrifood punya "emergency number” khusus untuk karyawan. So if you need help (in this case) because of kebanjiran, lo bisa telpon. Pengalaman seorang teman di Kelapa Gading waktu kebanjiran kemarin, mendapatkan bantuan logistik dari Satpam & Driver kantor yang diantar ke rumah mereka. Kurang baik apa?

Malah kadang saking terlalu baiknya, ada loh keryawan (dan eks karyawan) yang masih memanfaatkan. Hmmmmm #NoMention aja kali ya? *wink

So… Dua belas tahun
Sungguh bukan waktu yang singkat ya?
Dari gadis ting2 sampai beranak tiga begini, hahaha…
Dua belas tahun yang penuh kenangan
Dua belas tahun penuh dengan cerita

Bahagia, saat ada sahabat dipromosikan
Sedih, saat ada teman baik yang harus pergi
Galau, saat ada tawaran lain yang menarik
Tertawa, ketika bersekongkol menyusun rencana untuk yang ulang tahun
Menangis, ketika harus berselisih
Gundah, ketika melihat ada yang tak beres di depan mata

Tempat ini, sudah membuat gue berkembang. Berubah menjadi orang yang lebih baik. Tentu saja, di samping membuat dapur rumah mengebul:p
Tempat belajar, tempat mengembangkan diri, tempat gue menyadari kelebihan dan k ekurangan gue.
Di tempat ini, gue bisa menjadi diri sendiri. Gue bisa mencintai diri gue sendiri. Gue suka diri gue saat gue di sini. Ah, yang terakhir itu penting banget. Kadang gue berpikir, kalaupun gue udah ga di sini lagi, mungkin gue akan selalu mencintai tempat ini. Seperti beberapa sahabat yang sudah pergi, dan ingin kembali.

Bukannya ga pingin coba tempat lain
Sometimes gue juga pingin lari
Apalagi kalau himpitan dan tekanan datang bertubi
Tapi, lagi2 hati yang harus mencari
Jawaban terbaik untuk diri sendiri
Saat ini, entah untuk berapa tahun lagi,
Hati gue masih di sini

Kalau apa yang lo bayangin tentang kantor lo itu, bisa membuat lo tersenyum, artinya lo berada di tempat yang tepat J

Selamat Ulang Tahun, Nutrifood.
Keep inspiring a nutritious workplace!

Regards,
An employee
Dua belas tahun, dan masih mencintai

Friday, December 20, 2013

Are You Smart Or What?


Apa sih yang terlintas di benak kalian, kalau mendengar kata ‘smart’?
Berikut definisi kata smart dari Mbah Google: having or showing a quick-witted intelligence, dengan sinonim clever, bright, intelligent, sharp-witted, quick-witted, shrewd.

Sementara menurut Kang Wiki, smart memiliki sinonim mnemonic (jadi ingat film Johnny Mnemonic-nya Keanu Reeves. Di film ini, Johnny yang diperankan Mas Nunu, punya system storage di otaknya akibat pembedahan cybernetic.)

Info lainnya, menurut Mas Oxford, smart diidentikan dengan sharp quick thought, bright, intelligent. Smart juga bisa diartikan dengan kapabilitas membuat penilaian atau keputusan.

Apa sih sebenarnya smart itu?

Apakah kalau anak juara kelas, otomatis berarti dia smart, walaupun dia dimusuhi sebagian temannya?
Atau apakah kalau nilainya bagus dan selalu masuk lima besar, tapi super pendiam dan kurang pergaulan, itu namanya smart?

Lantas smart itu bisa diukur dengan apa? Karir yang terus meningkat? Teman-teman yang segudang banyaknya? Jumlah materi yang dimiliki? Atau karya yang terus dihasilkan?

I asked my hubby, whether I’m smart or not.
He said.. “yes you are, in your own way.”

Terus terang, selama ini saya tidak pernah merasa pintar. While smart itu beyond clever. Jadi kalau saya tidak pintar, masa saya smart?

Suami saya melanjutkan, “You have good family, good career, thousand friends… If you’re not smart, you’re so lucky anyway…”

Hmmmm… kenapa harus ada kalimat terakhir itu sih? Hehehe…

Menurut saya, smart itu adalah menjawab kebutuhan. Dia akan bersikap A di situasi A, bersikap B di situasi B. Dia akan berespon atau bereaksi sesuai dengan kondisi dan situasi. Dia bisa menjawab kebutuhan.

Kalau kita menghubungkannya dengan tipe karakter manusia, dimana ada empat karakter (kholeris, melankolis, sanguine dan phlegmatic), kita bisa mendapatkan contoh yang tepat.  
Sebagai contoh: 
Sebuah kelompok yang terdiri dari empat orang, mendapat tugas untuk mengerjakan sebuah puzzle. Orang kholeris akan dengan cepat menitahkan siapa harus mengerjakan apa. Orang melankolis akan menjadi berusaha menjaga kelompok untuk tetap pada jalurnya dan menjadin time keeper yang baik. Orang sanguine dengan keceriaannya akan memberi semangat pada tim-nya. Sementara orang phlegmatic adalah supporter yang akan memberikan effort terbaiknya demi mendukung kelompoknya.
Kalau dilihat-lihat, sebenarnya setiap elemen diperlukan untuk membuat kelompok menjadi lengkap.
Lantas, di mana peran si ‘smart’ ini?

Seperti penjabaran di atas, kriteria smart adalah mampu memotret kondisi dan berespon tepat sesuai dengan situasi. Pernahkah terpikir, kalau di kelompok itu semuanya orang dominan, yang tidak mau mengalah? Coba bayangkan, kalau tidak ada orang sanguine di kelompok? Group itu akan jadi group yang terlalu serius, no longer fun. Sebaliknya, kalau di kelompok isinya orang-orang sanguine atau phlegmatic semua, tidak ada yang berani mengambil keputusan.

Nah di sini lah si smart (=si penjawab kebutuhan) muncul.
Ketika kelompokmu membutuhkan seseorang untuk mengambil keputusan, be the decision maker.
Ketika kelompokmu membutuhkan pendukung, be the greater supporter.
Kelompokmu beranggotakan orang-orang task oriented? Be the cheerful one!
Sebaliknya, kalau semua anggota kelompok tipikal people person, membutuhkan deadliners yang patuh, jadilah si rules maker.
Dan sebenarnya, setiap orang memiliki keempat karakter itu, hanya kadarnya saja yang berbeda-beda. Jadi bisa ditinggikan dan direndahkan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan saat itu.

No no no, ini bukan kepribadian bunglon alias tidak punya kepribadian. Tapi lebih mengacu kepada bagaimana menyesuaikan diri dengan situasi yang selalu berubah.
Seperti kita tau, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Perubahan akan selalu ada. Kapapun. Dimanapun.
Dengan dasar kepribadian yang sama, tapi kadarnya saja yang berubah di situasi yang berbeda.

Let’s say
Ada seorang Engineer yang sangat expert di bidangnya. Seperti kita tahu, ada dua pilihan jalur karir berbeda, yaitu Generalist dan Specialist.
Generalist mungkin membutuhkan skill engineer di tingkat 7 atau 8, tapi dibarengi dengan kemampuan leadership dan manage people. Sementara kalau di specialist, mostly yang dibutuhkan adalah kemampuan engineering itu sendiri, di tingkat 9 atau bahkan 10.
Kalau ada posisi menjadi Head of Engineer, yang lebih mungkin diangkat adalah si Generalist, karena ada proses handling people di sana. Mungkin engineering skill nya tidak setinggi si Specialist, tapi selama dia mengetahui tehnik dasarnya dan bisa menangani orang-orang di bawahnya, departemen itu akan bekerja efektif dan efisien.

Orang smart punya dua pilihan.
Jika memilih menjadi Generalist, harus do extra effort untuk mendalami ilmu yang selama ini belum dipahaminya. Seperti kita tau, memahami manusia itu lebih susah daripada mesin, karena kompleksnya super.
Sementara kalau memilih menjadi Specialist, be the best Specialist atau tidak sama sekali, karena berarti tidak ada lagi ilmu yang ia pahami selain basic ilmu yang sudah dimilikinya saat ini.
Keduanya tidak salah, tergantung seberapa passionate kita di kedua bidang itu. Dan tergantung kebutuhan perusahaan saat itu.

Orang yang tidak smart, tidak bisa menangkap peluang, pada akhirnya tidak akan menjadi apa-apa. Mungkin hanya akan jadi anggota kelompok selamanya, tanpa pernah m enjadi ketua atau yang terbaik.  

Orang smart selalu merasa punya pilihan, dan bisa memilih hal yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi, tanpa harus meninggalkan ciri khasnya.

Kalau diandaikan dengan gadget, smart gadget adalah alat yang bisa berfungsi untuk komunikasi, menyimpan data, kemampuan processing yang cepat, storage yang cukup, bundling dengan operator selular yang tepat. Karena ia tau yang dibutuhkan target marketnya. 

So.. are you smart or what? J




Thursday, December 19, 2013

The Inspirational Leader : Navajo Bima


Kali ini, saya ingin bercerita tentang sosok anak muda yang hebat dan menginspirasi. Namanya Navajo Bima Hadisuwarno, atau akrab dipanggil Navajo.
Navajo adalah salah satu finalis dari Nutrifood Leadership Award 2013 (NLA) yang baru saja berlangsung bulan November lalu.
Tujuan NLA adalah mencari mahasiswa-mahasiswi yang memiliki potensi kepemimpinan. Dalam event ini, selain diberikan pelatihan yang di-design khusus, mereka juga dapat saling berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar, tentu saja untuk Indonesia.

Ketika itu, pada audisi yang dilaksanakan di Bandung, sosok Navajo sebenarnya tidak terlalu menonjol. Pembawaannya yang tenang dan pendiam, membuatnya terlihat biasa-biasa saja, di tengah lautan peserta yang dominan dan berapi-api.
Tapi seperti kata di film-film, “jagoan baru keluar belakangan”, hahaha… Sama seperti halnya Navajo. Akhirnya ia menjadi salah satu yang terpilih hingga ke tahap lima puluh besar, dan akhirnya masuk ke final. Selama tiga hari karantina dan penjurian, sosoknya menyeruak ke atas. Bukan karena paling banyak bicara. Bukan juga karena paling sering bertanya. Justru ia terlihat sederhana dalam diam, tapi ketika dia bicara, semua orang akan mendengarkan. Tidak sembarangan bicara, itu yang tepat menggambarkan sosoknya.

Navajo, saat karantina NLA 2013

Selain masalah pembawaan, sebenarnya apa sih yang menarik dari mahasiswa semester tiga ini? Yuk simak profil lengkapnya.

Navajo adalah mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran.  Ia tergabung dalam himpunan mahasiswa dan banyak organisasi lain baik di luar maupun di dalam kampus. Beberapa prestasi yang diraihnya selain menjadi mahasiswa terbaik, adalah juara di Padjajaran Model United Nations, juara Debate Competitions di International Affairs Week di Universitas Parahyangan, dan juga peraih medali emas di International Youth Green Summit, sebuah green contest bertaraf internasional,  yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.
Jadiiiii tidak diragukan lagi, anak ini pasti hebat dan pintar luar biasa, ya J

Navajo sangat tertarik pada politik, isu global dan ilmu diplomasi. Tak heran, cita-citanya adalah menjadi seorang diplomat.
Sejak kecil, Navajo terlibat aktif dalam kegiatan sosial, mulai dari lingkup perumahan seperti kerja bakti di lingkungan rumah dan sekolah bersama kedua orangtuanya, sampai mengkoordinir bantuan sosial ke panti asuhan, dan mengumpulkan buku bekas dan menyalurkannya ke pihak yang membutuhkan.
Ia juga terlibat dalam aksi sosial di berbagai tempat. Beberapa contoh kegiatannya adalah Cinta Oma (bakti sosial panti jompo), Buka Bersama dengan Pengungsi Timor, khitanan massal, adik & kakak asuh, donor darah dan lain-lain.
Di tengah kesibukannya, ia masih menyempatkan diri mengajar di panti asuhan. Saat ini, ia sedang mengkoordinir program bantuan edukasi dan eco-learning untuk anak-anak panti asuhan di sekitar Jatinangor.
Program terakhirnya bernama CERIA (Creativity of the Young Achievers), yang mengambil tema "young, green and active". Program ini berbentuk pelatihan dan workshop, diperuntukkan bagi anak-anak panti asuhan, dengan tujuan untuk memberi pengetahuan dan cara bagaimana menjaga lingkungan dengan cara menciptakan kerajinan (kreatifitas) dari sampah plastik dan botol.

Navajo dan anak2 panti 


Sebagai anak muda, Navajo memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Baginya, sosial adalah aspek kehidupan yang sifatnya luas dan bukan hanya berkaitan antar manusia, tapi juga manusia dengan lingkungan. Kita hidup di bumi, karenanya kita wajib menjaga bumi.
Dalam sebuah kompetisi di awal tahun ini, Navajo berhasil menjadi juara di kategori pollution and waste, dengan project yang diberi nama PFUZE. PFUZE adalah sebuah tas, yang bagian dalamnya terbuat  dari sampah plastik yang sudah didaur ulang. Untuk melapisi bagian dalam tas, dibutuhkan setidaknya dua puluh kantong plastik bekas yang disatukan (fused) dengan cara disetrika (dilapisi kertas kalkir supaya tidak lengket), lalu dijahit ke kain luarannya. 
Navajo memiliki mimpi untuk membesarkan usaha ini. Selain bisa mengurangi sampah plastik, PFUZE bisa memberdayakan masyarakat sekitar, dan tentu saja keuntungannya bisa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.  
Teman-teman yang tertarik membeli atau bahkan terlibat dalam proyek ini, coba deh kontak Navajo.


logo PFUZE : the smart way to reuse

penampakan PFUZE bag bagian dalam

PFUZE Bag, tetap cantik kan?

Dan ternyata, di segudang kesibukannya, ia hanya seorang anak muda biasa, yang masih membutuhkan waktu gaul dengan hang out bersama keluarga atau teman-temannya. Masih berharap punya me-time dengan menulis di blognya. Suka olah raga, cinta alam dan seni peran, penggemar berat The Killers dan Coldplay.  Masih manusia biasa kan?:p

Gimana, sudah merasa kagum, belum?
Jika hanya membaca profilnya saja sudah kagum, saya jamin, kalian akan bertambah kagum kalau bertemu langsung dan ngobrol dengannya. Awalnya saya kira ia selayaknya anak dewa, yang “wow” banget, hampir-hampir tidak menapak saking hebatnya.
Tapiiii ternyata saya salah. Navajo sangat sederhana dan rendah hati. Sosok pribadi yang menyenangkan, modest dan down to earth. Dari caranya bercerita, saya bisa melihat ketulusan dan kebaikan hatinya. Kecintaannya pada negeri, membuat saya malu. Dia yang baru berusia dua puluh tahun, sudah bisa memberikan sebanyak ini untuk Indonesia. Saya waktu seumur dia, rasanya hanya bisa main-main dan kuliah. Dan sampai seumur ini pun (umur berapa ya sayaaa, hehehe:p), masih belum bisa berbuat apa-apa juga untuk negara ini.

Sebagai seorang HR Manager, saya berjumpa dengan puluhan orang baru setiap minggunya. Menyeleksi dan memilih calon karyawan, adalah makanan sehari-hari. Dan tanpa ragu, saya mengatakan, orang-orang seperti Navajo lah yang sangat ingin saya recruit sebagai karyawan. Pintar tapi rendah hati. Hebat tapi masih membumi. Rasa peduli yang tidak semua orang punya, ketulusan yang semakin langka di jaman ini, dan kerendahan hati. Kombinasi komplit seperti es campur dengan cincau hitam, tape, kelapa dan pacar cina. Es serut dengan sirup manis di atasnya (ini kok jadi ngomongin makanan sih? Fokus, fokus!:p)

Ketika akhirnya dinobatkan menjadi first winner of Nutrifood Leadership Award 2013, dengan raut muka tidak percaya, ia pun menitikkan air mata. Berkali-kali mengatakan pada saya kalau ia bukan siapa-siapa, bukan apa-apa dibanding finalis yang lain yang juga punya segudang prestasi.  

8 besar - Nutrifood Leadership Award 2013

Navajo, saat diumumkan sebagai juara. Tidak menyangka, sampai menitikkan air mata dan tidak sanggup berkata-kata

The Winners of NLA 2013
"Tidak menyangka, karena saya merasa bukan siapa-siapa." katanya.

Mungkin karena itu kamu berbeda dari yang lain, Jo. Kamu adalah siapa-siapa yang merasa bukan siapa-siapa. Orang hebat yang merasa bukan apa-apa.

Dengan terpilihnya ia menjadi juara NLA 2013, beberapa media banyak meliput Navajo, baik media cetak maupun elektronik. Ia bahkan terpilih menjadi bintang tamu dalam tayangan Young On Top di Metro TV (simak liputannya di link barusan ya...)

Sungguh, Indonesia butuh kamu, Jo.
Terlalu banyak orang yang mengaku mencintai negeri ini, tapi tega melukainya. Mereka yang pernah bersumpah akan menjadi pelayan negara, akhirnya harus berakhir di penjara.
Indonesia tak pernah kehabisan orang pandai. Tapi orang pandai yang tau bagaimana menggunakan kepandaiannya untuk sungguh-sungguh membangun negeri, mungkin hanya beberapa. Sebagian lebih tertarik berkarya di luar negeri, sisanya hanya berusaha menyelamatkan kepentingannya sendiri.

Semoga tetap bisa menjadi inspirasi ya, Jo. Tidak lengah oleh materi dan popularitas. Tetaplah menjadi diri sendiri, Navajo yang apa adanya.

Semoga bisa menjadi diplomat kebanggaan Indonesia :)



Wednesday, May 07, 2008

GIVING YOUR VIRGINITY 

Menyerahkan harta benda lo yang paling berharga (keperawanan), bukanlah hal kecil. Ketika elo setuju untuk menyerahkan itu, seharusnya udah ada komitmen dari 2 belah pihak. Dari si cowok, untuk slalu ada di sisi ceweknya. Dari si cewek, untuk slalu menjaga kepercayaan cowoknya. Tapi ketika komitmen itu dilanggar.... Klo elo adalah cowok, ... bastard! Dasar bajingan tengik.. pengecut yang ga ada nyali nya. Kemana aja lo.. giliran ada mau nya, buat nurutin napsu buaya lo itu, elo sampe maksa ngambil kegadisannya. Klo elo adalah cewek, ... pasti ada alesannya, knapa elo ngelanggar komitmen itu, padahal jelas2 kegadisan lo udah diambil. Klo alesannya adalah elo udah ga sanggup pacaran atau hidup sama cowok lo.. gue setuju. Pada saat elo menyerahkan kegadisan lo, gue yakin, elo lagi cinta mati sama dia. Tapi ketika dia udah dapet yang dia mau, dia akan berubah. Elo udah bikin 1 kesalahan dengan menyerahkan kegadisan lo ke orang yang bukan suami lo. Jadi jangan ulangin kesalahan itu lagi dengan tetep bersama dengan orang yang udah ngambil keperawanan lo, padahal orang itu ga pantes buat lo. Tapi.. klo alesannya adalah elo yang ga bisa jaga komitmen itu.. elo yang tertarik sama orang laen, atau elo yang bosen sama laki lo.. mungkin itu adalah salah lo sendiri. Pada saat elo udah matahin komitmen itu, padahal jelas2 cowok lo itu udah bersedia bersama lo, ... dan suatu saat elo minta dia balik lagi ke elo, dengan alesan dia udah ambil keperawanan lo... bukankah elo seharusnya berpikir ulang.. siapa yang dulu melanggar komitmen itu? Memberikan kegadisan lo.. ke orang yang bener2 elo sayang, ke suami lo, atau at least ke orang yang elo yakin bakal jadi penamping lo seumur hidup.. rasanya bener2 amazing. Sama seperti memberikan kado pernikahan terindah buat dia. Sama sperti ketika suami lo tau elo masih perawan, diantara 99% cewek yang udah ga prawan di dunia... buat mereka, rasanya sperti mendapat karunia indah yang tidak bisa dilukiskan. Klo cowok lo baik, dia akan menerima keadaan lo,apa adanya. Either elo masih perawan atau enggak, as long as elo sayang sama dia, dia pasti dont mind. Tapi klo elo masih perawan, rasanya seperti memberikan seluruh dunia untuk dia. Rasanya akan berbeda, trust me:) Jadi, klo elo masih perawan... jangan rusak itu. Gue ga punya hak untuk menghakimi cewek2 yang udah memberikan kegadisannya ke orang yang bukan suaminya. Walopun kolot, gue juga harus open minded. Dan gue ga menyalahkan cewek2 yang memberikan kegadisannya ke orang yang bukan suami nya. There must be some reasons to do that. One thing for sure, jangan pernah kasih kegadisan lo hanya gara2 napsu. Berikan itu ke orang yang tepat. Bisa jadi itu cowok lo (yang bener2 elo sayang, dan juga sayang sama elo), lebih bagus lagi klo itu suami lo.

RIP Pak Harto

REST IN PEACE
(Pak Harto, 27 Januari 2008)

Tanpa bermaksud sok nasionalis, sok tau atau idealis (secara gue ga pernah tertarik dengan politik2 di negara ini atau negara manapun), ada fenomena menarik yang bertentangan setengah mati. Gimana enggak… hari pertama gue cuti melahirkan, di smua channel TV, smuanya bahas tentang ini. 

WE HATE YOU !! 
Ga terhitung brapa orang yang menghujat Pak Harto. Mantan presiden ke-2 RI itu, yang berkuasa slama 32 taun, yang dari semenjak gue kecil blajar PSPB, nama beliau selalu dikumandangkan sbagai pahlawan yang menyelamatkan negara ini…. 32 taun, yang akhirnya harus “lengser” dengan cara tidak hormat, akibat demo yang menelan korban 5 orang mahasiswa Trisakti. 
32 taun penuh kekuasaan, berakhir dengan pidato nya yang kurang lebih mengatakan “Saya memutuskan untuk mengundurkan diri, meletakkan jabatan sbagai Presiden RI”, dan disambut gegap gempita oleh segenap rakyat, terutama mahasiswa.. dengan harapan Presiden baru akan membuat keadaan negeri ini lebih baik. (Apakah terjadi? Entah….) 
Banyak banget orang yang benci sama Pak Harto, terutama orang2 yang ngerti betapa besar KKN yang dilakukannya. Betapa berkuasanya anak2nya, betapa banyak hartanya akibat “makan” uang rakyat, blom lagi gosip2 kluarganya yang “pecah” akibat rebutan harta & kekuasaan, Ibu Tien yang katanya meninggal akibat anak2nya yang brantem, macem2. 

Sukmawati Soekarno Putri, salah seorang anak Presiden 1 RI, Soekarno, ikut diinterview. Dia jelas2 bilang, atas nama pribadi, dia sangat membenci Pak Harto, dari dulu, even sampe akhir hayatnya. Dia bilang, Pak Harto merebut kekuasaan dari Soekarno dengan cara2 tidak adil. 

Lalu ketika Soekarno meninggal, dan sesuai permintaan dengan wasiat almarhum & permintaan para istri, ingin dimakamkan di Jawa Barat (dan bukannya di Blitar sperti yang terjadi), Pak Haro tetep memakamkan di Blitar. Pak Harto juga bertindak seolah2 Soekarno yang bersalah atas peristiwa G 30 S/PKI, dan dia sendirilah pahlawannya. 
Blom lagi kasus Supersemar yang katanya palsu (entah tersimpan dimana surat itu skarang..), dan katanya Soekarno dipaksa menandatangani surat itu. “Masih sakit hati dan tidak akan memaafkan sampai kapanpun,” begitu kata Sukmawati. Bisa dimengerti? Rasanya iya. Anak siapa yang ga sebel klo bapaknya difitnah. Ayah yang begitu dibanggakan, seorang pahlawan, harus dikenal sebaliknya oleh seluruh rakyat, akibat fitnah. Gue klo jadi si Sukmawati itu, mungkin juga bakal sebel banget sama orang yang melakukan itu ke bokap gue. 

WE LOVE YOU, Pak… 
“Ganteng banget ya Bu, waktu masih muda….” 
“Dulu waktu jamannya dia, petani ga pernah kekurangan, karena dia juga dulu anak petani yang kerjanya membajak sawah. Harga pupuk cuma 25 ribu sekarung, petani semua seneng sama dia. Sekarang petani kekurangan, harga pupuk 100 ribu sekarung…” Begitu kata pembantu gue, yang nemenin gue nonton TV sharian. Polos, tapi itu curahan hatinya. 
Blom lagi gue liat (rasanya siy) dia agak berkaca2 waktu nonton acara pemakaman Pak Harto. 
 Begitu juga sbagian rakyat yang ikut melayat ke Cendana. 
“Dia Bapak saya…” 
“Mau mendoakan Bapak, biarpun sampai harus nginep2…” 
Rela sampai harus nginep, hanya untuk mendoakan Pak Harto. 
“Ya korupsi ga papa Bu, wong negara aman….” 
“Emang skarang ga pada korupsi.. lebih parah keadaannya.. udah korupsi, kerusuhan dimana2.” 
“Indonesia waktu itu malah lebih stabil dan lebih aman dari skarang…” 

Bagi sbagian rakyat kecil, yang tidak ngerti apa2, Pak Harto masih tetap pahlawan. Sosok kebapakan yang bermata ramah, slalu tersenyum, dan bertutur kata lembut. Ternyata di sekian ribu penghujatnya, masih ada orang2 yang begitu mencintainya. 

Sperti yang sudah2…. There’s always two sides of coin
Ada yang benci, ada yang suka. Ada yang murka, ada juga yang menangis ketika ditinggalkan. Tanpa bermaksud memihak siapapun, karna gue juga ga ngerti... Anyway.. di samping kesalahan besar nya, ada juga perbuatan baik yang dilakukannya. Di samping kesalahannya sehingga krisis besar2an di tahun 1997, beliau juga sukses menerapkan swasembada beras dan menggalakkan KB di Indonesia. 

Di luar korupsi besar2an, kolusi dan nepotisme nya, beliau hanyalah seorang bapak yang begitu ingin melindungi anak2 dan keluarganya. Walopun ga kenal sama Mbak Tutut, Mas Bambang dan Mas Tomy, rasanya sedih melihat mereka menangisi kepergian ayah mereka. Mereka toh orang biasa juga, yang sayang sama ayahnya. 
Dan sekarang, Jenderal besar itu sudah pergi. Membawa seribu misteri yang masih blom terpecahkan. Membungkus sidang pengadilan yang blom jelas hasilnya. Membawa pergi kebencian skaligus cinta dari masyarakat negeri ini. 

“Udah meninggal ya udah toh ya, udah dapet hukuman dari Allah. Klo ga dimaafin ya kita yang dosa,” begitu kata pembantu gue, yang sempet bikin gue bengong. 

Pikiran sederhana, tapi rasanya bener. Yang menghujat, bisa dimengerti. Yang memuja, juga bisa dipahami. Terlepas dari smua kesalahannya, rasanya lebih bijak klo bangsa ini melepas nya dengan iklas. Sebab semua udah ada jalannya. 
Jenderal besar itu sudah pergi. Biarkan dia tenang di sisi belahan jiwanya. Di pangkuan Tuhan nya.
Rest in peace.

Tuesday, January 15, 2008

Tiba saatnya kita saling bicara 
Tentang perasaan yang kian menyiksa 
Tentang rindu yang menggebu 
Tentang cinta yang tak terungkap 
 Sudah terlalu lama kita berdiam 
Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam 
Memenuhi mimpi-mimpi malam kita 
 Duhai cintaku, sayangku.. lepaskanlah 
Perasaanmu, rindumu, sluruh cintamu 
Dan kini hanya ada aku dan dirimu 
Sesaat di keabadian 
Jika sang waktu bisa kita hentikan 
Dan sgala mimpi-mimpi jadi kenyataan 
Meleburkan semua batas antara kau dan aku.. kita 


Ayoooo.. buat jomblo-ers yang sedang memendam cinta nya kepada jomblo-ers lain.... 
Buat temen gue yang lagi bingung... come on, tembak dong, tembak.. jangan kaya ABG malu2 gitu… nanti klo melayang, nyesel dehhhh…. 
Buat temen gue yang lagi kangen sama seseorang, klo cuma sms dan bilang ”how are you”, its ok kok... ga akan mengancam harga diri dan merendahkan martabat:) 
Buat temen gue yang gengsi nya sedang bicara… percaya sama gue, as long as elo bisa menghargai diri lo sendiri… klo hanya sekedar mengungkapkan perasaan, ga dosa kok:) 
Perasaan itu… hanya akan semu jika tak terungkap Rindu itu… hanya akan basi jika tak terbilang 
Dan cinta itu… hanya angan jika cuma bisa diam 

PS : Bener2 spesial buat seorang temen gue yang lagi “bingung”. Just say it:) 
(ngomong mah gampang, Yan....)

Monday, July 16, 2007

SOMEONE is PRAYING for YOU 


Bila kau telah berdoa, 
Dan harapanmu lenyap 
Air matamu pun jatuh 
Sepanjang hari Yesus tau, dan mengerti berapa kuatmu 
Dia beri seorang, mendoakanmu 
Seorang mendoakanmu 
Ingatlah, seorang mendoakanmu 
 Bila kau rasa sepi 
Dan hatimu pun sedih 
Ingatlah, seorang mendoakanmu 

Ada seorang sahabat gue yang lagi sedih, beberapa saat terakhir ini. Sedih karna kesepian, kesendirian, dan ketakutan. Apapun masalah lo, gimanapun beratnya hari2 lo, betapapun sedihnya elo, just remember.. someone is praying for you. It was Him.. and He told me to do that too.. so you have 2 person who’s praying for you everyday

Jangan sedih lagi, ya? 

Ketika Tuhan mendengar seruan mu, 
Ia sudah menyediakan jalan keluar, serta pertolongan, dan berkatnya 
Tapi sebelum semua menjadi kenyataan 
Tuhan akan menguji kesetiaan, dan ketaatan.. serta iman mu 
Kepada janji dan firman-Nya 

Sabar ya... kebahagiaanmu pasti akan tiba:) Just believe, and let God do it for you. Saking speechless nya, gue sampe ga bisa nulis banyak niy… just friends forever… Engkau tak sendiri

Friday, February 23, 2007

CARI MUKA

“Sini gue tolong!” 
“Mau gue bantuin, ga?” 
“Gue bantuin, ya?” 
“Nanti gue bantuin ya, tenang aja.” 
“Aku udah bilang mo bantuin dia, tapi dia ga mau.” 


Kalimat2 itu indah banget ya? Iya bener. Terdengar indah klo aja diucapkan dengan tulus, dan ga diucapkan di depan orang2 banyak, hanya untuk menarik simpati atau ingin diliat orang. Ada seseorang yang gue kenal seperti itu. Klo emang bener mo ngebantu, knapa smua orang harus tau? Knapa harus diucapkan dengan suara keras, biar smua orang denger? Klo gue boleh sebutin salah satu hal yang paling gue benci di dunia ini : cari muka alias menjilat. Klo elo emang bener mo bantu, ga usah deh ngomong2 di depan orang banyak. Langsung aja bantu. Smakin sedikit orang yang tau elo bantu, smakin baik. Itu artinya elo emang beneran baik hati. Elo ga mau ada satu pihak (dalam hal ini : orang yang elo mo bantu), yang terlihat lemah. 
Klo elo mo bantu seseorang, dengan bilang2 di depan smua orang, “gue mo bantu dia”, meaning elo bukannya beneran mo nolong, tapi mo smua orang tau klo elo berniat membantu. Either nantinya elo beneran nolong atau enggak, yang penting smua orang tau klo elo itu orang baik, suka nolongin orang. 


Ngapain siy Yan, elo ngurusin urusan orang? Biasanya kan lo cuek? Iya iya, emang bukan urusan gue. Mo nolongin siapa aja kek, terserah. Tapi ketika gue liat itu berkali2, dan itu terjadi juga sama gue, gue jadi bt. Ini apaan siy… mo nolong kok bilang2. Mo bantu aja, pake bikin pengumuman dulu. Jadi inget artis2 yang berebut ngasih sumbangan ke korban banjir, berebut ngumpulin sumbangan (beneran disalurkan ga tuh sumbangannya, atau berebut bikin pers conference, AS LONG AS ada kamera TV disitu. Duhhh.. padahal siy klo mo beneran nolong, ga usah deh sampe bilang2 gitu. 


Mending contoh Rano Karno tuh. Yang bukannya hanya 1x nolong dengan beli beberapa nasi bungkus trus di-shoot kamera, tapi dengan membuat garasi rumahnya jadi posko. Posko yang tiap ari bisa masak indomie atau bikin nasi bungkus, buat 100 orang pengungsi. Kliatan gitu loh, bentuk konkritnya. Dan kamera TV yang akhirnya ngejar dia, nge-shoot garasi rumahnya. Bukannya sbagian artis woro-wiri sok repot ngasih sumbangan 50 nasi bungkus (cuma 1 hari aja, besok juga dah lupa), trus di-shoot berkali2, dan disiarin di infotainment yang beda2 sepanjang hari, dari pagi ampe sore (salah lo ndiri, udah tau infotainment tuh basi, dan beritanya sama terus, masih aja ditonton). 


Gue juga punya banyak kesalahan dalam idup. Sama skali jauh dari suci. Tapi at least, gue tetep jadi diri gue sendiri. Ga perlu jadi diri orang laen, untuk cari selamat. Ga perlu menjilat atasan atau cari muka di depan orang laen, untuk cari aman. Gue udah pernah jatuh dari posisi atas ke bawah, so posisi sama skali ga penting buat gue. Yang penting adalah berjalan lurus, di jalur gue sendiri. Walopun nama gue tidak terdengar cemerlang sperti nama kbanyakan orang, walopun gue suka ketus dan jutek, walopun bagi sbagian orang gue sangat menyebalkan (bukan sbagian orang kali.. tapi smua orang, huehehe:p), walopun gue lemot (hiksssss…), walopun meja kerja gue brantakan abis… as long as gue berjalan di jalan gue sendiri, tidak cari muka dan jauh dari menjilat, gue akan lebih bangga. 


Daripada hasil kerja gue cemerlang, atau gue jadi most wanted in the company, daripada smua orang tau klo gue pinter, tapi gue menjilat dan suka cari muka, menjegal orang laen untuk sampai di puncak, rasanya gue jadi ga ada apa2nya. Rasanya gue jadi seperti sampah. Bukan cuma sekedar sampah, tapi sampah yang keinjek-injek. Gue berharap, di tempat kerja gue skarang ini, di tempat yang seharusnya banyak orang baik (tapi ternyata ada yang suka cari muka dan menjilat..grrrrrr!! Walopun jumlahnya mungkin tak sebanyak di tempat laen. Moga2 tidak semakin bertambah..)… cari muka dan jaga image, bukan lah satu2nya cara untuk cari selamat. Mudah2an, kita ga usah sampe cari muka dan menjilat, buat cari aman. Karna klo udah sampe kaya gitu, gue akan jadi makin kurus, dan kurus, dan kurus… lalu menghilang! Grrrrrr!! *gregetan mode*

BANJIR

Jakarta Berduka Lagi. 
Diawali di hari Kamis malem. Hujan turun deras banget. Geledek dan petir, seakan ga mo kalah, berlomba-lomba mengetuk bumi. Ada yang meninggal (karena sakit, hanyut, atau kena listrik), ribuan yang sakit (anak2 kecil sampe orang tua), ada yang terus2an menangis (memikirkan nasib sanak kluarga dan kerabat), ada yang hanya bisa diam (memikirkan usaha dan jerih payahnya selama ini lenyap seketika). Gue ga tau, cara apa yang harus ditempuh untuk mengatasi ini. Gue ga tau, karna gue bukan menteri. Bukan orang pemerintahan. Bukan orang DPR. Jauh dari itu. Yang gue tau, urusan banjir ini, jauh lebih penting daripada busway. Jauh lebih urgent daripada pembangunan MRT yang ga jelas itu (jadi ga siy tuh? Kok cuma ada besi2nya doang…). Mendingan ngurusin sampah, daripada berebut jadi gubernur tapi trus dikutuk seluruh rakyat negara ini. So daripada sibuk ngurusin Inul yang katanya tarian haram (padahal Inul orangnya polos dan baik banget), daripada ngurusin Aa Gym yang kawin lagi (woy, usil lo! Urusin aja diri lo sendiri! Ngaca dongggg…), daripada ngurusin demo majalah playboy (ayo ngakuuu.. siapa yang udah langganan majalah playboy..?).. mending urusin banjir aja tuh!!!!!!!!!

BLESSING in DISGUISE? 
Buat sbagian orang, banjir kali ini adalah blessing in disguise. Ada yang terkurung di rumah, jadi mau ga mau sempet baca buku yang sblumnya ga sempet dibaca. Ada yang dengan terpaksa jadi baikkan sama sodara nya (yang slama ini musuhan dan ga teguran, padahal serumah), ada yang jadi asik main sama anaknya (karna ga bisa kemana2 dan TV ga bisa nyala), ada yang ujiannya diundur jadi punya waktu blajar lebih banyak, ada yang bisa nemenin Oma nya yang kesepian karna kejebak di Bogor (itu gue, huehehehe:p). So, wherever you are, there’s always two sides of coin. Ada kesedihan di satu sisi, ada kegembiraan di sisi yang laen. Just follow the flow. 


un-FAIR? Iya. Life is never fair. Ada yang lagi repot2 ngungsi, ada juga yang jalan2 ke mall (siapa tuh.. huehehe.. bukan gue kok, suer deh! Gue juga kekurung di rumah kookkk..) Ada yang lagi sedih karna harus evakuasi dan ninggalin rumah dalam keadaan berantakan, ada juga yang lagi seneng2 di belahan dunia sana. Ada yang menangis karna harus menahan lapar.. ada yang sakit.. tapi ada yang (lagi2 ga adil…) lagi ketawa2 hepi di kota lain. Ada yang mo minta minyak kayu putih buat anaknya aja harus ngantri sekian jam (dan akhirnya ga dapet pula! Hiks.. keterlaluan..), tapi ada juga yang lagi pesta pora. Hidup itu tidak pernah adil. That’s why elo bisa memilih, mo ngejalanin hidup lo seperti apa. Marah2 karna hidup ini ga adil? Menyalahkan orang2 yang bahagia selagi elo sedih? (tidak seharusnya.. klo mereka yang sedih di saat elo gembira, apakah elo akan ikut sedih juga?) Buat sahabat2 gue yang kbanjiran… 


Dari lubuk hati yang terdalam, gue turut prihatin ya. So sorry to hear that, hopefully you’re all ok. Kerugian materi, jangan ditanya lagi. Yang penting, you’re with someone you love. Elo masih bisa ketemu dengan orang2 yang elo sayang. Masih bisa berkumpul dengan orang2 yang elo kasihi. Remember what I’ve told you, its ok to be sad. Klo hasil kerja dan usaha lo slama ini tiba2 hancur, elo boleh menangis. Tapi jangan putus asa, ya? Tuhan akan memberi lo kekuatan, 1000 kali lebih banyak dari biasanya. Dia akan memberi lo energi, untuk membangun semuanya, dari nol lagi. Dia ga akan ninggalin lo. Dia akan membantu lo ngelewatin smua nya ini. Mungkin beberapa hari ini, hanya awan gelap dan air menggenang yang bisa elo liat. Tapi Dia janji, Dia akan memberi lo matahari, selagi elo memupuk dan menyiram… dan tanaman itu akan tumbuh. Ga bisa bilang apa2 lagi, just God Bless You 


Buat Pak Erwin… there must be an incredible reason, why God took your little angel away, to heaven. He’ll taking good care of your baby. Hiks:(

Thursday, February 01, 2007

Leadership Scholarship

DEDICATED to : ADIK-ADIK KECIL ku


Sekalian mau ucapin terima kasih atas kesempatan yang diberikan ke Nutrifood. Kalau saya tidak mengikuti pelatihan kemarin, mungkin saya tidak akan pernah membuat mama saya senang karena menelpon untuk menanyakan kabarnya, sesuatu yang jarang saya lakukan. Saya mungkin juga selamanya tidak akan pernah mengenal nama dari tukang indomie yang mangkal di depan kost saya. I feel very grateful :)

29-31 Januari 2007
3 hari kmaren, mungkin adalah 3 hari yang sangat berharga di bulan ini. 3 hari kmaren, adalah 3 hari special, dimana gue bisa blajar begitu banyak orang2 paling luar biasa. Orang2 yang punya smangat setinggi langit, tapi tetap menapak. Orang2 yang kapasitas otaknya segede bumi, tapi masih tetap rendah hati. Orang2 yang begitu talented, tapi mau menghargai orang laen. Siapa siy orang2 ini, Yan? Elo abis kumpul2 sama ilmuwan darimana? Jadi critanya.. mereka ini adalah para finalis dari program scholarship yang gue buat. Mereka adalah mahasiswa2 yang apply ke program ini. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, terpilih 16 finalis, yang memperoleh pelatihan 3 hari tentang scholarship. Cuplikan kata2 di atas (yang ditulis miring itu), adalah salah satu email dari beberapa email dan sms yang gue trima dari peserta scholarship itu. Pas baca email itu, rasanya seneng banget. Buat yang kirim email itu (you know who you are), makasih ya, it really really really made my day:) Gue jadi muter lagi slide power point buat anak2 itu, plus lagu nya. Berkali2. Dan jadi terharu… (norak deh lo Yan.. padahal slide itu kan juga lo yang buat… ngapain ampe sedih2 sgala:p) 16 anak itu, berkali2 bilang trima kasih ke gue. Mereka ber-trima kasih karna udah terpilih jadi 16 besar, karna dikasih kesempatan untuk kenalan, dikasih training yang amazing, dan dapet kesempatan kenal dunia kerja. The reality is… bukan kalian yang harus ber-trima kasih ke gue. Tapi gue yang harus bertrima kasih sama kalian. Trima kasih, untuk membuat program ini menjadi program yang sangat indah. Trima kasih, untuk kesempatan kumpul dan berbagi dengan orang2 luar biasa sperti kalian. 3 hari kmaren, ngajarin gue untuk slalu percaya sama diri gue, untuk tetep smangat walopun entah kapan ada badai di depan gue, untuk slalu menghargai orang lain siapapun dia, untuk tetep rendah hati walopun udah achieve something yang amazing. Guys, you never know what those 3 days mean to me.

So, special thanks to : (kaya lagi nrima Oscar aja:p)
God… my Father, my pimp.. for making all this happened well.
Pak Felix, makaci udah percaya sama aku ya, Pak:) Taun depan boleh lagi ya? Tapi aku propose budget lebih gede ya.. huehehe… Manager2 perlu training kaya gini juga niy, Pak… boleh ya, boleh ya, boleh ya?
Tasha, thanks banget yaaa, udah ngurusin pritil2an acara ini. It would never happen without you! Minggu depan, ke Starbucks yuk Sha, buat gain new ideas and making another miracle happen:) Dan adik2 gue yang luar biasa ini

Stefani, dunia masih perlu banyak orang polos dan baik hati sperti kamu. Jangan pernah tercemar ya, Fan. Sampe ktemu nanti di kantor waktu kamu internship ya:)
Tino, jia yo, No. You can do it.. Salam untuk wanita2 cantik di Bangkok sana, ya (tolong bedain antara wanita dan waria:p). Buruan lulus ya, jadi ga usah nunggu September ampe masuk Nutrifood:p
Vita, yang sederhana, cuek, tapi pinter selangit. Tau ga, klo ngobrol ama kamu itu, nyenengin banget? Tetep low profile ya:) Kita tunggu kamu lulus ya Vit.. klo udah lulus, udah tau kan kudu kontak siapa?:) Willy, the charming one:) Find out what you want, and go get it! Smoga sukses dengan program scholarship nya. Go go go, Willy go! Moga2 jadi sekantor ya, Wil…
Agus, bgitu banyak hal baik dalam diri kamu. Kamu itu seperti lentera di hujan badai… Keep sharing the love… and you’ll find your Mrs. Right soon.
Martono, awalnya kalem, tapi ternyata super gila (Amitaba, Amin:p). Salah satu orang berpendirian teguh yang bikin gue kagum. That’s what a team needs for a leader… stand till the last ya!
Angel, orang yang bikin gue smangat bikin slide power point, walopun lagi masuk angin. Smangat kamu itu,.. bikin yang ngantuk jadi seger. Tetep smangat ya, Ngel… Mudah2an keinginan jadi trainer tercapai ya!
Velia, adikku yang kecil dan imut2. Sabar ya… biar belahan jiwa yang akan mencari dan menemukanmu. That one who left you, he’s the one who’ll be sorry. Kamu berhak mendapat yang lebih baik. Tetep ceria ya!
Nita, kecil2 cabe rawit.. biar kecil, energi nya bisa bikin orang sekampung jadi melek. Kagum banget sama totalitas tanpa pamrih nya. Tetep setia dengan tujuan mulia mu ya, Nit… ajak2 aku klo ke panti asuhan ya!
Karin, si siluman ular putih (huehehe…) yang sabar dan keibuan. Ayo kita bikin TK dan day care sama2! Christine, yang cantik, kalem, dan menghanyutkan. Lebih yakin dan percaya diri ya… ayo, kamu bisa! Sukses ya ujian nya.
Indra, janji latian public speaking nya dijalanin ya. Slalu yakin, klo kamu pasti bisa. 2 taun lagi, kamu pasti jadi public speaker yang super jago! Dan kita2 yang harus blajar dari kamu.
Digma, salah satu orang paling pendiam waktu awal2. Tapi di hari ketiga kok.. udah mulai keluar gila2nya. Huehehe… kamu tuh pinter banget anaknya, just believe in your own self, sure you can reach your dream. Ayo cepet lulus, biar bisa di-recruit!
Swari, yang ceria dan banyak senyum.. bikin yang udah capek jadi tetep smangat. Salah satu peserta yang paling banyak bikin ktawa. Ada2 aja deh kelakuannya, huehehe.. Kita tunggu kamu di Miss Indonesia 2010 ya. Salam untuk cumi-cumi tersayang-mu.
Michael, mudah2an 5 taun lagi, kita bisa liat nama kamu di majalah SWA, dengan title “Entrapreneur yang sukses menjalankan bisnis IT nya.”
Faisal, salah satu anak paling baik yang gue kenal. Dari awal presentasi di kampus, dia yang bantu2in gue pasang infocus (walopun akhirnya ga bisa juga:p). Sukses ya sidangnya.. sampe ktemu di Jakarta!

Plus 3 trainer yang juga luar biasa :
Mbak Thres, kaguuummm banget ama smangat nya Mbak Thres!
Mbak Nine, jaga ponakan ku baik2 yaaa.. pasti jadi anak pinter dan penuh smangat!
Mas Prima, salam buat si muka tomat ya, huehehe..

I’m the one who have to thank you (not you). 
Thank you, guys… 
To remind me how strong I am 
To remind me about my dreams 
To share me your spirit To make me feel younger (huehehe.. sumpah, gue jadi ngrasa fresh grad lagi waktu sama2 kalian!)
This program really make me want to give the best.
Buat kluarga gue (saat ini), buat kluarga gue (yang baru nanti), buat anak buah gue (Tasha, dulu waktu kamu masuk, I promised myself to improve you in every aspect.. so far berhasil ga ya?? Ayo kita perbaharui janji nya.. lets make incredible things to happen), buat tim gue (shinta & irene.. kita udah saling membangun blom ya? Lets make a greater team).


Last but not least
Buat kantor gue tercinta : tempat gue blajar dan mengenali diri gue sendiri, tempat gue menggali potensi diri, tempat gue blajar klo bisnis itu tidak harus slalu dijalankan dengan memukul orang lain, tempat gue memahami klo tujuan mulia dan niat menolong yang bener2 tulus itu bukan untuk dipublikasikan, tempat gue ngerti klo orang2 baik itu masih ada, dan tempat gue.. mencari nafkah (huehehe…) slama 5 taun trakhir ini (wah.. taun ini, lo trima senioritas, Yan! Buset… udah tua, lo!). THANK YOU!!! To believe in me to run this program, and let me finish it. (hiks.. jadi sedih.. ayo makanya smangat kerja dong, Yan!)

Thank you all, for these beautiful things.

Thursday, November 30, 2006

FULL PACKAGE

Pernah ga, denger ungkapan seperti ini, “Klo elo bener2 sayang sama seseorang, elo harus bisa nerima dia apa adanya.” 
Gue sering banget denger itu. Tapi menurut gue (berdasarkan pengalaman, pastinya), di dunia ini, ga ada orang yang bisa nerima orang laen (dalam hal ini, pasangannya), apa adanya. Yang bisa melakukan hal ajaib itu, ya cuma Tuhan. Itu juga mungkin terpaksa, soalnya Tuhan kan yang nyiptain kita, jadi apapun hasilnya, kudu bisa diterima, huehe… Ketika elo mulai punya pasangan, diawali dari pacaran, apalagi ketika udah menuju tahap yang lebih serius, rasanya kok makin banyak kekurangan dari pasangan kita ya? Yang dulu pas pdkt rasanya cakep banget, kok skarang jadi biasa2 aja? Yang dulu kita suka karna kepolosannya, kok skarang jadi ngebosenin? Yang dulu kita suka karna sederhana, kok skarang jadi kalah dibanding rumput tetangga yang (pastinya) lebih hijau? 


Beberapa orang temen gue, juga mengalami itu. ”Jalan lo tuh.. kaya bebek,” itu salah satu ungkapan temen gue ke ceweknya. Ceweknya yang tadinya sumringah, langsung cemberut. 
”Bisa ga siy, lo dandan dikit, kaya si Maria tuh? Kan cakep...” 
“Nge-cat rambut kek.. atau ganti gaya gitu, biar gue ga bosen...” 
“Pake high heels dong klo ke mall…” 
“Elo harus diet, udah mulai ndut tuh perutnya…” 


Hal2 seperti itu, hal2 yang kedengerannya simple seperti itu, bikin gue mikir. Apa bener ya, di dunia ini, ga ada orang yang bisa nrima pasangannya apa adanya? Apa bener, pasti adaaaa aja hal2 (either itu kecil atau gede), yang mo elo ubah dari pasangan lo? Mulai dari cara jalan, cara dandan, model rambut, bentuk tubuh, dll. Klo elo adalah orang yang menuntut pasangan lo untuk berubah habis2an demi lo…, 
Look at you. Are you a perfect person? Apa elo ga punya kekurangan? Dan apakah pasangan lo bisa nrima kekurangan lo? Sblom komplain, coba liat.. apakah elo punya cara jalan yang gagah (tidak seperti bebek), super dandy dan modis, atau perut rata dan six pack? Mungkin.. mungkin lo harus berhenti berharap punya pasangan yang perfect, sebelom diri lo sendiri, perfect. Be perfect first, before you ask somebody to be perfect


Orang itu, ga ada yang sempurna. Coba trima pasangan lo, sperti apa adanya. Sumpah, ini susah banget (sampe saat ini, gue juga blom bisa. Sok tau lo Yan, sok nasehatin orang). Or at least, minimize komplain lo, biar pasangan lo ngrasa ada harganya di mata lo. Jangan apa2 di-komplain, di-compare sama orang laen. Klo elo kebanyakan komplain, kebanyakan compare2 dia sama orang laen, knapa elo mo pacaran sama dia? Knapa elo ga pacaran aja sama orang yang persis tipe nya dengan yang elo suka? 


Ketika lo udah mutusin untuk pacaran sama seseorang, artinya elo udah siap dengan kelebihan dan kekurangan dia, kan? Kcuali klo elo cuma mo maen2 atau ngisi waktu lo aja. Komplain itu, pasti ada. Pasangan lo punya segudang kekurangan. Tapi.. mungkin pasangan lo bisa berubah, as long as dia bisa nemuin orang yang bisa nrima dia apa adanya. Dia akan merubah diri kita dengan sukarela, demi orang yang dia sayangi (which is elo), selama orang itu bisa nrima dia apa adanya. 
“Elo bakal lebih manis kalo dandan. Tapi, klo elo ga dandan, juga ga papa kok.” 
Itu, kata2 sperti itu, yang klo kluar dari mulut lo, pasti akan bikin pasangan lo bakal dandan dengan sukarela, though she hates make up. 
“Pake jins juga oke, tapi klo pake rok bagus loh.” Klo elo ngomong gitu, dia akan langsung pake rok besok harinya. “Elo ganti model rambut dong.. cat rambut kek.. biar gue ga bosen.” Dan klo kata2 yang ini, bakal bikin pasangan lo ga akan ganti model rambutnya, seumur hidupnya. 


Hanya perlu keyakinan, bahwa seperti apapun dia, dia tetep dicintai dan disayangi. Hanya perlu keyakinan, bahwa dia tidak akan ditinggalkan kalau dia tidak mau berubah. Hanya perlu keyakinan, bahwa setidaknya ada 1 orang yang tetap menerima dia, seperti apapun dia, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Dengan keyakinan itu, mungkin dia akan mau berubah, demi orang yang dia sayangi.
Percaya deh.. dia akan berusaha berubah, demi elo.

Wednesday, October 18, 2006

PERUMPAMAAN tentang BALON-BALON

Pernah ga, elo pengen banget punya balon kuning, tapi yang elo dapet malah balon ijo?
Pernah ga, elo ga mendapatkan sesuatu yang dari dulu elo impikan? Klo pernah, gimana siy rasanya? Sedih?
Kadang dalam hidup kita, kita ga mendapatkan apa yang kita mau. Segalanya mungkin ga berjalan sesuai keinginan elo. Mungkin meleset sedikit, mungkin juga bertolak belakang sama sekali. Klo elo ada di posisi itu.. dulu, ataupun sekarang, its okay to be sad. Its okay to cry. Elo boleh sedih, bt, teriak, bahkan nangis. Ga usah sok kuat. Sedih itu bukan dosa, dan nangis itu bukan karma. Klopun selama ini elo udah menjadi sosok yang kliatan tegar dan kuat, elo masih tetep boleh menangis. Istirahat sejenak dan menanggalkan jubah kekuatan lo. Dalam keadaan seperti itu, mungkin elo butuh seseorang yang tepat untuk ada di samping elo. Ngedengerin tangisan lo. Nemenin lo dalam kesedihan. Mungkin itu akan ngurangin point lo di mata dia (karena sebelumnya elo begitu tegar dan kuat, ternyata enggak sekuat itu...). Mungkin dia akan kecewa, karena ternyata elo ga se-kuat yang dia kira.

Tapi sungguh, elo itu manusia biasa juga. Sekuat apapun elo, elo tetep bisa sedih, nangis. Jangan pernah ngrasa ga enak. Jangan pernah malu untuk menangis. Dan kalo seseorang itu bukan orang yang tepat untuk jadi tempat elo menangis, berbagi segala duka lo, elo tetep punya satu kekuatan lagi. A hero, inside you, someone very strong but you’ve never realize. Cuma perlu 5 menit untuk melakukannya. Berdoa. Mungkin doa itu ga akan menyelesaikan masalah lo. Doa juga ga bikin lo jadi superhero yang bisa nyelesaiin semuanya. Tapi doa itu, bisa membuat lo tenang, lega. Mungkin doa itu, bukan obat buat semua penyakit. Tapi doa itu, membuat lo semakin kuat menghadapi penyakit lo. Mungkin doa itu, bukan jalan keluar dari semua masalah lo. Tapi elo akan bisa berpikir lebih jernih setelah melakukannya. Gue juga jarang berdoa. Kadang suka males, kadang suka lupa, kadang ketiduran (keterlaluan banget siy lo, Yan!!) Dan setelah itu, setelah elo tenang, elo akan sadar klo elo punya pilihan. Elo mo berjuang mati2an buat dapetin balon kuning lo, atau elo mo menerima balon ijo lo? Klo gue jadi elo, hmmm.. pilihan yang sulit ya? Karna situasinya pasti beda2.

Sure, gue akan sediihhh banget klo hal2 yang gue harapin, ternyata ga tercapai.. atau malah yang kejadian sebaliknya. Gue akan bt, sedih, nangis sejadi2nya, pokoknya hal2 kaya gitu deh. Seseorang di kantor bilang, ”Gue pengen kaya lo. Riang gembira, ga punya masalah apa2.” Who said that? Itu kan kliatannya doaaanggg.. ketipu loooo! Huehe... Its totally wrong. Gue tuh cengeng tauuuu... Mungkin gue kliatan cuek bebek abis, but in certain times, gue bisa mellow banget, bisa sensi banget, bisa ngamuk berat, dan saking pemikirnya, gue bisa mikirin hal2 yang sebenernya klo dipikirin makin nyakitin ati. (Ga kebayang kan lo, klo gue mikir? Huehe..)

When it happened, ketika gue berada di situasi yang sama skali ga gue harapin, rasanya mo ngamuk. Sedih, bt, hopeless. Waktu impian gue ga tercapai, rasanya sediiihh banget. Apalagi klo ngebandingin sama orang2 laen.. kok dia bisa begini, kok dia bisa begitu.. sedangkan gue? Kok dia bisa dapet kebahagiaan itu, kok dia bisa dapet hal2 yang gue inginkan, sementara gue enggak?

Knapa situasi membahagiakan itu, ga terjadi sama gue? Apa salah gue? Knapa gue yang harus nrima keadaan ini, knapa bukan mereka? Dan lo tau ga.. gue bisa nangis sampe nyaris2 keabisan napas gitu. Meraung2? Itu juga pernah, huehe.. Dan gue pernah dieeemmm, diem seribu bahasa sampe beberapa jam (buat orang bawel cerewet kaya gue, itu udah prestasi loh, huehe..). Jadi... sedih, histeris, dan nangis itu, sama skali ga dosa tau. Sama skali ga dosa (iya kan, Tuhan?:p)

Tapi temen2, jangan terlalu lama, ya? Hidup itu, cuma sekali, dan ga tau sampe brapa lama. Daripada mikirin kenapa elo ga bisa dapetin balon kuning lo, mendingan lo seneng2 sama balon ijo lo. Daripada kelamaan mikirin kenapa semuanya brantakan, mending mikirin how to fix it up. Daripada sibuk banding2in nasib lo sama nasib orang laen yang lebih bagus, better elo menikmati apa yang bisa elo dapet.
Hidup itu, bukan tentang kejatuhan. Tapi tentang gimana elo bisa bangkit setelah jatuh. Gue tau, itu susah (banget). I’ve been there, dan tau gimana rasanya. Tapi smua akan lewat, dan elo akan baik2 aja. Mungkin 1-2 taun lagi, elo akan ketawa klo inget2 peristiwa ini. Smua akan lewat, dan akan ada gantinya. Sesuatu yang (hopefully) lebih indah.
Jadi, terima dulu balon ijo lo, ya? Nikmatin dulu, dan sadarin ternyata balon ijo itu bisa sebagus balon kuning. (coba bayangin orang2 yang ga punya balon sama skali, ayooo...).
Tapi jangan apusin harapan lo buat ngedapetin balon kuning itu (well.. never stop believing, right?).
Teteplah berharap, apa yang elo impi2kan tercapai. Masih berharap sesuatu yang indah akan terjadi. Tapi accepting the fact, mungkin itu satu2nya cara buat survive. Menerima semuanya dengan penuh rasa syukur, sambil berdoa dan berharap yang terbaik. So… Percaya sama gue, elo pasti bisa:)
slamat menikmati balon ijo lo ya... keep believing:)

PS :
Ketegaran itu,
bukan tentang "tidak pernah menangis"
bukan tentang "tidak pernah berhenti"
atau "tidak pernah jatuh"
Ketegaran itu,
adalah tentang "tertawa setelah menangis"
tentang "tetap berjalan"
dan tentang "bangkit setelah jatuh"